FF/ SPECIAL BOYS/ EXO/ PART 14


Tittle: -SPECIAL BOYS- PART 14
Author: AlvianyHwang
CAST:
+ Nam Seo Rin
+ Kim Jong In (KAI)
+ Kim Xiu Min
+ Choi Min Ah
+ Park Chan Yeol
+ Baek Jae Ah
+ Bang Hyo Bung
+ Oh Se Hun
+ Cho Hye Rin
+ Kris Wu
+ park Joo Yi
+ Park Ri Young
+ Park Hyun Ra
+ Park Sung Tae
+ ALL EXO MEMBERS

GENRE: supranatural, life, romance, yadong, NC21

the memories when you back
never think to forget it

i’ll miss you while i wait you

i love you as long i life

**

“ada apa?????”
Ibu seorin yang baru saja tiba langsung menanyakan apa yang terjadi pada seorin. padahal baru beberapa jam saja yeoja berparas lembut itu terlihat tenang dan dapat tersenyum, kini dia harus dihadapi berita tak mengenakan tentang seorin.
Hyerin masih belum bisa menjawab. Dia berusaha menenangkan dirinya sendiri.
Hingga dokter keluar dari ruangan seorin seraya melepas kacamatanya.
“dokter apa yang terjadi pada seorin? apa dia?” ibu seorin langsung menghardik dokter itu dengan pertanyaan penuh kekhawatiran.
“anda tenang saja. Dia hanya pingsan ringan. Dan sekarang dia sudah siuman, namun kondisinya masih lemah. Tolong jangan diajak berbicara terlalu banyak dan hal yang dapat membuat dia shock.” Jelas dokter itu dengan diselingi dehaman pelan. Hyerin menundukan kepalanya. Mengingat apa yang saat itu ia katakan pada seorin.
Dia terlalu bodoh hingga dengan mudahnya mengatakan hal yang seharusnya sakral diberitahukan pada seorin. dia terlalu lemah menjaga rahasia yang seharusnya tak pernah seorin tahu.
Ketika ibu seorin memasuki ruangan seorin dengan langkah cepat yang agak terhuyung.
Hyerin hanya bisa mematung dengan ribuan rasa bersalah yang mengendap di hatinya. Digigit bibirnya hingga memerah dengan perasaan kesal.
Mengapa ia begitu bodoh?

*

Seorin menatap langit-langit ruang rawatnya dengan pandangan lemah dan mata sayu. Tubuhnya tak bisa ia gerakan dengan bebas, sekali bergerak saja rasanya sangat mual.
Meski begitu, ia masih sangat bisa mengingat apa yang saat itu ia dengar dimulut hyerin. Hal yang berhasil membuatnya kehilangan sebagian akal sehatnya.
Hal yang berhasil membuat pandangannya menjadi gelap, hingga kini ia terbaring lemah bagai manusia yang kembali ingin menjelang ajalnya.
Ya, memang.
Rasanya semua hal yang ia syukuri saat ketika ia dapat kembali hidup tak lagi ia rasa. Bahkan kini dia seperti sudah tidak bisa menerima alasan dia untuk hidup.
Padahal alasan utama ia ingin kembali tetap hidup adalah untuk namja itu. Untuk bisa melihat senyum dan suara namja itu. Untuk mengatakan semua yang ingin ia katakan pada namja itu.
Dia kira dia tidak akan terlambat dan tetap bisa mengejar semua yang ingin ia lakukan.
Namun ternyata dia sudah sangat tertinggal jauh. Dia sudah terlambat. Semuanya sudah terlambat.
Perlahan sesuatu yang hangat mengalir begitu saja melewati pipinya.
Aneh, bahkan dalam kondisi lemah seperti ini dia masih bisa untuk menangis dan terisak kecil.
Bahkan tuhan masih bisa memberikannya kesempatan untuk bisa merasakan kehilangan.
“seorin.ah~”
Nada suara lembut terdengar dari kuping seorin. seorin melirik lemah dari ekor matanya.
Sesosok namja yang sangat ia kenal tengah berdiri tepat disamping tempat tidurnya.
Namja itu tersenyum. sangat manis. Hingga membuat dada seorin menjadi sesak.
Seorin mengangkat tangannya pelan kearah namja itu.
Meminta namja itu untuk meraih tangannya. Berharap ia bisa menggegam tangan namja itu, agar ia tidak pergi. Dan tidak meninggalkannya sendiri seperti ini.
Namun namja itu tak juga membalas uluran tangan seorin. dia hanya tersenyum.
Ingin sekali seorin mengucapkan sesuatu. Ah tidak, mengucapkan berbagai hal yang sudah tersimpan dan menumpuk dihatinya.
Tentang betapa ia sangat merindukan namja itu. Tentang bagaimana ia ingin sekali namja itu kembali dan berada disampingnya. Dan tentang bagaimana ia mencintai namja itu. Dan berbagai hal yang sudah tak bisa ia simpan lagi.
Namun lidahnya tetap terasa kelu. Yang ia bisa hanya mengisak dan mencoba kembali meraih-raih sosok namja itu.
“xiu. Xiu.xiu.min.” hanya kata-kata itu yang bisa ia ucapkan. Ya, hanya kata itu. Tak ada lagi. Bahkan terasa berat dan susah untuknya berkata “jangan pergi.”
GRAP
Sesosok tangan lain menggegam tangan seorin.
Dan saat itu juga sosok namja itu menghilang bagai kabut yang mulai menghilang ketika siang datang.
Mata seorin terpaku melihat semuanya.
“seorin.ah~ kau sudah sadar nak? Umma sangat mengkhawatirkanmu.” Ibu seorin menggegam tangan anaknya itu dan menciumnya dengan airmata yang sudah tertetes deras dari muka sayunya.
Seorin tak juga melihat kearah ibunya itu.
Tatapannya sangat kosong. Seperti tak berarti. Seperti tak ada lagi hal yang harus ia lihat didunia ini selain sosok namja itu.
Seorin terus berusaha mengangkat bibirnya. Berusaha mengucapkan sesuatu dengan badan bergetar dan airmata tertumpah deras.
“seorin.ah~” ibu seorin menatap anaknya yang seperti ingin mengucapkan sesuatu. Diremasnya tangan seorin dengan perasaan sesak.
Berusaha mendukung seorin untuk bisa mengucapkan sesuatu meski hanya sepatah duakata.
Namun sulit. Sulit untuk seorin mengatakannya.
Sulit untuk seorin memberitahu hal yang paling ia inginkan sekarang kepada ibunya.
Bahwa ia sangat ingin tuhan mengambil nyawanya saat ini juga.
**

“hyerin.sshi!”
Teriakan kai membahana dari koridor tempat ruang rawat seorin. hyerin mengangkat mukanya dengan pandangan sayu.
Didapati kai serta teman-temannya yang lain berlari kearahnya.
Dapat ia lihat kai menggemblok tas yang sudah dapat dipastikan berisi komik-komik pesanan seorin.
Hyerin kembali menundukan kepalanya.
Bagaimana dia bisa memberitahukan pada kai dan yang lainnya tentang seorin yang sudah mengetahui kematian xiumin?
Kai berdiri didepan hyerin dengan helaan nafas berat. Namja itu berusaha mengatur nafasnya sendiri.
“apa yang terjadi? Kenapa seorin bisa pingsan?” tanya kai masih dengan nafas tersenggal. Sifat cool namja itu seakan hilang begitu saja.
Hyerin mengangkat mukanya dengan berat.
Didapatinya hyobung, minah, chanyeol dan sehun yang juga menatapnya dengan tatapan penuh tanya dan kekhawatiran.
Mata mereka tiba-tiba membulat hebat ketika melihat hyerin mengalirkan airmatanya.
‘a-apa yang terjadi? Apa-apa seorin kembali-“ kai melirik kearah kamar seorin. dia sangat takut jika yeoja itu kembali bertarung dengan kematian. Namun helaan nafas lega langsung ia keluarkan ketika mendapati seorin yang tampak membuka matanya dengan lemah dan ibunya yang terus menghelus kepalanya dari pintu ruang rawat seorin yang berkaca.
Kai kembali menatap hyerin yang masih menitikan airmatanya. Bahkan sekarang minah dan hyobung tampak sedang menenangkan hyerin dengan berbagai cara.
Kai mengerutkan keningnya. Dalam hatinya ia mempertanyakan apa alasan hyerin menangis seperti itu? Padahal seorin masih baik-baik saja.
Kai berjalan kearah hyerin.
“kau tenang saja. Seorin sudah siuman sekarang. Tidak perlu menangis.” Ucap kai dengan pelan. Namun hyerin masih tidak bisa berhenti menitikan airmatanya. Badannya bergetar.
Sehun dan chanyeol saling pandang. Seakan saling mempertanyakan alasan mengapa hyerin sangat sesedih itu.
“hyerin, apa yang terjadi? Cerita saja pada kami.” Minah mengelus rambut hyerin dengan lembut.
Namun hyerin masih keukeuh tidak mengucapkan sepatah katapun.
Kai yang tak bisa bersabar akhirnya kembali berdiri didepan hyerin.
“ada apa? Apa ada sesuatu yang lebih gawat daripada ini tentang seorin?” kai bertanya dengan nada tegasnya.
“HYERIN JAWAB AKU! JANGAN MENCOBA MENJADI ORANG BISU!” teriakan kai cukup keras. Beberapa suster yang lewat dan pasien yang duduk menoleh kearahnya.
Namun kai seperti tak memperdulikan sekitarnya dan terus menatap hyerin dengan tajam.
Akhirnya dengan keberanian hyerin mengangkat wajahnya dan menampakan muka sayu penuh airmatanya.
Dengan bergetar hyerin mengangkat bibirnya, berusaha mengucapkan sesuatu.
“ma-maafkan aku semuanya.” Ucap hyerin dengan isakan.
Semua saling memandang. Kecuali kai, karena ia terus menatap tajam kearah hyerin. Hyerin kembali menunduk.
“maaf untuk apa?” tanya kai lagi dengan tegas. Namun dari nada bicaranya ia juga sangat tak mengerti apa maksud hyerin meminta maaf.
Hingga tiba-tiba semua tersentak ketika mendengar teriakan histeris dari dalam kamar seorin. semua beranjak.
Kai berlari dan berdiri didepan pintu kamar seorin tanpa memasuki kamarnya. Diikuti oleh semuanya.
Dan mereka langsung bisa melihat seorin yang terus berteriak histeris seraya memukul-mukul dadanya dan menjambak rambutnya sendiri.
Persis seperti orang yang kerasukan. Ibu seorin juga tampak tak bisa menyembunyikan rasa takut dan sedihnya. Yeoja tua itu terus berusaha meraih tangan seorin dan membuat yeoja itu tenang.
Karena tak bisa membiarkan ibu seorin bertindak sendiri, kai pun membuka kamar rawat seorin dan membantu meraih badan seorin agar bisa tenang. Dibantu sehun dan chanyeol.
Minah dan hyobung saling berpelukan dengan tatapan takut dan bingung melihat seorin.
Kai terus menggegam tangan seorin berusaha untuk menghentikan kegiatan yeoja itu menyakiti dirinya sendiri.
“seorin tenanglah. Apa yang terjadi padamu!” kai berusaha membuat seorin menatap kearahnya. Mata sayu seorin menatap kearah kai.
Sikap tubuh seorin sedikit tenang ketika menatap kai. Tangan yeoja itu terangkat berusaha mengelus pipi kai, bibir seorin bergetar hendak mengucapkan sesuatu.
“xi-xiumin. Xiu-.xiu.xiu. ka—kau kem.kemba..li?” ucap seorin lirih.
Seketika jantung kai terasa berhenti berdetak. Sekujur tubuhnya jadi mendingin begitu saja. Sehun dan chanyeol juga menampakan muka terkejutnya. Begitupun juga minah dan hyobung.
Ibu seorin terus menangis dengan deras dan meraih tangan seorin.
“aigooo~ seorin.ah~ ibu mohon jangan seperti ini. Xiumin akan tenang nak. Dia akan tenang jika melihatmu bahagia.” Ibu seorin meraih tangan seorin dengan lemah.
Seorin menatap ibunya itu. Tatapannya kembali sengit. Ia melepaskan genggaman ibunya dengan kasar.
“KALIAN!” seorin menunjuk kai dan semuanya satu persatu.
“KALIAN JAHAT! KALIAN IBLIS YANG BERSENGKONGKOL MEMBUATKU TERPISAH DARI XIUMIN! KALIAN TAK MENCERITAKAN SEMUANYA PADAKU! KALIAN SENANG MELIHATKU MENDERITA! KALIAN SIALAN!!!!!!!!” seorin melempar bantal kearah kai dengan brutal. Kai masih terdiam menatap seorin, menerima setiap pukulan bantal yeoja itu.
Sehun dan chanyeol sudah melepas seorin dari tadi.
“kalian jahaaaaaat!!!!!” seorin memukul-mukul dada kai. Kini pukulannya sedikit melemah. Yang ada isakannya semakin kencang.
“xiumin!!!! Xiumin!!! Bawa dia kembali untukku!!!! Kumohooooon!!!!” rintihan seorin penuh dengan rasa sakit dan kehilangan. Dia sudah tak malu lagi untuk memberitahu pada semuanya tentang rasa cintanya pada xiumin. Dia sudah tak bisa menyembunyikannya lagi. Dia sudah jera dengan keterlambatannya.
Yang ia pikirkan dan inginkan sekarang hanya xiumin bisa datang dan memeluknya tanpa melepasnya lagi.
Namun yang kini memeluknya adalah orang lain. Kai.

*

1 days a go

“jadi, seorin masih belum bisa sekolah besok?”
Gahee songsaengnim mengalihkan tatapannya dari berkas-berkas dimeja guru dan menatap kearah hyerin.
“ne songsaengnim. Kemarin seorin tak sadarkan diri dan dia perlu kembali melakukan terapi beberapa kali lagi.” Ucap hyerin penuh kesopanan.
“ah jinja? Kalau begitu tolong salamkan permintaan maafku tidak bisa menjenguk seorin. aku sangat berharap kesembuhannya.” Ucap gahee songsaengnim dengan raut muka khawatir.
“ne songsaengnim, akan saya sampaikan kepada seorin.”
Gahee songsaengnim tersenyum.” kau boleh kembali.” Ucap gahee songsaengnim dengan lembut. Hyerin membungkukan badannya dengan tersenyum dan berbalik berjalan keluar dari ruang guru.
Baru beberapa langkah ia berjalan. Sesosok namja tinggi seperti berdiri menghalangi langkahnya.
Mata hyerin terbelalak ketika mendapati sosok kris yang menatapnya tajam.
Hyerin tak berani menatap kris. Rasa bersalahnya terlalu besar.
Dapat dipastikan kris sudah sangat tersinggung atas sikapnya menjauhi namja itu akhir-akhir ini.
Namun hyerin ataupun kris tidak ada yang mengucapkan sesuatu.
Gahee songsaengnim yang tadi sempat sibuk dengan berkasnya menatap bingung kearah hyerin yang masih berdiri mematung berhadapan dengan kris yang juga berdiri mematung menatap hyerin.
Tatapan keduanya tampak saling penuh dengan kemarahan. Ah, apa memang ia melihat dari sudut pandang kris saja? Karena memang ia tak bisa melihat muka hyerin yang membelakanginya.
Baru saja gahee songsaengnim ingin memanggil hyerin dan kris secara bersamaan, kris sudah dengan sigap menarik tangan hyerin dan berjalan meninggalkan ruang guru dengan cepat.

*

“lepaskan aku! Tanganku sakit!!!” mati-matian hyerin mengelak dari genggaman kasar dan erat kris. Namun namja tinggi itu masih mempertahankan genggamannya. Namja itu sudah tidak bisa menahan rasa marah dan tanda tanyanya pada hyerin.
Hingga sampailah mereka tepat dibelakang sekolah.
Karena kesal hyerin akhirnya membuang genggaman kris darinya dengan kasar.
“apa kau gila??!!!” hyerin mengelus tangannya yang memerah dengan ringisan kecil. Ditatapnya kris dengan kesal.
Kris juga menatapnya lebih sinis dan penuh dengan kekesalan yang sudah menumpuk didadanya.
Tadinya hyerin ingin membalas tatapan sinis kris. Namun yang ada rasa bersalah kembali menghigapinya. Hyerin menundukan kepala tak berani menatap kris.
“kau puas?” ucap kris datar. Tak ada nada mesra dari ucapannya.
Hyerin masih tidak menjawab ataupun memandang kris.
“cho hyerin! Bisakah kau menatapku?” kris meraih pundak hyerin dan memaksa hyerin berhadapan dengannya. Hyerin masih keukeuh untuk tidak menatap kris. Jujur, saat ini hal yang paling ditakuti hyerin adalah bertemu dengan kris dan kris mempertanyakan semua sikapnya.
“kenapa kau tampak menjauhiku? Kenapa kau seperti mencoba menghilang dari hadapanku? Aku sangat khawatir tentangmu. Tapi kau bahkan tidak menjawab panggilan atau membalas pesan masukku! Aku sangat tersiksa saat itu! Bahkan hingga sekarang aku melihatmu, rasa sakit dan kecewa itu makin bertambah!” ucap kris penuh emosi, namun masih mempertahankan tutur katanya pada hyerin.
Hyerin akhirnya memutuskan untuk menatap kris dengan sekuat tenaga. Ia berusaha tegar menatap kris. Ini mungkin saatnya.
Hyerin menahan nafasnya yang memang terasa berat terhembus.
“jujur, aku semakin takut jika harus berhubungan dengan para mutan.” Ucap hyerin pelan. Kris menatap hyerin dengan tatapan tertegun.
“saat kejadian yang menimpa seorin. aku semakin sadar, jika kalian itu berbeda dengan kami.
Kalian itu makhluk yang bisa kapan saja menghancurkan manusia kapanpun kalian mau.”
Kris melepas genggamannya pada bahu hyerin.
Ditatapnya hyerin dengan tak percaya.
“jadi itu alasan mu menjauhiku? Kau … takut denganku?” pertanyaan kris sukses membuat perih dihati hyerin semakin bertambah dan menjadi-jadi.
Bisakah kali ini ia untuk jujur pada perasaannya sendiri? ia akan sangat lebih sakit dan takut jika harus meninggalkan kris. Itu beribu-ribu kali lebih membuatnya seperti mati rasa.
Tapi ia harus kembali bermain dan menuruti semua perasaan bodohnya.
Hyerin memundurkan langkahnya dari kris. Mati-matian ia berusaha untuk tidak menangis ataupun merubah tujuannya.
“mulai sekarang. Kita akan kembali menyusuri jalan kita masing-masing. Jika kita bersama, itu akan semakin membuat perasaan yang aneh dihatiku. Aku … masih mau hidup…” hyerin tak menatap kris. Dengan langkah cepat hyerin berjalan meninggalkan kris.
Kris tak memanggilnya ataupun menghentikannya.
Saat itulah hyerin tak bisa menahan airmatanya lagi.
Hatinya teramat sakit. Bohong, jika ia berkata takut mati. Ia bahkan rela jika harus menukar nyawanya demi kris. Demi kebahagian namja itu.
Tapi, hanya inilah yang sepertinya terbaik untuk ia lakukan. Sebelum semuanya terlambat.

*

“gamsahhamnida. Silahkan datang lagi.” Hyunra membungkukan badannya ketika pelanggan di familyMart tempat ia bekerja paruh waktu baru meninggalkan minimarket kecil itu.
Hyunra kembali duduk dan bermain dengan ponselnya.
Saat ini toko sedang lumayan sepi. Mungkin karena jam sudah menunjukan pukul setengah 12malam. Dan sebentar lagi ia sudah harus pulang dan menukar shift dengan temannya.
Hyunra menghela nafas berat dan memasukan ponselnya disaku.
Menopang dagu dengan berjuta pikiran diotaknya.
Rasanya banyak sekali pikiran yang membuatnya sedikit tak bisa berpikiran jernih. Hyunra melirik sayatan besar dilengannya.
Luka yang ia dapat ketika berjalan pulang dari kerja paruh waktunya. Saat seseorang yang melesat cepat tiba-tiba mencoba menyakitinya.
Ia masih sangat mengingat ketika perasaan sakit dan perih serta tak berdaya ketika luka itu masih baru bertengger di lengannya. Saat sosok yang menyakitinya juga seperti ingin mendekatinya lagi, dia membawa pisau yang bisa membunuhnya kapan saja.
Saat itu juga hyunra dapat melihat siapa sosok itu
Yeoja berambut pendek yang saat itu ia lihat tengah berbicara dengan chen. Yeoja yang sudah membunuh manusia yang mengetahui keberadaan mutan.
Hyunra menghelus keningnya. Terasa pening dan berat.
Keselamatannya kini terancam. Bahkan ia sudah tidak bisa berpikir positif. Ia sudah bisa merasakan kematian sudah didepan matanya jika ia melangkah sekali saja.
Krincing
Terdengar bunyi pintu market yang dibuka. Hyunra menghela nafasnya berat dan beranjak.
“selamat dat-“
Ucapannya terhenti begitu saja. Jantungnya terasa copot dan berhenti berdetak ketika melihat siapa yang dihadapannya kini.
Hyunra melangkah mundur. Ia sangat takut. Sangat.
Sosok itu bisa kapan saja membunuhnya.
“tolong! Tolong! Toloooong!!!” teriak hyunra sedikit tertahan.
Gain –sosok yang berada didepan hyunra- hanya menatapnya dengan tatapan datar tanpa ketakutan. Gain mengangkat tangannya dan meraih sesuatu dari dalam balik kantung blazer hangatnya.
Mata hyunra melotot ketika benda runcing kini bisa ia lihat ditangan gain. Hyunra kembali memundurkan langkahnya. Hingga langkahnya tertahan pada rak rokok belakang tempat kasir ia berdiri.
“TOLOOOOOONG!!!! SESEORANG TOLONG AKUUUUU!!!!!!” hyunra tak bisa menahan airmata ketakutannya lagi. Siapa saja, dia membutuhkan siapa saja untuk bisa menolongnya.
Gain tak bergerak atau memberi respon. Dia hanya menatap hyunra dengan dingin.
Bisa dipastikan, gain sudah seperti setan pembunuh di movie horor yang ingin membalaskan dendamnya. Tapi hyunra tersadar, ini sama sekali bukanlah flm atau skenario.
Hidupnya benar-benar terancam sekarang.
Bukan tidak mungkin jika ia akan bernasib sama seperti seorin dan jaeah. Beruntung jika seorin dan jaeah masih punya kesempatan hidup. Kalau dirinya? Dia tidak punya kepercayaan diri untuk bisa selamat dari kematian. Dia pasti akan mudah untuk mati.
DEG
Jantungnya berdetak hebat ketika gain mulai melangkahkan kaki mendekatinya. Hyunra melirik sekitar, mencoba mencari sesuatu yang bisa melindunginya dari gain.
Tak dapat berpikir jernih, hyunra meraih mesin kasir yang berat dengan paksa dan melemparnya kearah gain. Gain tak terjatuh atau terperusuk karena lemparan keras hyunra. Ia hanya terhuyung sedikit.
Nafas hyunra tercekat. Jika memang gain manusia normal, pasti ia sudah akan menderita pendarahan berat akibat lemparan mesin kasirnya yang kencang. Apalagi mesin kasir itu tepat mengenai perutnya.
Tapi gain sama sekali tidak terluka atau merespon kesakitan.
Sudah dapat dipastikan bahwa gain bukanlah manusia sama sepertinya. Dia adalah mutan yang bisa membunuh manusia lemah sepertinya dengan mudah.
“yak, ada apa ini?” bos hyunra keluar dari ruangan kerjanya. Mata namja tua itu langsung membulat ketika melihat mesin kasirnya yang sudah tergeletak hancur dilantai.
Bos tua itu langsung berlari kearah mesin kasir marketnya.
“aigooo!!!! Apa-apaan ini? YA! PARK HYUNRA!!!! KAU APAKAN MESIN KASIR INI!?? INI SANGAT MAHAL!!!” omelan bos tua itu tak lagi bisa menggetarkan hyunra.
Hyunra hanya terpaku pada sosok gain yang juga menatap hyunra dengan dingin, tanpa memperdulikan bos tua itu.
Bos tua itu menoleh kearah gain. Ia berdiri dengan wajah kesal.
“aggashi, apa kau penyebab mesin kasir ini terjatuh?” tanya bos tua itu. Tak ada jawaban dari gain, gain masih menatap hyunra.
“ya, aggashi. Jika kau tidak menjawab, aku akan menghubungi polisi karena kau sudah mengacaukan tokoku.” Ucap bos tua itu semakin kesal.
Gain tidak menjawab. Ia malah berjalan semakin mendekati hyunra. Hyunra merespon semakin menghimpitkan tubuhnya di rak rokok.
“YA AGGASHI!! APA KAU TULI!!!!” bos tua itu meraih pundak gain dengan kasar. Gain menatap tangan bos tua itu dengan tajam.
Dengan gerakan cepat gain menghentakan tangan bos tua itu dengan amarah yang memuncak. Bos tua itu sedikit terkejut dan menggegam tangannya sendiri. Tangannya seperti patah akibat hentakan gain yang tiba-tiba.
Gain meraba pundaknya dan menatap bos tua itu dengan sinis.
Seketika itu juga gain langsung merubah posisi tubuh menyerangnya kearah bos tua itu. Bos tua itu juga melirik pisau tajam yang gain genggam.
“BOS! TELEPON POLISI! HUBUNGI POLISI!!!!” perintah hyunra serak. Bos tua itu menatap kearah hyunra dengan gugup dan penuh dengan kebingungan.
Hingga gain dengan cepat mengarahkan pisaunya kearah bos tua itu.
CROOOOT!!!
Bos tua itu terkulai tak bernyawa begitu saja. Tatapannya lurus dan kosong. Mendingin tanpa arti atau ekspresi.
Pisau itu tertancap begitu saja dileher bos tua itu. Darah mengucur deras menggenangi lantai market yang putih.
Hyunra semakin tak bisa menahan rasa takutnya.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!”
Hyunra dan gain menoleh kearah suara teriakan itu. Mendapati sosok yeoja yang berseragam kerja sama dengan hyunra. Sosok itu menatap pemandangan didepannya dengan muka pucat. Ia menutup mulutnya.
“SOOJUNG HUBUNGI POLISI!!!!!!!! LARI DAN HUBUNGI POLISI!!!!!!” perintah hyunra lagi. Soojung –nama teman hyunra itu- masih tidak bisa menyadari apa yang telah terjadi. Dia terlalu shock.
Gain meraih pisau yang tertancap dileher bos tua itu. Seketika darah yang mengucur semakin deras.
Gain menatap soojung dengan dingin.
Hyunra menoleh kearah luar market. Berharap akan ada polisi yang lewat. Atau siapa saja yang dapat mengalahkan gain.
Namun nihil, suasana diluar sangat sepi. Hanya ada satu dua mobil yang lewat dari kejauhan.
Hyunra kembali menatap soojung yang tetap tak bisa berbuat apapun.
“SOOJUUUNG!!!!!!!!! HUBUNGI POLISI!!!!!” teriak hyunra lagi. Soojung menatap hyunra, badannya sangat gemetar.
Perlahan gain berjalan kearah soojung dengan tatapan penuh membunuhnya.
“SOOJUNG!!!!!!!” teriakan hyunra kini menyerak. Seperti tersadar, soojung mencoba berlari dengan kaki gemetar. tak jauh dari tempatnya berdiri terdapat telepon.
Ia meraih gagang telepon itu, mencoba memencet nomor polisi dengan susah payah. Lama, sambungan terasa lama.
Gain semakin dekat darinya.
“SOOJUNG!!!!”
“YOBOSEO??? YOBOSEO!!! TOLONG!!! DIFAMILY MART KAMI MENDAPAT PENYERANGAN DARI ORANG ASING! TOLONG KIRIMKAN BANTUAN!!! YOBOSEO YOBOSEO!!!!!?????” sambungan seperti terputus. Soojung tersadar. Tampak gain yang sudah ada dibelakangnya dengan posisi tangannya sudah menekan tombol putus sambungan ditelepon.
Soojung menatap gain penuh ketakutan. Hingga gain dengan cepat menyayat soojung tepat dimukanya dan dengan telak menusuk leher yeoja itu.
Tubuh soojung terpukur dilantai dengan sayatan dalam dimukanya. Ia sudah tak bernyawa lagi.
“AAAAAAAAAAA!!!!! AAAAAAAAAAAAAAAAA!!!! AKU MOHON! JANGAN BUNUH AKU!!! AKU MOHON!!!!!” teriakan hyunra membahana.
Rasa takut sudah semakin melekat pada dirinya. Gain pasti akan membunuhnya saat ini juga. Dia akan mati mengenaskan seperti mereka.
Gain kembali meraih pisaunya yang tertancap dileher soojung. Ia menyeka noda darah dimukanya dengan tatapan dingin. Sedingin-dinginnya pembunuh berdarah dingin.
Ia sendiri tak tahu, apa alasan gain membunuh bos tua dan soojung juga. Padahal sudah jelas mereka tidak tahu apa-apa tentang mutan.
Gain kini melangkah mendekati hyunra. Hyunra meneteskan airmatanya dengan deras.
Dia sudah tidak tahu kemana ia harus berlari lagi.
Hingga ia menghentikan tatapannya kearah pintu keluar yang hanya berjarak beberapa langkah darinya.
Ia bisa keluar dari market ini jika ia bisa berlari cepat. Ya, ia bisa melakukannya. Asal ia bisa membuat nyawanya selamat.
Ia menatap gain. Langkah yeoja itu semakin dekat.
Hyunra menyeret kakinya pelan. Pelan dan pelan hingga gain tidak bisa menyadari pergerakannya.
Hingga akhirnya ia melesatkan tubuhnya mencoba keluar dari market. Disaat itu jarak gain sudah sangat dekat.
Gain juga berlari kencang seraya mengarahkan pisaunya kearah hyunra.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!” teriakan hyunra kembali keluar ketika pisau tajam itu menusuk pahanya dalam.
Hyunra terjatuh, gain juga terjatuh akibat licinnya lantai yang tergenang darah.
Hyunra meringis teramat sakit. Namun ia sadar pasti gain akan berdiri dan menyerangnya lagi. Hyunra memaksa menarik pisau dipahanya dengan teriakan kencang. Pisau itu berhasil terlepas dengan hasil koyakan parah dipahanya.
Gain sudah ingin beranjak. Dan dengan cepat hyunra menusukan pisau itu tepat di kepala gain. Darah memuncrat mengenai hyunra.
Gain memelototkan matanya. Tubuhnya terdiam kaku.
Nafas hyunra tertahan ketika bau amis darah menyengat hidungnya.
Gain menunjuk hyunra dengan getaran hebat ditangan.
“kau … dan pa..ra manus…ia… akan …. ma.. ti…” ucap yeoja itu tak jelas. Namun hyunra dapat mendengar ucapannya dengan jelas. Hingga tubuh gain tergeletak kaku dilantai.
Hyunra tak bisa berpikir lagi.
Jiwanya sudah sangat terganggu melihat mayat-mayat yang tergeletak tepat didepannya. Ia terlalu lemah untuk bergerak.
Bunyi sirine polisi terdengar. Hyunra menolehkan tatapannya lemah kearah luar. Tampak mobil-mobil polisi sudah terparkir didepan market.
Hyunra menatap dengan datar. Hingga matanya perlahan terpejam.

**

“kau harus makan.”
Kai menyendokan bubur dan mengarahkannya tepat dimulut seorin.
Tak ada respon dari yeoja itu. Hanya tatapan kosongnya yang terus mengarah kelangit jendela.
Kai menghela nafasnya dan menaruh sendok buburnya lagi.
Sudah seharian seorin tidak makan.
Bahkan yeoja itu tak bersuara-suara lagi. Ia hanya bersuara ketika ia tengah bermimpi buruk saat tidur. Itupun seraya memanggil-manggil nama xiumin.
Ia bohong jika mengatakan tak sakit jika melihat seorin seperti ini.
Meski ia masih belum bisa menyadari perasaan apa yang ia punya untuk seorin, tapi ia sudah bisa memastikan ia sangat peduli dengan yeoja ini.
Kai menatap seorin yang masih terdiam dengan pandangan kosong.
“kau… mau sampai kapan seperti ini? Apa kau tidak memikirkan perasaan orang-orang yang menyayangimu?” ucap kai menatap seorin dengan tajam.
Tak ada jawaban dari seorin. bahkan yeoja itu tak sedikitpun menoleh ke arah kai.
Kai menghela nafasnya lagi dengan berat.
Kunci satu-satunya untuk membuat seorin mau berbicara hanyalah xiumin.
Tapi bagaimana caranya kalau xiumin memang sudah tidak bisa bersamanya lagi? Apa lagi yang harus ia lakukan?
Kai menaruh mangkuk buburnya dimeja. Beranjak dengan helaan nafas. Sebentar ia menatap ke arah seorin. mungkin lebih baik jika ia membiarkan seorin sendiri dulu. Ketenangan sangat diperlukan yeoja itu.
Kai lalu berjalan meninggalkan ruangan. Membiarkan seorin sendiri dengan kesedihannya.

Bersamaan dengan kai menutup pintu kamarnya dan meninggalkannya sendiri. Seorin menundukan kepalanya. Meremas selimutnya dengan kencang.
Airmata yang tadi mati-matian ia tahan akhirnya terjatuh juga.
Isakannya juga kencang dan lagi-lagi tak dapat ia tahan.
Hatinya sudah sangat hancur. Ia sudah tak bisa menerima semuanya yang kini ia punya. Ia lebih membutuhkan xiumin dari apapun.
Ingatannya kembali menjelajah ketika saat ia masih bersama xiumin. Senyum xiumin, tawa xiumin dan setiap ledekan yang xiumin keluarkan untuknya.
Semuanya sudah tak bisa ia tahan lagi.
Jauh disisi lain, ia sudah merasa hancur meski raganya masih bisa bergerak dan melakukan hal apapun.
Ia sudah mati.

*
Jaeah berlari menyusuri jejalanan yang dipenuhi salju putih. Melupakan cuaca dingin disekitarnya.
Raut mukanya terus menunjukan perasaan gelisah. Uap salju terus mengepul keluar dari mulutnya.
Hingga langkahnya berhenti tepat didepan sebuah market yang telah dilingkari garis polisi.
Keadaan disekitar market itu tampak ramai dan dihinggapi mobil polisi.
Sedari malam perasaannya memang sudah sangat tidak enak. Dan perasaan buruknya itu terus tertuju pada hyunra.
Hingga sekarang ia sudah berdiri di depan market tepat jam 3 pagi.
Jaeah mendekatkan dirinya kearah market itu.
Dari kejauhan jaeah dapat melihat keadaan market itu sangat mengerikan.
Lantai market itu dipenuhi dengan darah dan beberapa polisi yang berusaha menggotong kantung jenazah keluar dari market mengerikan itu.
Jaeah terus mencari sosok hyunra. Perasaannya benar-benar buruk. Apakah hyunra adalah seseorang diantara mayat-mayat itu?
Jaeah berlari kearah polisi penggotong mayat itu. Hingga satu polisi berusaha menghentikan jaeah.
“maaf anda tidak tidak diperkenankan menggangu jalan evakuasi.” Ucap polisi itu dengan tegas.
“maaf, tapi teman saya bekerja di market ini juga. Saya takut jika teman saya adalah salah satu korban. Jadi ijinkan saya untuk melihat mayat itu satu persatu.” Pinta jaeah.
Polisi itu tampak terdiam mendengar ucapan jaeah.
“kau bisa melakukannyan ketika rumah sakit saat jenazah di otopsi nanti. Kita harus cepat-cepat membawa jenazah sebelum membusuk.” Terang polisi itu. Sebenarnya jaeah tidak menyetujui ucapan polisi itu, tapi terpaksa ia menurutinya. Bagaimanapun perkataan polisi itu benar.
Jika memang hyunra sudah menjadi mayat. Dia tidak boleh mengalami pembusukan. Apa yang akan dia katakan pada ibu hyunra tentang kematian anak satu-satunya itu?
“kau bisa ikut mobil ambulansnya.” Ucap polisi itu meninggalkan jaeah. Jaeah mengagguk dan mengucapkan terimakasih.
Jaeah mencari-cari mobil jenazah untuk ia tumpangi. Hingga tatapannya terhenti pada sebuah mobil jenazah yang memasukan satu kantung jenazah. Jaeah hendak berlari kemobil itu.
“jaeah.”
Langkah jaeah terhenti ketika mendengar namanya yang terpanggil.
Jaeah menoleh dan matanya langsung membulat ketika melihat sosok hyunra berdiri dibelakangnya.
Jaeah tersenyum selebar mungkin ketika melihat hyunra bukanlah salah satu mayat-mayat itu.
Namun senyumnya memudar ketika melihat keadaan temannya satu itu.
Tubuh hyunra dibaluri darah dari betis hingga pipinya, bahkan jelas ia lihat perban yang terbalut secara asal di paha kiri hyunra. Tatapan hyunra sayu dan rambutnya sangat berantakan. Kedua tangannya jelas terborgol dengan didampingi seorang polisi.
“hyunra…” gumam jaeah tak percaya melihat keadaan temannya itu. Ah, juga jelas terlihat tangisan hyunra. Matanya bengkak karena terlalu banyak menangis.
Tubuh hyunra tak bisa bertahan lama berdiri disitu ketika polisi kembali menggiring hyunra menuju mobil polisi.
“apakah yeoja itu membunuh seluruh orang dimarket itu?”

“kudengar ia membunuh atasan, teman kerja dan pengunjung dimarket itu.”

“kenapa ia melakukan hal itu? Apa dia sudah gila?”

“aigoooo~~~ aku yakin ia mengalami gangguan jiwa.”

Terdengar sayup percakapan warga sekitar yang berdiri dibelakang jaeah. Hati jaeah bagai ditusuk ribuan paku.
Ia tak bisa begitu saja percaya bahwa hyunra melakukan pembunuhan itu dan menjadi tersangka.
Pasti ada alasan hyunra melakukan hal itu.
Pasti ialah yang awalnya menjadi korban.
Pikiran jaeah terhenti pada sosok chen dipikirannya. Ia meremas tangannya hingga urat-urat ditangannya terlihat.
Apakah ia harus turun tangan untuk masalah ini?

tbc

About fanfictionside

just me

61 thoughts on “FF/ SPECIAL BOYS/ EXO/ PART 14

  1. huaaa- kris baru muncul -,- part baekhyunny juga dikit bgt T.T but FF.ny daebak thor ! Kayaknya bkalan panjang banget FF ini, harus sabar nungguin per part.ny dipublish T.T Trus Maaf y thor, ak baru bisa komen dipart ini d(-,-)b

  2. uwa!!!.tereak brg. chen. akhirnya. aku bisa comment!.anyeong aku readers bru! aku udah baca part sebelum’a dan bru bisa comment di part ini.(-_-“)
    kalo chen-chen belum ada pasangan nya.kenapa gak ambil aku aja?
    aku udah dewasa loh, 97-lines.plak, ngiler dapat ktp. namkor Lee Yong Gun.

  3. eonn kok tao jrg bngt muncul yah?
    eooon ga kasian tah ngeliat seorin galau begitu,idupin lg dong xiumin nya(?)

    • Disengajain dulu say, ntar pasti ada pas bagian tao bener2 diekspos lebih dan lebih keliatan kaya tokoh utama. Kaya yg udahudah~😀 *lirik kris-chanyeol-luhan* xD kkk

      Kasian sih xD tapiiii~ *plokk (?)

  4. Anyeong thor ,,, wah daebak author makin seru aja critanya
    aq nungguin kisahnya kriss sama hyorin gmn klanjutannya ,,
    aduh thor kasian bgt seorin xiumin dihidupin lagi dong ,,,
    ditunggu part slanjutnya ya author ,,,🙂

  5. aku gak bisa berhenti nangis inget tentang xiumin😥
    lagu only tears – infinite sama heaven – ailee bikin aku tambah nangis aja *hikshikshiks*

    • Waah thor juga rada sesek pas buat jalan ceritanya begini u,u ya tapi mau gimana? Udah terlanjur terlintas diotak ciutnya author xD kkk #plokk (?)

      sambil dengerin lagu IU yg riding the train juga jleb. Coba deh(?)😀 kkk

  6. oenni, akhirnya keluar juga😀
    Ok no comennt, tetep yah emosi dan penasarannya dapet.
    pkoknya aku tunggu part selanjutnya, fighting😀

  7. Yang bikin aku suka di FF ini adalah : Hyerin dan Kris. Udah. Dan aku seneng banget ada scene mereka di part ini \^,^/
    sayang cuma sedikit dan… nasibnya Kris lagi ngga hoki😦 jadi ikutan sedih deh~

    LANJUTKAN PERJUANGANMU, THOR!!😀
    I like it so much😉

  8. serem thor. pdhal aku paling ngga bisa baca atau nonton adegan kayak gitu -.- tapi mo gimana lagi karena penasaran dan udah ngikutin dari awalah -___- jgn banyak2 dong adegan kayak gitu thor,nta malem aku gabsa bobo lagi T_T

  9. Sediah banget baca bagian seorin ;(
    hampa banget hidupnya tanpa Xiumin, walau ada Kai yang mencoba menemani lebih dekat.. hidupin lagi dong thor Xiumin nya.. ^^

    Hyerin koq mutusin Kris ? bukannya Minah sama Chanyeol masih OK OK aja.. Hyerian-ah wae ??
    #apaain sih ini reader

    ya ampun Hyunra. malah disangka membunuh.. kemana D.O. ?
    #sambil nengok kanan kiri
    Hyunra fighting !! kebenaran pasti terungkap ~_^

    ditunggu banget thor lanjutannya.. jangan lama-lama ya hhehehe

  10. author T^T ceritanya daebak! suka bgt dah sama ini ff ( ┒’⌣’┎) /plak
    Krisnya keren gelaaaa /.\
    penasaran dah sama nasib nasib cinta mereka semua~
    next chap jangan lama lama thor❤

  11. author ,, aku bcanya smpe nangis~
    xiu hidupin lgi ya !? aku strez klo xiu gc hidup ..
    aq kn istrinya ,, wkwkwk…

  12. THORR T^T
    kenapa ni FF daebak gini dsehh W(o_oW)
    THOR, YAOWOH. ITU KRISNYAAAAHH T^T

    chen ko gitu bets. tapi gapapalah, gaada peran antagonis ga seru dong(?) wkwkw
    lanjutnya jangan lama2 ya thoorrr~ di tunggu sangat~ muahahahah
    muah thor~ :*

  13. THOR BURUAN DIPOST KELANJUTANNYA YA!! #capslockjebol
    Aku nungguin kelanjutannya Kris sma Hyerin T,T
    FF nya keren thor, ini ff yg kusuka. Semua ada, yg pas bagian NC jg kce thor, dapet feelnya xD

    Ditunggu lanjutannya thor~ :3

  14. Annyeong hasimnika, aku reader baru fanfic ini, aku udah baca dari part 1nya…:)
    Makin lama ko ceritanya makin nyesek ya? (╥﹏╥) yang kisah hidupnya masih keep calm cuman suho sama lay… Ramein juga dong kisah hidup mereka thor…. (╥﹏╥)

  15. Annyeong hasimnika, aku reader baru fanfic ini, aku udah baca dari part 1nya…:)
    Makin lama ko ceritanya makin nyesek ya? (╥﹏╥) yang kisah hidupnya masih keep calm cuman suho sama lay… Ramein juga dong kisah hidup mereka thor…. (╥﹏╥)

    dan juga hidupin lagi dong xiuminya… *nangislah asli bacanya*

  16. astaga… kasian hyunra… yahh,, gpp.. mending dy msuk penjara dripda mati *plakkk*

    hyerin knapa ngga jujur aja ama kris gege ?? ksian kris gege… coba aja klo kris gege sma aku,, aku jamin kris gege bkln bahagia *plakkk*

    kai oppa juga ksian… knapa smw biasku ktimpa sial? (?) untung suho oppa gpp ..

    ttp smangat ..

  17. unnie …
    air mata ku udah meleleh /lebbay/ ..
    unnie anda selain pintar buat FF NC , unnie jg PINTAR buat FF yg bisa buat orang menangis ya?
    UNNIE DDAEBBAK❤ ^^~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s