FF/ SPECIAL BOYS/ EXO/ PART 12


heyho readers~~
mari samasama kita bilang “akhirnyaaaaa~~~” =w=
karena jujur author juga mau ngomong gitu, akhirnya ni ff di posting juga~ dengan penuh perjuangan =w=
terlalu lelah untuk bercipika cipiki(?)
langsung aja ya =w=”

mian kalo terlalu pendek atau apa, insya allah part 13nya segera cepet di posting hehe

peace love and kayang!

Tittle: -SPECIAL BOYS- PART 12
Author: AlvianyHwang
CAST:
+ Nam Seo Rin
+ Kim Jong In (KAI)
+ Kim Xiu Min
+ Choi Min Ah
+ Park Chan Yeol
+ Baek Jae Ah
+ Bang Hyo Bung
+ Oh Se Hun
+ Cho Hye Rin
+ Kris Wu
+ park Joo Yi
+ Park Ri Young
+ Park Hyun Ra
+ Park Sung Tae
+ ALL EXO MEMBERS

GENRE: supranatural, life, romance, yadong, NC21

Don’t wait anymore please
Take my heart instead
Yes, it is good as it is sharp

Even the moon closed its eyes this night
If I were a different man
And if I had a passage in a comedy
I would set fire to all the changed wounds that you and he made

Baby don’t cry, tonight
After the darkness has lifted
Baby don’t cry, tonight
It’ll be like nothing ever happened
You will never become a bubble,
In the end you don’t have to know
So baby don’t cry, cry
For my love will protect you…
(baby don’t cry – EXO)

*

Author POV

“YA!!!! BUKA PINTUNYA!!!”
Riyoung terus menggedor-gedor pintu UKS dengan kencang hingga membuat pintu yang telah bercorak petir itu sedikit bergoyang.
Pikirannya tak bisa tenang membayangkan hal yang akan terjadi pada jae ah nanti. Yeoja itu terus mencari cara agar pintu itu dapat terbuka dan menyelamatkan jae ah.
“riyoung.ah~ itu percuma saja.. bahkan jika kau mencoba menghancurkan pintu itu dengan kapak sekalipun.” Luhan menahan tangan riyoung yang sudah mulai memerah. Namun ucapan luhan tak diindahkan oleh riyoung.
Ia terus menghantam-hantamkan tangan kecilnya ke arah pintu, berharap pintu itu akan terbuka dan semuanya belum terlambat.
Dia sangat mengerti perasaan jae ah. Perasaan takut jae ah. Perasaan ingin hidupnya. Sangat mengerti.
Maka dari itu dia harus menyelamatkan jae ah.
“BUKA PINTUNYA!! JANGAN AMBIL NYAWA JAE AH!!!!” teriakan riyoung tampak serak dan penuh dengan kelemahan. Dia hanya berharap chen dapat mendengar ucapannya.
Namun memang tidak mungkin berharap chen akan luluh dan menghentikan semuanya.
“riyoung.ah hentikan~” luhan menahan tangan riyoung dan mencoba menahan dengan dadanya.
Entah keberanian dari mana, riyoung menghentakan tangannya dari genggaman luhan. Mata riyoung memerah menatap luhan.
“KENAPA KAU MENCOBA MENGHENTIKANKU??? JAE AH ITU MANUSIA SAMA SEPERTIKU DAN AKU HARUS MENYELAMATKAN DIA DARI MUTAN! AKU TIDAK INGIN ADA KORBAN LAGI!! CUKUP!!!!!!! AKU SANGAT TAKUT!!!!!” teriakan riyoung serak dan membahana begitu saja. Luhan menatap riyoung terpaku. Genggamannya melemah.
Namun riyoung juga terdiam. Sedikit ada ekspresi tak percaya dengan apa yang ia katakan. Kris dan suho serta sungtae yang berada didekatnya juga menatap ke arah riyoung.
“mutan?” sungtae mengerutkan keningnya. Rasa penasaran dan aneh dari yeoja itu semakin besar.
Luhan tak mengatakan apa-apa, namun dapat riyoung lihat kesedihan dari mata indah luhan. Dan yang hanya bisa riyoung lakukan hanya terpaku menatap luhan, rasanya lidahnya kelu untuk mengucapkan sesuatu.
Karena masih tak mengerti apa yang terjadi. Sungtae menatap ke arah suho yang tengah menatap keadaan genting itu. Dengan perlahan sungtae mencolek lengan suho.
Namja itu menoleh dan mendapati sungtae menatapnya. Seketika muka suho memerah dan jantungnya berdetak dua kali lipat lagi.
“aku tidak mengerti apa yang telah terjadi… bisakah kau menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya?” ucap sungtae pelan. Suho sedikit tertegun dengan ucapan sungtae.
Inilah saat yang paling ia takuti.
Harus menceritakan hal yang sebenarnya kepada sungtae. Bukan tidak mungkin sungtae akan takut dengannya, bahkan sungtae juga mungkin saja akan menjauhinya karena tak ingin keselamatannya terancam.
Suho tersenyum semanis mungkin dan mencoba tenang.
“bukan hal yang penting dan harus diberi tahu. Kau kembalilah kekelasmu. Bukannya kau akan mengurusi acara penyelawatan seorin nanti?” ucap suho.
Sungtae mengerutkan keningnya.
“apa kau tidak boleh menceritakan apa yang telah terjadi?” sungtae kini sedikit berani mendekatkan badannya ke arah suho.
“ani… hanya..” kegugupan mulai menyelimuti suho. Dia tak berani menatap mata sungtae dan memutuskan mengalihkan tatapannya ke arah riyoung dan luhan yang masih saja terdiam.
Kesabaran riyoung sudah benar-benar habis. rasa penasaran terus mengkordinir dirinya untuk memaksa suho agar menceritakan semuanya apapun yang terjadi.
Dengan tarikan cepat sungtae membawa suho menjauh dari para mutan dan riyoung. Membawanya kesuatu tempat yang hanya ada mereka berdua.

Riyoung mengangkat wajahnya dan menatap luhan yang sudah menatap arah lain. Tatapan luhan memang tidak kosong. Tapi namja itu seperti sedikit gelisah, riyoung tahu luhan tidak punya alasan untuk gelisah. Dan riyoung tahu, namja itu mungkin tak menyangka riyoung akan mengatakan hal itu.
“luhan, maaf…” ucapan riyoung terdengar pelan dan berat. Luhan tampak sadar riyoung mengucapkan sesuatu. Namun namja itu tidak jua menolehkan wajahnya ke arah riyoung.
“aku tidak membencimu ataupun takut padamu….” ucap riyoung lagi. Nada suaranya bergetar sekarang. Seperti menahan dirinya agar tak menangis.
“aku mencintaimu…. aku hanya takut jae ah kenapa-kenapa. Dan aku harus membuat jae ah tetap hidup. Aku hanya tidak ingin seseorang yang mencintai jae ah akan merasakan kehilangan…. hanya itu..” riyoung menundukan kepalanya. Gagal, airmatanya sudah terjatuh. Dia akui kelemahannya dalam menahan airmata. Dia memang cengeng.
Kris menatap ke arah luhan yang masih terdiam tanpa menatap ke arah riyoung. Rasanya ia sangat mengerti dengan apa yang dua sejoli itu rasakan.
Seperti dirinya dan hyerin serta masalah yang tengah mereka jalani sekarang. Masalah perbedaan kaum yang mereka miliki. Perbedaan yang menjadi tembok penghalang yang begitu kokoh.
Dan sekarang yang bisa ia lakukan hanya membuat luhan tersadar dari apa yang harus ia lakukan. Kris menyenggol lengan luhan dengan pelan. Namja yang sedari tadi terdiam itu menoleh ke arah kris.
Ah bodoh… kris menggumam dalam hati. Bagaimana tidak bodoh, mata luhan juga berkaca-kaca sekarang. Seperti menahan tangis yang memang membuktikan betapa cengengnya namja disampingnya satu ini.
“kau harus menghancurkan temboknya.” Ucap kris dengan suara beratnya.
Luhan terdiam, menatap kris. Beribu pertanyaan menyembul dari otaknya. Mencari makna dari ucapan kris.
Tembok? Dan menghancurkannya?
“dan akulah yang telah membuat tembok diantara kita…” riyoung berucap sekali lagi. Kini luhan menatap riyoung. Seperti mendapat arti dari ucapan kris.
Menghancurkan temboknya.
Luhan tersenyum semanis mungkin. Dengan perlahan luhan menarik tubuh riyoung agar mendekat dan dengan segera ia membenamkan tubuh riyoung kedalam pelukannya. Memeluk riyoung dengan erat. Sangat erat.
Riyoung yang telah menangis semenjak tadipun semakin deras dan disertai isakan kecil darimulutnya. Balas memeluk luhan lebih erat.
Perlahan luhan mengangkat wajah riyoung dengan kedua jemarinya. Seperti tersadar luhan akan menciumnya, riyoungpun memejamkan matanya. Sebentar luhan mengusap airmata yang masih turun dari mata riyoung.
Wajah luhan pun mendekat dengan perlahan.
“minggir!”
Laju wajah luhan terhenti. Ia membuka matanya, begitupun dengan riyoung. Dan mereka berdua mendapati sosok baekhyun sudah berdiri didepan mereka berdua dengan wajah datarnya.
Dengan segera riyoung dan luhan saling menjauhkan badan mereka berdua dengan gugup. Kris menatap baekhyun dengan berkerut ketika namja itu tiba-tiba seperti memasang aba-aba memajukan tangannya dan sedikit menggegam bagian lengannya. Tangannya mengarah ke pintu UKS tempat jae ah berada.
Gelang ditangan baekhyun bersinar sangat terang. Mengeluarkan sebuah cahaya. Hingga cahaya itu mengenai pintu UKS tepat di tanda petir yang telah chen tinggalkan.
CKLEK
Perlahan pintu itupun terbuka dari tutupannya. Riyoung memelototkan matanya. Mengapa baekhyun bisa semudah itu melakukannya?
Dengan langkah sedikit memburu baekhyun membuka pintu UKS dengan cepat dan langsung menyergap cahayanya kesebuah sosok yang tengah menyentuh leher jae ah. Tepatnya mencekik leher yeoja itu.
Chen –sosok itu- dengan cepat juga membuat pelindung seperti petir pada dirinya. Lama cahaya baekhyun berkutat membidik chen, namun pelindung yang chen buat seperti mampu menandingi kekuatan baekhyun.
Baekhyun berdecak dengan muka sinis.
Hingga ia menghentikan cahayanya dan perlahan cahaya itu kembali masuk kedalam gelang yang ia kenakan.
Chen juga menghentikan pelindung yang terus melapisi dirinya. Mengusap bahunya dengan pelan, seperti menyingkirkan kotoran dari cahaya baekhyun yang telah menyergapnya tadi.
“melindungi jae ah huh?” chen menatap ke arah baekhyun. Baekhyun pun hanya mendengus dan tetap menunjukan muka datarnya.
“apa kau masih mencintai yeoja tak berguna ini? Yeoja yang menentang jalannya sendiri.” Tatapan chen kini tampak angkuh dan penuh dengan kebencian.
Tatapan chen kini juga mengarah kepada luhan dan kris yang berada dibelakang baekhyun.
“apa manusia sudah mencuci otak kalian? Kenapa kalian terlihat sangat lemah dan seperti sampah sekarang?” mata chen memicing menatap baekhyun, luhan dan kris satu persatu.
“kris dan luhan……” tatapan chen berhenti pada kris dan luhan.
“aku dulu mengenal kalian itu mutan yang lebih berdarah dingin dariku.” Chen melipat tangannya dan sedikit menghela nafas. Memanyunkan mulutnya dengan penuh ejekan.
“namun sekarang kalian lebih terlihat seperti sampah berjalan.” Mata chen kini mengilat, tanda memuncaknya kekuatan yang ia miliki.
“DIAM KAU!” sergah kris dan langsung menyerang fire stromnya ke arah chen, dengan cepat juga pelindung chen muncul. seperti sudah memasang aba-aba akan datangnya serangan.
Chen menatap dingin kris.
“bahkan kekuatanmu juga bisa disetarakan dengan sampah.”
Kris memicingkan matanya, badannya bergetar penuh emosi yang sudah meluap. Ia hendak mengeluarkan kekuatannya lagi, namun langkahnya terhenti ketika baekhyun merentangkan tangannya. Menghentikan kris.
“hentikan. Ini lingkungan sekolah. Semua akan sadar keberadaan kita jika kita bertarung disini.” Ucap baekhyun menoleh enggan ke arah kris.
Chen tertawa pelan. “bukannya itu bagus? Bidikanku makin bertambah.” Ucapnya dengan nada penuh ejekan.
Baekhyun menatap chen dengan tajam.
“bisakah kita bertarung ditempat lain?” ucapan baekhyun terdengar pelan. Namun chen masih sangat bisa mendengar. Dengan segera namja itu tertawa dan menatap baekhyun dengan gelengan.
Hingga ia menautkan jari kebibirnya. “ssstt……..”
Semua menatap bingung ke arah chen. Tangan chen tiba-tiba terangkat ke arah luhan.
BLARRRRRRRRRRR
Luhan melotot terkejut. Teriakan riyoung terdengar kencang.
Dengan segera luhan menoleh kebelakang. Petir yang keluar dari cincin chen sama sekali tidak mengenainya. Perasaan panik dan takut menyergapnya apalagi ketika ia mendengar teriakan riyoung.
Namun yang luhan dapati hanya riyoung yang tengah menutup mulutnya dan melihat ke arah lantai dengan muka pucat.
Baekhyun dan kris juga tak bisa memalingkan matanya dari sosok yang mungkin sudah tak bernyawa itu.
Sosok yeoja yang sudah menggosong. Bahkan sebagian dagingnya sudah menyerupai arang, kakinya terpisah. Namun darah segar masih mengucur dari kaki sosok yeoja gosong itu yang telah putus.
Itu mungkin siswi youngshim yang hendak memasuki UKS.
Jae ah membuka matanya, terbangun ketika suara petir yang besar terdengar begitu saja dari kupingnya. Jae ah menolehkan wajahnya pelan. Mendapati sosok chen yang tengah tersenyum ke arah lain. Mata jae ah melotot.
Ia beranjak dari tidurnya dan mendapati sosok baekhyun, luhan, kris bahkan riyoung tengah menautkan tatapannya ke arah sebuah sosok manusia yang telah menggosong.
Jae ah sedikit berteriak dan dengan segera menutup mulutnya.
Chen dan semuanya kini menoleh ke arahnya. Terkecuali riyoung yang masih menatap sosok gosong itu tidak percaya dan gemetar.
“oh kau sudah bangun…. baek jae ah…” chen tersenyum ke arah jae ah.
Namun jae ah tak bisa bergerak sedikitpun. Bau gosong dan aura menyeramkan chen begitu membuatnya tak bisa berkutik.
“BRENGSEK KAU CHEN!!!!! MANUSIA YANG KAU BUNUH ITU TIDAK TAHU APA-APA SOAL KEBERADAAN KITA!!! KENAPA KAU MEMBUNUHNYA BEGITU SAJA!???” teriakan kris menggelegar dengan kencang. Luhan yang menyadari ketakutan riyoung pun dengan segera memeluk yeoja itu. Sadar akan bahaya, luhan pun akhirnya membawa pergi riyoung. Menjauhi chen.
“apa tujuanmu sebenarnya?” baekhyun menatap chen. Tatapan yang sulit diartikan.
Chen tersenyum sinis. Kembali melipat tangannya.
“bukankah sudah jelas? Melenyapkan semua manusia dimuka bumi ini dan membuat kaum kita bebas dari persembunyian yang memuakan.”
Kris terus menahan amarahnya. Kepalan tangannya semakin kencang membuat kuku-kuku jarinya memutih.
Chen menatap kedua namja dihadapannya itu. Tatapannya memang tenang dan sedikit tersenyum. namun itulah yang membuat chen semakin menyeramkan.
Tangan chen terangkat ke arah baekhyun dan kris.
“baekhyun… kau sangat tenang seperti dulu. Tapi aku memang masih sangsi apa benar kau memihak manusia sekarang.” Chen menatap baekhyun dan memicingkan matanya sebelah, seperti membidik baekhyun sebagai sasaran.
Pedang tiba-tiba muncul dari tangan chen. Pedang yang menyerupai tusukan berbentuk kilatan petir. Kris seperti siap memasang aba-aba untuk menyerang chen terlebih dahulu.
Hingga…
ZRAT!!!!
Pedang itu memang melayang dengan cepat. Mata baekhyun melotot dan jantungnya seperti berhenti.
Kris juga tidak jadi mengeluarkan kekuatannya untuk menyerang chen. Matanya mengarah ke sosok jae ah. Jae ah yang tersentak dengan tatapan kosong dan penuh dengan keterkejutan.
Badannya bergetar hebat ketika darah mulai keluar dari mulutnya.
Tangannya terangkat dan membayangi sebuah pedang yang kini sudah tertancap diperutnya. Ia sudah tidak merasakan apapun lagi pada sebagian tubuhnya bahkan dia sudah tidak bisa merasakan rotasi jantungnya lagi.
“SHIT!!!!!” baekhyun mengarahkan sinar terkuat dan terbesarnya ke arah chen. Tampak jelas ketidak percayaan dan ketidak siapan menghadapi kehilangan diwajahnya. Raut yang tidak pernah ia tunjukan sebelumnya kepada siapapun…

**

Kai menatap lay. Semua juga menatap lay. Keterpakuan mereka begitu serempak, hal ini membuat lay semakin tidak bisa yakin akan melakukannya.
Lay menolehkan tatapannya lagi kearah tubuh seorin yang sudah tampak membiru. Mencoba mencari titik kehidupan pada tubuhnya. Namun nihil, bagaimanapun dia itu manusia. Manusia yang sudah tidak bernyawa pada dasarnya memang sudah tidak ada hal yang hidup lagi pada dirinya. Tidak seperti mutan, bahkan walaupun hanya setitik pupil, bisa ia hidupkan kembali tanpa membutuhkan argumen yang rumit.
Lay menghela nafasnya berat.
“apa kau benar-benar tidak bisa menghidupkannya tanpa harus mengubahnya menjadi mutan?”
Xiumin menatap ke arah lay dengan mata nanar. Lay balik menatap xiumin, ia bisa menyadari mata sembab xiumin. Pasti namja itu menangis hebat akibat kepergian seorin.
Namun yang lay bisa hanya menggeleng.
“apa kita harus memilih jalan itu. Membuat seorin menjadi mutan?” kai menatap ke arah semuanya.
“ANDWAEE!!!!” teriakan xiumin membuat semua terkejut.
“aku tidak bisa membiarkan seorin menjadi mutan! Lebih dari apapun, itu akan membuat seorin semakin menderita! Bahkan aku tidak bisa membayangkan seorin akan merasakan susahnya menjaga jati diri kita dari manusia!” xiumin mengepalkan tangannya kencang.
“tapi itu satu-satunya jalan untuk membuat seorin bisa hidup!” kai menatap xiumin dengan kesal. Jika boleh jujur, kai juga tidak ingin seorin menjadi sama seperti dirinya. Merasakan penderitaan yang mereka alami.
Xiumin mencengkeram kerah kai dan menatap kai dengan penuh kebencian.
“aku memang ingin seorin hidup. Tapi aku ingin membuat seorin hidup dan kembali menjalani kehidupan seperti biasanya! Bahkan aku ingin menghapus ingatannya tentang kita semua ketika ia sudah kembali hidup! Tapi, jika yang ada menjadikan seorin sama seperti kita… LEBIH BAIK IA TETAP MATI SAJA! MENJADI MUTAN ITU HAL YANG BURUK DAN MEMBUAT IA LEBIH MENDERITA!!!!”
Semua terdiam menatap xiumin. Hyerin menutup mulutnya, menahan airmatanya lagi.
Xiumin menatap kai yang terdiam. Dengan hentakan keras xiumin melepas cengkeramannya pada kerah kai.
“apa tidak bisa?” minah berucap. Semua menatap minah, termaksud chanyeol yang berada disampingnya.
“apa tidak bisa tetap menjadikan seorin manusia….? aku ingin ia kembali menjadi seorin yang dulu. Tanpa kekuatan… tanpa keterbatasan…. tanpa penderitaan…. seorin yang selalu tersenyum dan tertawa…. apa tidak bisa?” airmata minah kini menetes deras. Hyerin memeluk minah, begitupun juga hyobung. Mencoba menenangkan minah meskipun mereka berdua mati-matian menahan airmata mereka yang hendak turun.
Xiumin menatap lay yang masih konsentrasi menjelajahi garis tangan seorin dengan jemarinya. Mata lay terpejam. Kening lay tiba-tiba berkerut.
Xiumin tersentak dan berjalan mendekati lay.
Hingga lay tiba-tiba membuka matanya. Matanya melotot hebat, seperti tak percaya dengan apa yang telah ia temukan.
Lay menatap ke arah xiumin dan kai.
“aku bisa membuatnya tetap menjadi manusia.” Ucapnya sedikit berat. Semua melotot, bahkan minah segera menghentikan laju tangisnya dan menatap lay terkejut.
“apa benar bisa???” xiumin menatap lay dengan mata membesar. Jantungnya berdebar, merasakan kelegaan yang teramat hebat.
Lay menatap tubuh seorin lagi.
“tapi…. itu membutuhkan kekuatan mutan untuk membangkitkan jiwa manusia seorin.” ucap lay. Semua mengerutkan kening.
“maksudnya?” kai berjalan mendekati lay juga. Lay terdiam beberapa saat dan kembali menatap kai dan xiumin.
“seperti manusia dibalas mutan.”
Semuanya tetap bingung dengan ucapan lay. Lay menarik nafasnya, terasa berat untuk mengucapkannya.
“tubuh seorin memerlukan bantuan kekuatan mutan agar ia bisa hidup kembali menjadi manusia. Seperti menukar jiwa mutan tersebut menjadi manusia seperti sedia kala.” Terang lay. Semua terkejut mendengar ucapan lay.
“kalau begitu aku saja!!! Pakailah kekuatanku untuk membuat seorin hidup!” xiumin menunjuk dirinya sendiri dengan cepat. Lay menatap ke arah xiumin dengan ragu.
“apa kau yakin?” lay menampakan raut tak percayanya. Xiumin mengerutkan kening.
“kenapa aku harus ragu? Aku ingin seorin bisa hidup dan melihat seorin lagi.” Ucap xiumin sedikit bergetar. Lay menghela nafasnya yang terasa lebih berat dari sebelumnya.
“jika kau melakukan ini dan seorin berhasil hidup. Kau mungkin tidak akan bisa melihat seorin lagi.”
Kerutan kening xiumin semakin jelas sekarang. “maksudmu?” tanya xiumin. Meski ia tahu perasaan tak enak mulai menyergapnya.
“xiumin. Kaulah yang nanti akan mati..”

**

Sungtae terus menatap suho dengan muka tak percaya. tapi kebalikannya, suho sama sekali tidak berani menatap ke arah sungtae, terlalu berat.
Dan dia mengakui kebodohannya, ia tidak bisa berbohong dengan sungtae meskipun hanya sedikit.
“sebenarnya… aku masih belum mengerti apa maksud dari semua ini…” suara sungtae terdengar berat sekarang. Dia sedikit berdeham dan kembali menatap suho.
“aku juga tidak berharap kau akan mengerti semua ini.”
Sungtae terdiam mendengar ucapan suho.
“apakah aku dalam bahaya sekarang?” sungtae tak mengalihkan tatapannya dari suho. Berusaha untuk terlihat tenang.
Suho mengangkat wajahnya. Juga berusaha menegarkan dirinya sendiri.
“aku akan meminta xiumin untuk menghilangkan ingatanmu tentang mutan. Jadi kau bisa aman.”
Sungtae mengerutkan keningnya.
“xiumin juga mutan?”
Suho terdiam. “eo~” jawabnya lalu dengan pelan. Untungnya tak ada ekspresi berlebihan dari raut sungtae. Itulah yang membuat suho kagum dan menyukai sungtae, sikap tenang dan pedulinya.
“apa xiumin bisa melakukannya sekarang? Sedangkan dia sedang dirundung kesedihan akibat kehilangan seorin.”
Ucapan sungtae membuat suho tersentak.
Suho memasang muka terkejutnya dan menatap sungtae.” Apa kau tahu masalah seorin?”
Sungtae mengagguk.”aku menjenguk seorin kemarin.”
“ah bukan itu! Masalah seorin yang… AH! Lupakan!” suho mengalihkan tatapannya sebelum ia akan semakin mengucapkan hal yang seharusnya ia rahasiakan.
Sungtae menatap suho dengan kerutan kening.
“wae? Apa kematian seorin juga perbuatan mutan itu?” sungtae mencodongkan badannya ke arah suho, berharap suho akan balik menatapnya dan mengatakan semuanya.
Namun suho tetap kukuh tak menatap sungtae.
Ia sangat takut sungtae akan takut padanya dan bahkan menjauhinya.
Sungtae menatap suho, ia mendesah berat. Seperti tahu apa yang suho pikirkan. Sungtae mengalihkan tatapannya dan menatap ke arah langit di luar jendela perpustakaan.
“tenang saja.. aku tidak akan menjauhimu hanya karena kau seorang mutan.” Ucap sungtae pelan dan dengan nada yang sangat lembut.
Suho mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah sungtae.
“aku melihat sendiri.. saat xiumin menangis karena seorin. tidak ada kebohongan ataupun skenario. Bahkan aku juga ingin menangis saat itu juga. Saat tadi juga aku tahu xiumin itu mutan, aku bisa tahu dengan segera…” sungtae menatap ke arah suho.
“bahwa tak semua mutan itu berkeinginan untuk melenyapkan kita… para manusia.” Sungtae tersenyum semanis mungkin. Suho menatap sungtae dengan terhenyak. Entah mengapa dadanya terasa sesak dan tidak bisa bernafas dengan benar.
Suho mengalihkan tatapannya lagi, mukanya memerah dengan jelas. Rasanya ia juga sangat bahagia dan lega ketika sungtae mengucapkan hal itu.
“HUAAAAAAAH~!!!!!!!!”
Suho sedikit melirik kearah sungtae. Mendapati yeoja itu tengah menguletkan badannya. Sungtae tersenyum menatap suho.
“jikapun aku nanti akan mati dibunuh oleh mutan, aku tidak akan menyesal kok.”
Suho tetap tak mengucapkan apapun. Dia malah bingung dengan apa yang sungtae ucapkan.
“setidaknya aku sudah tahu tentang kebenarannya. Aku itu strong! Tenang saja!” sungtae menepuk-nepuk otot tangannya yang sebenarnya tidak ada.
Suho terhenyak, mengalihkan tatapannya lagi. Menutup mulutnya dengan sebalut senyuman.
“ya! Kau menertawaiku???” sungtae menyenggol suho dengan lengannya. Namja itu menatap kearahnya dan kembali tersenyum.
“kau itu, hanya menunjukan otot tangan yang tidak ada.” Kali ini suho bisa membalas omongan sungtae.
“aku kan yeoja.” Sungtae cemberut membuat suho tidak kuasa menahan rasa gemasnya dan mencubit pipi sungtae. Suatu awal yang hebat untuknya, walaupun ia sudah terlanjur menceritakan semua kepada sungtae. Setidaknya hal itu membuat ia dan sungtae lebih dekat sekarang.
Toh, ia sudah menekadkan hatinya, bahwa nanti ia akan melindungi sungtae apapun yang terjadi. Meski nanti kekuatannya sebagai seorang mutan akan dianggap sampah oleh kaumnnya.

**

“do kyungsoo.”
Laju mata D.O membaca ribuan tulisan di novel terhenti. Seketika itu juga urat marah di dahinya menegang dan muncul.
Ia membanting novel setebal buku harry potternya dan menatap ke arah sosok yang tadi memanggilnya.
“apa aku harus mengatakan kepada seluruh dunia, bahwa aku tidak suka jika seseorang memanggilku dengan nama ‘do kyung soo’???”
Sosok didepan D.O malah menatapnya dengan wajah sinis dan datar. Melipat tangannya dan mendengus.
“dan lagi, aku itu gurumu.. tao.” D.O balik menatap tao dengan sinis. D.O meraih novelnya lagi dan meletakan dimeja gurunya. Ia juga baru menyadari bahwa waktu terhenti begitu saja. D.O menorehkan tatapannya ke arah keadaannya yang membatu. Semua guru yang ada didalam kantor mematung begitu saja.
D.O mengalihkan tatapannya ke arah tao.
“aku baru sadar, kenapa kau bisa masuk kedalam kantor guru dengan santai dan memanggilku dengan nama ‘do kyungsoo’, ternyata kau menggunakan kekuatanmu.”
D.O juga melipat tangannya, menatap tao yang belum juga mengatakan apa-apa.
“ada apa?” akhirnya pertanyaan yang tao tunggu-tunggu muncul. Ia tidak akan mengatakan apa yang ingin ia katakan sebelum orang lain bertanya.
“apa kau tahu masalah kemunculan chen?”
Pertanyaan tao membuat D.O terdiam. D.O menatap tao dengan datar dan tak tertarik.
“aku bahkan sudah tahu dari semenjak hyunra menjauhiku dan terang-terangan menunjukan rasa takutnya.” D.O menghela nafasnya. Kembali ia melirik tao yang tak mengatakan apapun.
“kau… memihak pada chen?” D.O sedikit mengerutkan keningnya. Tetap tak ada jawaban dari tao. Namun D.O sudah bisa menebak apa yang tao maksud dari tatapan matanya.
D.O menghela nafasnya dan berdecak.
“bagaimana dengan hyobung?”
Tao sedikit bergeming ketika D.O mengucapkan hal itu. Namun kedataran pada diri tao tetap bisa menyembunyikan semuanya.
“dia tidak ada hubungannya dengan ini.” Suara tao tampak berat dan enggan membahas tentang sepupunya satu itu.
D.O menatap tao dengan lamat.
“dan aku… tidak memihak kepada siapapun. Jauh sebelum aku meninggalkan EXO.” Ucap D.O, tao menatap D.O dengan tatapan tajam dan dinginnya.
“jika hari dimana mutan akan benar-benar melenyapkan para manusia, saat itu juga akan kembali ke EXO dan melanjutkan kehidupan damaiku disana.” D.O memberanjakan tubuhnya dan hendak meninggalkan tao.
Tao menatap D.O yang sudah memunggunginya.
“lalu, bagaimana dengan hyunra?”
Ucapan tao membuat langkah D.O terhenti. Ia menoleh ke arah tao dan menyunggingkan senyumnya.
“untuk hasil yang satu itu, kita tunggu saja.”

**

Xiumin menatap tubuh seorin yang sudah semakin membiru. Tubuh tanpa nyawanya.
Ia terus menggegam tangan seorin dengan erat.
Inilah kesempatannya untuk berpikir dan menentukan hasil apa yang harus ia tentukan.
Kai yang berada disampingnya juga terus menatap xiumin, menangkap tatapan penuh cinta pada namja disampingnya itu.
“apa kau benar-benar mencintai seorin?”
Pertanyaan kai membuat xiumin tersadar. Dengan pelan ia menoleh ke arah kai.
Xiumin tersenyum, namun kesedihan masih bisa kai dapati pada wajah xiumin. Xiumin kembali menatap wajah seorin. pelan ia mengusap dan menyisihkan helaian rambut yang sedikit menutupi wajah yeoja itu.
“menurutmu?” hanya itu yang xiumin katakan.
Kai menghela nafasnya dan menatap xiumin. Sudah bisa diyakini, pasti jawaban xiumin bisa menjadi ‘YA’.
“kau sendiri?” xiumin balik bertanya. Tapi ia tidak menatap kai, tetap menatap seorin dengan penuh perhatian seolah harus terus menjaganya.
Kai menahan nafasnya, lalu dengan berat menghela.
Dia ikut menatap seorin.
“apa sikapku selama ini padanya tidak seperti punya perasaan spesial?” ia memasang tampang bingungnya. Xiumin mendengus dan tersenyum sinis.
“jangan-jangan ucapan mu untuk tidak mencampuri urusan mutan pada seorin semata-mata karena ingin melindungi seorin?” xiumin memasang tampang ‘tak suka’nya. Dengan cepat kai membalas dengan senyuman sinisnya.
“menurutmu?” jawab kai.
Xiumin mendengus dan tersenyum. ia kembali menatap seorin. dan juga kembali mengusap kepala seorin dengan lembut.
“aku sangat ingin melihatnya tersenyum dan tertawa lagi seperti dulu.” Xiumin tersenyum dan mati-matian menahan airmata bodohnya lagi.
“kita akan melihatnya lagi nanti.” Ucap kai, xiumin tersenyum. yeah, itu cukup membuatnya tenang.
“tapi… ini perpisahanku dengannya..”
Kai menoleh ke arah xiumin. Mengerutkan keningnya. Xiumin balik menatap kai, namun raut wajah sinisnya tidak lagi terpampang. Yang terlihat hanya xiumin yang manis, sisi xiumin yang seorin suka.
“kai, tolong jaga seorin sebaik yang kau bisa.”
Kai tetap menatap xiumin dengan kerutan kening dan mata melotot.
Xiumin beranjak dan hendak memanggil lay yang tengah berbicara dengan hyerin dan yang lainnya.
“XIUMIN! APA KAU GILA??!”
Langkah xiumin terhenti mendengar teriakan kai. Kai ikut beranjak dan menatap ke arah xiumin dengan tatapan kesal.
“APA KAU INGIN MEMBUAT SEORIN TERTEKAN DENGAN PERASAAN KEHILANGANNNYA KARENA MU!!!??? KAU INGIN SEORIN TERUS MENANGISIMU KETIKA IA HIDUP NANTI??” teriakan kai membuat xiumin terpaku. Xiumin membuang tatapannya, tampak ketidak relaannya.
Kai melangkah mendekati xiumin dan mencengkeram kerah namja itu.
“JIKA KAU TIDAK ADA, ITU SAMA SAJA MEMBUAT SEORIN MENDERITA!!! BUKANKAH KAU ALASAN IA HARUS HIDUP?? JIKA AKHIRNYA KAU MATI, BUKAN TIDAK MUNGKIN SEORIN AKAN MERASAKAN MATI PADA DIRINYA??” ucapan kai sangat menohok perasaan xiumin.
Semua menatap keduanya tanpa sanggup mengucapkan sepatah kata.
“CEPAT URUNGKAN NIATMU UNTUK MERELAKAN NYAWA DEMI KEHIDUPAN SEORIN!!! JIKAPUN SEORIN BISA HIDUP KEMBALI SEBAGAI SEORANG MUTAN, DIA PASTI BISA MENERIMANYA DAN AKAN LEBIH BAHAGIA!! ITU KARENA KAU TETAP BERADA DISISINYA!!!”
Xiumin menatap kai dan mendorong tubuh namja itu.
“aku tidak akan merelakan seorin menjadi sama seperti kita. Bagaimanapun juga, aku berniat membuat seorin tidak bisa mengingat tentang kita lagi. Dan bahkan, bukannya itu bisa menjadi kesempatanmu untuk mendekati seorin? kau bisa mendapatkan perasaan seorin dengan tenang.”
Xiumin menatap kai dengan sinis. Kerutan kening kai tampak jelas, emosinya memuncak. Dengan gerakan cepat kai meninju xiumin tepat dimukanya membuat semuanya tersentak.
Dengan cepat juga lay menahan tubuh kai agar namja itu tidak berbuat yang lebih parah lagi.
“KAU!!! APA KAU TIDAK BISA MENGHENTIKAN PRASANGKA BURUKMU ITU HUH???!!!!”
Mati-matian juga xiumin menahan perasaan amarahnya. Ia meremas kepalan tangannya, tubuhnya bergetar menahan laju tubuhnya sendiri.
Beberapa detik kemudian, tampak mata kai yang membulat tiba-tiba. Seperti tersentak, dia tidak menatap ke arah xiumin. Tapi sosok yang berada di belakang xiumin. Sosok seorin.
Semua juga tersentak tiba-tiba. Dengan gerakan cepat lay berlari ke arah tubuh seorin dan memeriksanya.
Dengan pelan dan setengah tidak percaya, xiumin menoleh ke arah seorin. sosok seorin terhalangi oleh lay, tapi xiumin masih bisa mengetahui apa yang terjadi.
Seorin menangis.. airmatanya terjatuh begitu saja melewati pipinya yang telah kaku dan membiru.
“dia.. aku tidak percaya masih ada sel ditubuhnya yang hidup.” Gumam lay tetap mempertahankan jemarinya untuk berada di mata seorin.
Mengitari bagian wajah seorin dengan seberkas sinar pada jemarinya.
“a-apa dengan begini seorin bisa hidup kembali?” hyerin menatap lay dengan penuh pengharapan. Senyuman memancar dari wajah lesuh hyerin dan yang lainnya.
Lay tidak menjawab, dia masih berkonsentrasi mencari sel tubuh seorin yang masih hidup. Itu ternyata tidak terdapat pada matanya.
Lalu dari mana asalnya airmata itu?

Luhan menoleh ke arah jendela ruang kelas tempatnya dan riyoung berada saat ini dengan sentakan keras dan jantung berdegup kencang. Riyoung yang sedari tadi ada dipelukan namja itu, menoleh ke arahnya.
“wae? Apa terjadi sesuatu?”
Namun luhan tidak menjawab. Dia meremas dadanya sendiri. Riyoung menatap tingkah laku namjanya itu.
“wae?” dengan lembut ia mengelus rambut luhan.
“molla, entah mengapa. Aku seperti merasa ada jiwa yang kembali hidup..” ucap namja itu pelan. Riyoung mengerutkan kening, memiringkan kepalanya dan menatap luhan agar lebih mengerti apa yang namja itu rasakan.
“jiwa yang kembali hidup? Nugu?” sepelan mungkin riyoung berucap. Kembali luhan memberi jeda dalam ucapannya, dia terlalu bingung untuk mengutarakannya kepada riyoung.
Namun jelas ia merasa sedikit sedih.
Bukan, ini bukan kesedihannya. Ini seperti kesedihan orang lain yang turut ia rasakan. Kenapa?

**

Chen telah pergi saat itu juga ketika baekhyun mulai menunjukan amarah mutan yang ada pada dirinya. Amarah yang sesungguhnya dan baru pertama kali namja itu tunjukan.
Namun ia masih juga terpatung ketika melihat sosok jae ah yang terbujur lemah dengan darah segar mengucur begitu saja dari perutnya, ah .. entah, sepertinya seluruh bagian yang ada ditubuhnya juga terluka dan mengakibatkan pendarahan yang parah.
Yang pasti, saat itu juga hanya kris yang menghampiri tubuh jae ah dan mencoba membuat yeoja itu sadar. Namun baekhyun tidak bisa mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut kris, semua terasa tak bersuara.
Yang ada di otaknya hanya teriakan jae ah. Teriakan jae ah. Teriakan yang membuat jantungnya berdegup kencang. Membuatnya lupa diri.
“hyun.”
Baekhyun memegang kepalanya, rasanya kepalanya teramat berat. Sulit untuk tersadar dan berbuat sesuatu.
“BAEKHYUN!!!!!”teriakan kris kini cukup untuk membuat baekhyun tersadar dan menatap ke arah namja itu. Kris mengerutkan keningnya dengan muka tegang.
“kenapa kau berdiri saja? Harusnya kau berusaha untuk menangani jae ah, aku takut dia akan kehabisan darah dan..”kris tidak melanjutkan ucapannya, dia diam menatap baekhyun yang menundukan kepalanya.
“baekhyun, kau tidak sedang berpikir untuk membiarkan jae ah mati begitu saja kan?”
Baekhyun tetap bergeming, ia tetap menundukan kepalanya dan mata kosong.
Kesabaran kris sudah habis, dengan cekatan ia menggendong tubuh jae ah dan menidurinya di kasur UKS yang juga sedikit terbalur darah.
Berlari ke arah rak obat-obatan dan meraih perban sebanyak mungkin serta beberapa betadine atau obat penatralisir lainnya yang bisa menghentikan laju darah pada tubuh jae ah.
“sial! Kemana lay disaat seperti ini??” rutuk kris dan berusaha menyapu beberapa darah yang terbalur di tubuh jae ah. Kris juga menahan sebentar 3 spot luka di tubuh jae ah agar darahnya tak mengalir begitu banyak. Yakni diperut, lengan dan pundak.
“astaga!” sungtae yang muncul dari pintu UKS dengan cepat menutup mulutnya dengan muka terkejut.
“apa yang terjadi padanya?” sungtae berlari ke arah tubuh jae ah. Suho juga terkejut melihat keadaan yang telah terjadi.
“biar aku yang melakukannya.” Sungtae menadangkan tangannya agar kris memberinya perban serta betadine. Dengan cekatan pula sungtae menahan laju darah sungtae. Namun darahnya tak juga berhenti atau sekedar tertahan sebentar.
Suho menoleh ke arah baekhyun yang masih saja terdiam, tepatnya menundukan kepala.
“kris, apa yang telah terjadi?” tanya suho tetap menatap ke arah baekhyun dengan lamat. Kris yang sadar namanya terpanggil menoleh ke arah suho. Tadinya ia ingin berkomentar karena suho hanya memanggilnya dengan nama tanpa embel2 ‘guru’, tapi ini bukan waktu yang tepat. Kris menghela nafasnya.
“jae ah terkena serangan chen. Untung kami berhasil membuat chen menghentikan serangannya sebelum lebih lanjut lagi, dan ini membuat luka di tubuh jae ah tidak terlalu… parah..”
Suho tetap menatap ke arah baekhyun.
“ya, apa kau tidak tergerak?” ucap suho dengan nada datar. Namun baekhyun tetap diam tanpa mengangkat mukanya. Suho memiringkan mukanya, sekedar memastikan apa namja itu menangis. Namun hasil yang ia dapat, namja itu hanya memasang tatapan kosongnya tanpa ada raut sedih atau menyesal diwajahnya.
Suho mendengus.
“ya! Byun baekhyun! Apa kau tetap ingin berpura-pura untuk tidak peduli? Kau kira aku tidak tahu alasan kau kembali ke bumi??” suho mendorong tubuh baekhyun pelan namun itu cukup bisa membuat namja itu bergerak pelan dari sikap berdirinya.
Baekhyun menatap suho. Kini tatapannya sangat dingin, lebih dingin dari yang sebelumnya.
“jika memang manusia ditakdirkan untuk mati saat ini juga, dia memang harus mati dan bisa menerima itu. Untuk apa kita menentang takdir?”
Suho mengerutkan keningnya, rasa gemas pada namja itu membuat tubuh suho bergerak kearahnya dan mengepalkan tangannya ke arah wajah baekhyun. Namun kepalan tangan suho terhenti. Terhenti tepat didepan wajah baekhyun yang tak juga mengedip atau mengeluarkan reaksi terkejut.
“suho.sshi, darahnya tidak mau berhenti juga. Kita harus membawanya kerumah sakit untuk dijahit.” Sungtae menatap ke arah suho tanpa memperdulikan keadaan antara suho dan baekhyun.
Suho menoleh pelan ke arah sungtae. Dengan pelan juga ia menjatuhkan kepalan tangannya, ia menatap ke arah baekhyun. Menggeleng seperti menunjukan keprihatinan pada sikap naif yang dimiliki namja itu.
Suho pun melangkah ke arah sungtae, kris dan jae ah yang masih mengerang pelan penuh kesakitan.
Baekhyun menatap wajah jae ah, wajah penuh kesakitan jae ah. Seketika itu juga baekhyun kembali merasakan kesakitan tepat dihatinya yang paling dalam dan tidak juga ia sadari.

**

Mata lay masih tertutup dan mengerutkan keningnya, berusaha mencari sel lebih dalam pada bagian wajah seorin yang sudah membiru.
Semua menatap ke arah lay dengan siaga. Xiumin menatap lay dengan jantung berdebar keras, berharap lay akan mengucapkan hal yang bisa membuatnya tersenyum atau bernafas lega.
Sinar di jemari lay memudar, lay membuka matanya dan menghela nafas berat.
Ia menyeka keringatnya yang sudah sangat banyak terkuras.
“aneh sekali, seharusnya ada sel yang masih hidup. Tapi aku tidak menemukannya sama sekali, lalu kenapa ia tadi mengeluarkan airmata?” gumam lay sendiri tapi masih bisa didengar oleh yang lainnya.
Semua tak bisa menyembunyikan muka kecewanya lagi.
“coba kau cek dari airmatanya! Mungkin itu bisa menjadi jawaban!” sergah xiumin menatap lay. Cahaya pengharapan masih tampak jelas dimata namja itu.
Lay menatap xiumin, ia menghela nafasnya. “airmata tidak bisa digunakan untuk menghidupkan, airmata tidak mempunyai sel atau titik kehidupan.” Ucap namja itu. Ekspresi xiumin berubah, ia menatap ke arah seorin.
“kalau begitu, kita gunakan cara yang tadi. Gunakan kekuatanku untuk membuat seorin kembali hidup sebagai manusia!”
“YA XIUMIN!!!!!” teriak kai dengan keras. Xiumin menoleh ke arah kai dengan sinis.
Namun dengan segera juga namja itu menatap lay dan mengaggukan kepalanya untuk meyakinkan lay.
“apa kau yakin?” lay menatap xiumin. Namja itu juga tidak bisa menyembunyikan keraguannya, ia tak pernah menyangka bisa punya kesempatan untuk menghidupkan seorang manusia bersamaan dengan mengakhiri kehidupan seorang mutan.
Dengan mantap xiumin mengaggukan kepalanya.
“xiumin, apa kau yakin? Ini bisa membuat seorin semakin sedih..” hyerin menatap ke arah xiumin dengan berat. Pandangannya benar-benar berubah sekarang, ia tak menyangka xiumin bisa nekat melakukan hal seperti ini demi kehidupan seorin.
Namun xiumin tidak menjawab hyerin, bahkan tidak menatap hyerin. Ia tetap menatap seorin dengan tatapan kosong.
Xiumin memejamkan matanya.
“lakukanlah.” Ucapnya pelan.
“xiumin!! Kau namja terbodoh yang pernah kukenal!!!!!” teriak kai dengan muka tak percaya. namun xiumin tidak menghiraukannya.
Lay menatap xiumin, nafasnya sangat berat untuk ia hembuskan. Dengan perlahan ia meraih tangan xiumin. Menaruh tangan xiumin tepat didada seorin yang telah terbalur selimut.
Lay juga menaruh tangannya diatas tangan xiumin.
“pejamkan matamu dan berkonsentrasi..” ucap lay. Xiumin sebentar menatap wajah seorin, dengan perlahan ia menutup matanya.
“xiumin.” Lay memanggil nama namja itu dengan tetap memejamkan matanya. Xiumin tak menjawab panggilan lay, ia tetap berusaha memejamkan matanya dan berkonsentrasi. Namun lay tahu xiumin pasti mendengar ucapannya.
“jika nafas mulai terasa sesak, kau harus mengucapkan sebuah kata kepada seorin. setidaknya itu bisa menjadi kata-kata yang ingin kau ucapkan kepada seorin sejak lama dan tidak bisa kau ucapkan. Karena, saat itu juga… nyawa ditubuhmu akan dengan cepat meninggalkan raga yang kau miliki.”
Xiumin tersenyum mendengar ucapan lay.
“neee.” Ucap xiumin pelan dan penuh dengan keceriaan. Seperti menunjukan bahwa ia akan senang telah melakukan hal ini.
Hyerin dan semuanya tak bisa lagi menahan airmatanya. Kai menatap xiumin dengan gelengan pelan dan mata memerah.
Hingga sinar mulai muncul tepat ditangan mereka berdua…

TBC

About fanfictionside

just me

69 thoughts on “FF/ SPECIAL BOYS/ EXO/ PART 12

  1. Omooooo Kenapa lama sekali ngepostingnya? aku lama nunggunya #demo didepan rumah author#

    pokoknya cepat lanjuttt, Xiumin, satu kata untukmu DAEBAK

  2. mantappppppppppppppppppppppp!!!!!!!!!akhirnya keluar jga..part 13 dong thorr hehe…
    jgn buat si baozi mati yah thor :'((

  3. Thor mau lanjutan nyaaaaa….
    >.<
    Makin kesini makin aja seru nya.
    Nasibnya seorin aja blom jelas bgini..
    Pengen nya seorin ama kai aja, tapi xiu min jgn di matiin T_T

  4. Aaaaaaaaaaaa akhirnya keluar juga part 12~
    Seru nih seru! Xiumin cinta banget yaa ama Seorin, sampe rela mati. Keren tuh. Tapi… masa’ Xiuminnya harus mati sih? Jangan dong author, kasian Seorin nanti~
    Jae Ah juga jgn mati… Baekhyun apaan sih, sok jual mahal banget. Geremmm banget jdnya ama ϑĭα.
    Cepetan post part 13nya Author! Ditunggu nih kkkkk

  5. xiumin baik banget rela mati demi seorin😥
    ihh itu si baekhyun di saat seperti itu masih aja naif padahal dia shock berat itu sampe tatapan.a kosong gitu.
    authorr cepetan di post ke lanjutan.a penasaran banget nih…

  6. HAH *bakar spanduk bareng Lay* lama banget sih mostingnya -_- lama-lama si chen gue suruh ngajuin diri jadi gubernur jawa barat nih!
    Serius gue sedikit menitikan air mata ngeliat ketulusan si bakpao u,u gue sih ogah wkwkwk canda thor! Makin penasaran sama lanjutannya deh, sesuatu yang nggak mungkin banget terjadi bisa terjadi disini! keren deh diluar akal🙂
    typo diperhatikan juga yak! Maybe banyak yg agak aneh sih terutama dibagian2 medisnya hehe tapi nggak apa-apa mungkin emang sama writter dibikin aneh kali yaa :p tanda-tanda kehidupan yang paling diperhatikan itu salah satunya sebenernya tingkat kesadaran sama pernafasan *itu paling utama* perdarahan nggak mempengaruhi kok thor😀
    Cepetan ye part 13 nya jangan ampe si Chen gue suruh demo juga bareng gue nih –“

  7. Sumpah keren,abis baca dari part 1…
    Ahhh lanjut minn penasaran nnti seorin sm xiumin atau xiumin mati ?

    Chen lo jahat bnget sih -_-
    Sehun sm chanyeol di part ini ga ada T,T

  8. Bagaimana ini ?! Seorin antra akan hidup dan sepenuhnya meninngal., dan Xiu Min terancam akn meninggal ditambah Jae ah yg juga mulai sekarat T_T

    “Ya Baekhyun !!! Kenapa tdak melakukan apa-apa ?!! ”
    #teriak pake toa d kuping Baekhyun

    Jangan sampe ada yg meninggal y thour.. buat haepia-ending happily ever after (malah nyanyi what is love😀 )..

    part 13nya d tunggu banget thour, jangan lama” y😉

  9. OMO…>0< AKHIRNYA KLUAR JGAK……
    DAEBAKKKKKKK THOR…….
    Tpi knpa bgiannya seorin cman dkit?? Kn pnasaran….

    Thor pliss…… jngan bkin Xiumin musnah d part slanjutny.T^T
    Gg rela..T^T
    Pnasaran bnget entr seorin bsa hdup gg……..
    Brhrap ad keajaiban klo nyawany seorin bsa d tuker am stengah nyawa Xiumin dn stengah nyawa Kai jdi Xiumin gg perlu mati T^T

    Daebak bnget thor. d tunggu part slanjutnya…….^0^
    Tpi jngan lma" post,ny😀

  10. whaaaat?????? kenapa harus TBC TT.TT
    xiomay jangaaaan matii aaah
    ceritanya kece badai tornado tsunami gempa bumi
    aaaaa itu baekhyun ayoo dong bantu jaeh
    envy envy envy ngeliat riyoung yang disayang banget sama luhan

  11. Akhiiiirnyyaaa…
    Aduh, kasian jaeah dy lg skrat jg tp lay g ada tll sibuk ma seorin..
    baozi biarin aja napa seorin jd mutan..
    Ayooo dlnjut thor, pnasaran ini..

  12. .hi annyeong. Joneun ierna imnida. 18thn. New reader.
    .td malem Q googling n nemu ff EXO n nemu blog qm, q suka ma ff Qm *qm ama q tuaan cp y ??*
    .ff qm ni daebbak bngt. Jjang.
    .tp np Chen jahat bngt. Senyum ny Chen kan biasa ny senyum manis n polos *!!*.
    .trz trz, Q pnsran ama cew yg ditaksir Lay. Jooyi kah ? Coz Jooyi bLm da pasangan ny. K k k~
    .Seorin jd mutan ja gpp, drpd Si Bocah Tengil hrs mati. Hueee g rela….!!
    .pa lg y ?? Oh iy, JaeAh g boleh mati, kasian Baekhyun ny nnt jd mayat hidup. K k k~
    .ay lanjutan ny cptan dposting. Penasaran tingkat akut nih.

  13. sumpahhhh thorrr nyesek bgd wkt xiumin blg dia mw ngorbanin nyawa.a demi seorin x(
    andwaeeeeee xiumin oppa gk blh mati kasiannnn seorin…
    thorr lanjutin ff.a cptn yaaa pnasaran bgd nh ~~

  14. setelah ngubek ubek nie blog akhirny ktemu ni part….
    huaaa….
    lanjutany cepet dunk…
    penasaran tingkat akut…
    ceritanya keren badai…
    kwkwwk

  15. hyaa! knpa tbc? menguras emosi sangat nih, daebak!!
    pengen bgt jitak pala bacon & pnasaran bgt cerita kelanjutannya! gesit lanjutnya yaaaa~~~~ berharap xiumin tetap hidup n bhagia *hiks*

  16. wahh , gw penasarn ni kelanjutannya .. atau endingnya di sini ..
    penasaran ni , pa yg akan terjadi selanjutnya .. ku bkalan tunggu ni meski berminggu minggu ( penasarn bgt ni thor )
    please lanjutan ya , nanggung neh ..

  17. ak malah berdoa semoga si jae ah mati biar tau rasa si baekhyun ny ckck
    *poorxiumin*
    ak nangis baca part pergumulan dia buat gantiin nyawa seorin
    dan ad apa dg chen ? apa mungkin dia jd begitu karna jae ah memutuskan buat jd manusia ?
    agak2ny chen jg punya cinta terpendam nih

  18. Xiuminnnn.. Huuaaaaa eonni… Aku nangis bacanya *hikshiks:'(* Xiumin kasian banget, tapi dia gentleman banget.. Kenapa engga chen aja yang nyerahin nyawa(?)*okeabaikan*ngawurrr* next chap ditunggu eonni.. Hwaitingg!!!^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s