FF oneshoot / YOURE THE ONLY ONE / kim soohyun-shin soohyun


ini emang ff lama ku yang ku posting lagi~🙂
jadi maklumin aja kalau bahasanya berantakan xD wkwk

cast :

+ Park Hye-Rin

+ Kim Soo-Hyun

+ Shin Soo-Hyun (soo hyun u-kiss)

+ Shin Dong-Ho

+ Kang Seo-Rin (numpang ngeksis)

genre : romance

author : alvianyHwang

aku tak pernah bermaksud menyakiti semua orang yang ada didekatku

aku hanya ingin menggapai kebahagianku . hak ku sebagai manusia .

tapi kenapa harus membuat semua orang tersakiti?

apa aku salah ? apa aku begitu bersalah ?

“kim soohyun imnida . kau bisa memanggilku soohyun .”

ucap namja itu tersenyum didepanku . dia menyodorkan tangannya ke arahku dengan bersahabat .

aku yang saat itu masih tak bisa berkata apa apa hanya bisa menatap tangannya dan tak bergeming .

aku teringat tentang namjachinguku yang sudah bersamaku dari kecil dan seminggu yang lalu baru meninggalkanku ke dunia yang berbeda karena kecelakaan .

tak ada kemiripan dari namja yang baru kukenal ini dengan namjachinguku itu . hanya satu yang membuatku termanggu .

SOOHYUN .

nama mereka mirip .

meski hanya berbeda dari marganya saja . sebenarnya tak aneh jika orang korea memiliki nama yang mirip .

tapi , kenapa ini sangat kebetulan ?

baru seminggu aku kehilangan shin soohyun , namjachinguku . sampai sekarangpun aku masih belum bisa menerima kepergian soohyun dan masih sering menangis di kamar sendirian sambil menatap potretku dengannya .

dan sekarang …

seperti sebuah kebetulan yang sukses menohokku , seorang namja hadir memperkenalkan dirinya dengan nama soohyun .

dia memang berbeda dengan soohyun yang kukenal .

namja ini selalu mengeluarkan senyum manisnya , dan soohyun selalu mengeluarkan wajah cemberutnya yang kusuka dan aku selalu sukses membuat soohyun kembali tersenyum dengan katakataku .

soohyun , namja itu memiringkan kepalanya menatapku .

“waeyo? apa ada yang salah?” tanyanya bingung . pikiranku buyar dan mulai membalas salam perkenalannya .

aku mencoba tersenyum meski air mata sudah berada di ujung mataku . mereka memaksa untuk keluar dan menjadikan ku lemah lagi .

“hyerin imnida .” ucapku sambil tersenyum .

***

aku bersandar pada tembok belakang restoran tempatku bekerja .

ini memang sulit ku terima . namja bernama soohyun telah menjadi rekan kerja ku di restoran ini .

mereka memang berbeda , namun setiap aku mendengar namanya dipanggil atau memanggil namanya hatiku selalu sakit dan teringat soohyun masa laluku .

apa aku egois jika aku meminta soohyun mengganti namanya untukku?

aku tertawa getir . itu sangat mustahil untuk ku minta .

kepalaku ku dongkakan melihat ke arah langit .

langit yang biru dengan awan . sangat indah . pikiranku kembali menjelajah ke masa lalu .

ku pejamkan mataku . teringat saat saat aku bersama soohyun masa lalu .

dari tawa , tangis , marah dan benci yang kita rasakan dan lalui . hingga fase itu mulai berubah saat kepergian soohyun .

aku saat itu sempat bersamanya , beberapa jam sebelum kepergiannya ke alam lain yang berbeda denganku .

flashback_

“soohyun !! ayo kajja cepat ! penerbangan sebentar lagi !” ucap seorang lelaki tua dari kejauhan tempatku dan soohyun berdiri saat ini .

soohyun menatap ke arah orang yang memanggilnya .” NE ! sebentar lagi paman !” ucapnya dengan kencang dengan suara yang lucu .

dia kembali menatapku yang saat itu tengah menangis dalam diam menatapnya juga . dia tersenyum dan menyentuh kepalaku khasnya .

“berhentilah menangis , itu membuatku semakin berat meninggalkanmu disini .” ucapnya sedikit nada berat . mungkin dia juga ingin menangis .

aku menggeleng sambil mengusap airmataku yang sudah sangat banyak terjatuh .

“ani ! kau tidak meninggalkanku oppa~ kau hanya akan berjalan jalan sebentar di kanada~ dan setelah itu kau akan kembali lagi kesini kan oppa?” ucapku dengan airmata yang tetap saja tak bisa kuhentikan . soohyun tersenyum dan mengusap kepalaku lagi .

“ne ! kau benar~ aku hanya jalan jalan di kanada dan akan cepat kembali kesini . jangan pernah hitung hari harinya , itu akan membuatmu semakin lama menunggu . lewati dengan senyuman hingga pada akhirnya aku akan kembali dan memberikanmu oleh oleh dari jalan jalan sebentarku ini . ara ?” tanyanya dengan lembut . aku terdiam dan mengagguk kencang .

perbincangan ini terasa berat bagiku . hanya sebentar dikanada , padahal dia akan berada di kanada selama 3 tahun .

awalnya terasa berat bagiku menerima keputusannya untuk melanjutkan studynya di kanada bersama pamannya . tapi , aku selalu senang dan bahagia melihat senyum bahagianya saat ia dapat menggapai semua yang dia inginkan .

itulah yang membuatku dapat merelakan kepergiannya ke kanada .

“ok~ aku pergi dulu ya~ jaga dirimu baik baik . aku hanya meminta itu . kau mengerti hyerin?” tanyanya lagi mendekatkan wajahnya ke arahku . aku menatapnya . airmataku kembali terjatuh . dia tersenyum dan perlahan dia menghelus wajahku , bibirnya dengan lembut menyentuh bibirnya bersama tangis ku yang semakin membesar .

dan tepat keberangkatannya dengan pesawat .

dihari itulah yang sangat aku hindari dan tak ingin aku lalui .

dongho , adik dari soohyun datang dengan muka sayu dan airmata yang tampak jelas dari mukanya yang biasa selalu pantang untuk menangis . aku menatap dongho dengan bingung dan pertanyaan dipikiranku .

hingga dengan terbata bata dongho menceritakan semuanya .

kepergian soohyun . kepergian soohyun yang sebenarnya .

pesawat yang soohyun tumpangi tak bisa menahan lajunya hingga akhirnya terjatuh dibibir jurang pantai bersama ledakan pesawat itu .

apa mungkin soohyun bisa selamat dan tersenyum mendatangiku dan berkata .”aku baik baik saja .” ?

apa dia akan tetap menepati janjinya saat itu , bahwa dia tak akan lama lama melakukan perjalanannya ? dia akan tersenyum dan memelukku lagi .

aku tak bisa menghentikan air mata dan teriakan sakitku .

aku terus menjerit dan menjerit melampiaskan kesakitan hatiku .

detik itu aku sempat berpikir dalam jeritankku , apa aku akan gila setelah ini? apa aku akan ikut mati setelah ini?

flashback end_

aku menghentikan pejaman mataku . hingga dapat melihat wajah langit lagi .

terlalu berat bagiku mengingat kembali saat saat itu .

banyak yang bilang aku cukup kuat sebagai seorang yeoja yang baru saja ditinggal orang yang dicintai . tapi apa yang mereka tahu?

saat ini aku memang diam . namun dihatiku tetap menjerit dan menangis .

luka ku tak bisa tertutup dan merapat lagi .

“hyerin.ah ? kau disana ?” suara seseorang menghancurkan semua pikiranku . aku menoleh dan menghapus airmataku , namun sosok yeoja yang tak lain seorin temanku tetap bisa melihatku yang menangis .

dia berjalan ke arahku dan menyender disampingku .

dia menatapku dengan diam dan kesedihan .

“kau tak boleh mencintai soohyun yang sekarang .” ucapnya pelan dan menatap tanah tempatnya berpijak tanpa menatapku . aku menatapnya . lalu tertawa pahit .

” apa kau kira aku akan menganggap dia sebagai soohyun walau nama mereka mirip? mereka orang yang berbeda~” ucapku terisak mencobaa menghentikan airmataku yang entah kenapa terus terjatuh semenjak kedatangan seorin . seorin menatapku .

“aku tak mau kau merasakan kehilangan lagi . cukup saat soohyun meninggalkanmu . jika kau ingin mencari cinta baru, carilah yang lain asal jangan soohyun yang ini.” ucapnya lagi . aku menatapnya dengan bingung . sedikit ada yang aneh dalam makna katakatanya kali ini .

“kau menyukai soohyun?” tanyaku . seorin terkejut mendengar katakataku dengan cepat dia menggeleng .

“tidak ! aku masih mencintai eunhyuk~ apa aku sudah gila menghianati tunanganku itu~” seorin mencibir dan sedikit memukulku pelan .

“lalu? kenapa kau seperti sangat tidak setuju aku menyukai soohyun yang ini? apa karena kau takut aku terluka karena nama mereka yang mirip?” tanyaku . seorin menatapku .

“jika kau menyukai soohyun dan jika suatu saat kau akan menjalin hubungannya dengannya , cepat atau lambat kaupun akan kehilangan dia .” uca seorin membuatku mengerutkan kening .

“maksudmu? aku tak mengerti..” ucapku yang membuat airmataku mulai berhenti mengalir .

“soohyun , kim soohyun tadi baru menceritakan soal penyakitnya . dia menderita karsinoma hepatoseluler . kau tau kan itu penyakit apa?” seorin menatapku . aku diam . aku tahu , itu adalah nama lain dari kanker hati .

“dia bilang dia ingin bekerja di restoran ini untuk menjalani saat saat terakhirnya . dia berkata itu karena dia pasti akan pergi , jadi aku mohon . kau tak boleh mencintainya . aku tak ingin melihatmu menangis lagi .” ucap seorin tersenyum pelan . aku tetap diam .

apa bagi seorin aku akan melupakan soohyun begitu saja dengan soohyun yang sekarang ? itu konyol .

mataku terus menggunduk pada sebuah makam yang tanahnya masih sangat baru , bersama bunga yangku taruh di atas makanm tu .

aku menundukan kepalanya .

tak seharipun aku absen dari mendatangi makam soohyun . ini adalah rumah abadi soohyun . soohyun hanya sendiri disini dan aku harus tetap menemani soohyun agar dia tidak menangis kesepian .

perlahan airmataku kembali terjatuh mengenai tanah makam soohyun .

kututup mulutku menahan kesakitan yang teramat . ini sangat terlalu cepat .

“kau … hyerin kan ?”

aku menoleh pelan ke arah sosok yang memanggilku .

hingga mataku terbelalak melihat sosok kim soohyun berdiri di depanku saat ini . tepatnya didepan ku dan makam soohyun saat ini .

soohyun mengenggam buket bunga di tangannya .

soohyun menatap makam yang berada didepaku dan dapat melihat nama hangul yang sama sepertinya .

dia mendekat .

“apa shin soohyun itu adalah orang yang sangat kau cintai?” tanya soohyun dan menatapku . aku berdiri dari duduk dan menghapus airmatana . aku mengagguk tanpa bisa menjawab .

terlalu berat untuk berbicara dengan soohyun ataupun memanggil namanya . jika aku memanggil namanya , ingatan tentang shin soohyun seperti kembali memutar dalam otakku .

soohyun diam menatapku .

“apa namaku dan nama namja ini yang mirip membuatmu begini?” tanyanya pelan .

aku diam . isakan kembali keluar dari mulutku .

soohyun menunduk . tiba tiba dia duduk menghadap makam soohyun masa lalu dan menatap makam itu . dia menaruh buket bunga segar itu dimakam soohyun , membuatku terkejut .

“itu kan untuk makam yang ingin kau datangi ! jangan begitu , kasian makam yang ingin kau datangi tak bisa menerima bunga itu !” tiba tiba aku menariknya . dia tersnyum dan menggeleng .

“tak ada makam yang ingin aku datangi . entah kenapa , seperti terpanggil aku ingin membawa buket bunga ke pemakaman . dan tiba tiba aku bertemu denganmu .” ucapnya lalu menatapkku .

“kau boleh tidak memanggilku soohyun . panggil saja aku kim atau samdong . apa saja yang bisa membuatmu tenang dan tak menangis lagi .” ucapnya lagi pelan . aku menatapnya dengan lamat .

hatiku bergetar mendengar katakatanya .

dia tersenyum manis dengan muka yang menurutku sedikit pucat .

“ya ! hentikan tangismu ! hmm maksudku kau boleh menangis tapi jangan sering sering ! kasian soohyunmu itu ! ddia pasti ikut sedih melihat kau sedih !” ucap soohyun menunjukku sambil tertawa pelan .

aku diam dan perlahan menghapus airmataku .

dia tersenyum . “bagus .” ucapnya lagi .

***

3 hari berlalu

aku bisa berbicara biasa dengan soohyun dan memanggilnya dengan nama yang berbeda . samdong .

sangat berat bagiku memanggilnya soohyun .

banyak yang aneh dengan panggilan soohyun yang kuberikan . kenapa harus samdong? apa hubungan namanya dengan samdong?

ya aku memang bodoh dan hanya bisa tersenyum saat semua bertanya .

“apa kau bisa berhenti memanggilnya samdong?” ucap seorin tiba tiba saat aku dan dia tengah mencuci piring di dapur belakang restoran . aku diam tak menjawab kata kata seorin .

seorin menghentikan kegiatan mencucinya dan berjalan ke arahku . dia berdiri disampingku .

“kau tak kasihan dengan soohyun? meskipun dia yang memintamu untuk memanggilmu samdong, tapi tetap saja dia akan merasa sakit karena kau tak seperti tak menganggapnya bahwa dia adalah kim soohyun !” ujar seorin membuatku terdiam . aku menatap seorin .

“ini caraku untuk berhenti terpuruk seorin . jika akku tetap memanggilnya soohyun meskipun dia bukan seorang shin soohyun . tetap saja itu semakin membuatku sakit dan mengingat shin soohyun !” ujarku sedikit kesal . seorin terdiam dan menghela nafasnya berat .

***

aku menarik kantong sampah besar dengan susah payah kebelakang restoran .

helaan nafas keluar dari mulutku . hingga sebuah tangan kekar membantu ku membawa kantong sampah itu . aku menatap sosok pemilik tangan itu . dan tampak soohyun . dia tersenyum .

“perlu bantuan?” tanyanya tersenyum . aku membalas senyumnya .

dia membantuku membawa kantong sampah itu dan berhasil menaruhnya ditong samaph besar .

“gomawo~” ucapku tersenyum . dia tersenyum dan menunjukan tanda jempol nya .

“gwaenchana ! kewajibanku !” jawabnya ceria , meski wajahnya yang semakin hari semakin terlihat pucat . aku menatap soohyun .

“soohyun kenapa kau memaksakan diri untuk bekerja meski keadaanmu sedang tak baik ?” tanyaku . soohyun menatapku bingung .

“kenapa kau memanggilku soohyun? aku kan ..”

“hentikan soohyun . kau adalah kim soohyun . bukan shin soohyun . tak apa jika aku memanggilmu soohyun saja . kau berbeda dengannya .” ucapku tersenyum . soohyun diam dan lalu tersenyum .

aku baru mau menanyakan keadaannya lagi namun tehenti saat seseorang memanggilku nuna .

aku dan soohyun menoleh bersamaan dan tampak sosok namja manis menatapku tersenyum . dongho .

“dongho ..” ucapku dengan nafas sesak .

aku berjalan ke arahnya dan memeluknye erat . melihatnya aku seperti melihat soohyun . dia ikut memelukku .

“mian aku datang tak mengabarimu .” ucapny . aku menggeleng dan melepas pelukanku . aku tersenyum dengan mata berkaca kaca .

“nuna tidak menangis terus menerus kan ? ayolaah~ nuna harus kuat !” ucap dongho membuatku tertawa meski sedikit getir .

dongho menatap ke arah soohyun .

“nugu nuna?” tanya dongho menunjuk soohyun . dongho tersenyum ke arah soohyun .

aku menoleh ke arah soohyun .

“kenalkan . namaku samdong .”

“ani ! namanya kim soohyun , dongho.ah .” ucapku lagi menyelak katakatanya . dongho sedikit terdiam mendengar katakataku . membuat soohyun terdiam juga .

entah kenapa sekarang aku selalu merasa kesal jika soohyun mengaku dirinya samdong . karena dia adalah kim soohyun .

***

kembali aku berdiri didepan makam soohyun yang sebelumnya bersama dongho yang sudah kembali pulang .

aku kembali teringat perbincangan pelanku bersama dongho , menceritaka soal kim soohyun .

katakata dongho yang menyuruhku mencari cinta lain selain hyungnya itu .

dongho bilang bahwa kebahagiaan hyungnya itu adalah melihatku bahagia .

mataku menatap makam soohyun tanpa henti dan tiba tiba airmataku kembali terjatuh . ah~ aku sangat lemah jika aku mulai mengingat tentang ssoohyun .

mataku tiba tiba terpaku melihat sosok soohyun sekarang yang berjalan ke arahku , dia kembali membawa buket bunga . dari kejauhan dia tampak tersenyum .

hingga dia berdiri didepanku sekarang . “annyeong~ mian aku kembali lagi .” ucapnya . aku diam . dia pun duduk didepan makam soohyun dan menaruh buket bunga keduanya itu dimakam .

dia mengatupkan tangannya seperti berdoa .

lalu dia beranjak lagi dan menghadap ke arahku .

“kenapa kau membawakan dia bunga , padahal kau kan tidak mengenalnya . berhenti melakukan hal ini kim soohyun .” ucapku sesak .

soohyun sedikit terdiam mendengar katakataku . hingga pada akhirnya dia tersenyum .

“ini bunga terakhir dariku untuknya .” jawabnya dan menatap makam soohyun . aku terdiam mendengar katakatanya . apa maksudnya?

hingga dia menatapku lagi . wajahnya sangat sanga pucat sekarang . pikiran takut menyergapku sekarang .

“hyerin . saranghae .” ucapnya tiba tiba diikuti dengan angin yang bertiup kencang . tenggorokanku tercekat .

soohyun tersenyum .

“aku hanya ingin memberitahu perasaanku tanpa brepikir untuk mendapat jawaban . jika memang aku mendapat jawaban , aku ingin kau menjawab bahwa kau tak mencintaiku . kau membenciku , itu akan membuatku tenang .” ucapnya laggi diikuti senyumnya lagi . aku tetap diam menatapnya .

hingga tiba tiba dia berbalik dan berjalan menjauh dariku . aku menatap punggungnya yang menjauh hingga tiba tiba aku menarik tangannya dan memeluknya dari belakang . dia diam dan aku menangis dalam pelukannya .

memeluknya didepan makam soohyun .

“hyerin . kenapa kau melakukan ini ?” soohyun berujar dengan serak , dia seperti ikut menangis . aku terus memeluknya erat .

“jengan berkata seakan kau akan pergi . kau salah jika aku tidak mencintaimu . mungkin aku yeoja yang laknat sampai melupakan cintaku dengan shin soohyun dan mencintaimu , tapi akku benar benar tak ingin kehilangan kau saat ini . aku tak pernah mengaggapmu sebagai shin soohyun atau orang yang mirip dengannya . kau adalah kim soohyun !” ujarku setengah berteriak dengan serak dan tetap memeluk tubuhnya erat . dia diam .

tiba tiba diam melepas pelukanku dan menghadapkan tubuhku ke arah nya .

dia memelukku erat seperti aku memelukny . dia melepas pelukannya dan meraih wajahku . wajahku dan wajahnya kini sangat dekat dan tak lama aku dapat merasakan bibirnya yang pucat dan terasa dingin dibibirku . dia melumat bibirku dengan penuh cinta .

tangannya memelukku lagi dengan erat . dia pun seperti takut bahwa dia akan pergi meninggalkan . tiba tiba dia melepas ciumannya dan menatapku dengan muka pucatnya . matanya mengerjap dan sedikit berat untuk terbuka . aku menattap bingung diirinya . rasa takut mulai merasukku .

“soohyun . kau tidak apaa apa ?” tanyaku dan mengenggam tangannnya yang benar benar terasa dingin sekarang . hingga tubuh soohyun terjatuh ambruk didepanku diikuti jeritanku .

***

aku terus menunggu soohyun didepan lorong ruang UGD .

airmataku tak bisa berhenti mengalir .

rambutku yang acak acakan sudah tak kupedulikan . aku terlalu takut untuk kehilangan lagi .

“hyerin !” seorin berteriak dan datang dengan dongho . aku bangkit dan dengan cepat memeluk seorin dengan airmata yang tertumpah deras .

terisak dipelukannya . seorin memelukku juga dengan erat .

“apa ku bilang . kenapa kau juga mencintainya? aku takut kau akan menangis seperti ini. kenapa hyerin? apa berat bagimu?” seorin ikut menangis memelukku sangat erat . aku tak menjawab katakatanya dan terus menangis kencang .

dongho hanya diam dengan muka sedih . airmata seperti juga ingin terjatuh dari matanya .

“dia akan baik baik saja kan seorin? dia akan kembali tersenyum dengan senyumnya itu..” ucapku sambil menangis deras . seorin diam dan ikut terisak .

tapi tak ada gerakan jawaban yang biasa dia berikan .

tiba tiba pintu terbuka . tampak dokter keluar dengan muka kusut .

dia menatapku dan yang lainnya .”dokter ! bagaimana ? apa dia tak apa apa ? dia tak apa apa kan dokter?” tanyaku sambil menangis deras .”nona hyerin . dia ingin berbicara denganmu didalam . hanya kau .” ucap dokter itu tanpa mejwab pertanyaanku . aku diam . dokter itu menyerahkan baju hijaunya yang digunakan untuk masuk keruangan udg .

dengan cepat aku memakai baju itu . aku menatap pintu ruang ugd dan menghela nafas berat . menghapus airmataku . aku perlahan masuk kedalam dan melihat sosok soohyun yang terbaring lemas dengan selang selang infus memenuhi tubuh lemah dan pucatnya . dia sadar kedatanganku dan tersenyum . bibirnya yang kering tetap tersenyum meski melihatku menangis .

aku duduk didekatnya dan mengenggam tanganya pelan . airmataku terjatuh lagi . dia mencoba mengangkat tanganyan dan menghapus airmataku .

“hapus airmatamu . aku tak suka .” ucapnya pelan . aku tetap terisak . dia menghelus wajahku pelan . tangan dinginnya dapat aku rasakan .

“jangan pergi .” ucapku . “aku mohon .” lanjutku lagi . dia tersenyum danmenggeleng perlahan dengan pelan .

“tidak akan . aku tak akan meninggalkanmu . aku akan tetap disini . aku akan selalu ada disetiap kau melangkah .” ucapnya pelan dan serak . aku diam dan menangis tambah deras .

“kau bohong . kau bohong . bohong . jangan berbohong . aku mohon jangan pergi soohyun .” aku terisak seperti anak kecil dan terus mengenggam tanganya erat . sangat erat .

dia tersenyum .”gomawo hyerin .” ucapnya

“dulu . saat aku berpikir akan menghabiskan hari hari ku sebelum benar benar pergi , aku tak pernah berpikir bisa merasakan cinta seperti ini . terimakasih sudah mau mencintaiku .” ucapnya lagi .

aku diam membiarkan dia berbicara . akupun tak bisa berbicara lagi dan hanya bisa bekata jangan pergi .

dia menghelus wajahku lagi .

“mianhae …” ucapnya serak .

“jeongmal mianhae …..” ucapnya lagi . dia menghelus wajahku . hingga perlahan tangannya berhenti menghelusku dan terjatuh pelan ditanganku . aku menatap ke arahnya . dan aku sudah dapat melihat wajah terpejamnya yang tenang . senyumnya yang tersungging dan airmata yang membalur wajah pucatnya .

beberapa dokter kembali masuk kedalam ruang UGD . aku menatap monitor yang menunjukan garis datar .

dokter dan suster terus mengurusi soohyun yang tak juga bergeming .

hyerin memelukku dari belakang seakan memintaku jangan melihat semuanya .

hingga dokter mulai menutup wajah soohyun yang terpejam .

My love is gone… Now I’m going to…. Forget you

Forget you, forget it, erase you, erase it.

Forget you, forget it, erase you, erase it.

I’m really regretting that i loved you, why am i the only one being this this wounded.

I’m regretting that i gave you everything i have, you’re hateful you’re hateful, don’t leave me.

damnit you aren’t getting erased. damn it I keep thinking of you.

damn it my tears aren’t drying, Like a fool I keep thinking of you, all day long

damn it, in my life you became my all, today, in my hand are the memories we had,

even if I’m looking at the ripped pictures while crying, you are going far, leaving me and went away.

erase everything, forget everything, bury you nicely inside my heart.

just like how much i loved you like a fool, don’t worry about me Baby, go and live your life

(ZE:A – all day long)

THE END

About fanfictionside

just me

2 thoughts on “FF oneshoot / YOURE THE ONLY ONE / kim soohyun-shin soohyun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s