FF/ SPECIAL BOYS/ EXO/ PART 10


Tittle: -SPECIAL BOYS- PART 10
Author: AlvianyHwang
CAST:
+ Nam Seo Rin
+ Kim Jong In (KAI)
+ Kim Xiu Min
+ Choi Min Ah
+ Park Chan Yeol
+ Baek Jae Ah
+ Bang Hyo Bung
+ Oh Se Hun
+ Cho Hye Rin
+ Kris Wu
+ park Joo Yi
+ Park Ri Young
+ Park Hyun Ra
+ Park Sung Tae
+ ALL EXO MEMBERS
GENRE: supranatural, life, romance, yadong, NC


Rode the train not knowing where it’ll go
Hurt by the breakup, I recklessly took the train to look for a deserted place
The beach outside the window, I wiped my tears, I’ll be back again after 1, 2, 3…

I turned my head, recalling our faded love, I don’t wanna cry anymore
So I want to accept, so now I take the train to forget you

Nobody knows, only you know about this sad breakup trip
I love you so much I’d rather hate you, it takes so much strength. I don’t wanna cry anymore

So I want to accept, so now I take the train to forget you
A new white winter I take the train to forget you…
(riding the train – IU)

Author POV

YoungShim highschool_ ruang musik_

Bibir luhan tersenyum melihat sesosok yeoja yang tengah asik dengan pianonya dan bibir yeoja itu juga tak henti memulas sebuah senyuman yang ditujukan untuk luhan.
Suara yang tidak terbilang merdu keluar dari mulut mungil riyoung dengan sedikit tertahan. Berkali-kali riyoung tertawa karena mendengar suaranya sendiri. Luhan tidak menertawakan suara yeoja nya itu, dia malah tersenyum dan mengacak rambut riyoung pelan.
“aku tidak bisa bernyanyi~” riyoung menghentikan permainan pianonya dan sengaja memanyunkan bibirnya didepan luhan. Luhan dengan kesetiaannya semakin memajukan tubuhnya dan menatap riyoung penuh rasa sayang.
“ani~ menurutku suaramu lebih indah dari suara penyanyi manapun~” ucap luhan tersenyum. riyoung tertawa lepas dan mencubit lengan luhan pelan.
“aku tidak butuh pujian terpaksamu~!” riyoung semakin memanyunkan bibirnya, kini tampak sangat menggemaskan bagi luhan.
“aku serius~ aku tidak bisa mendengar suara apapun lagi selain suara mu mss.riyoung~” riyoung kembali tertawa dan menatap keseriusan luhan dibalik tatapan penuh cintanya.
“apa suaraku sebagus suara IU~?”
“lebih bagus dari suara IU~!” luhan membentuk 2 jarinya menjadi V dan menyengirkan gigi putihnya. Riyoung mendengus mendengar ucapan luhan.
“lebih bagus dari suara mu?”
Luhan terbengong sekarang.
“memangnya suaraku bagus?” luhan menatap riyoung dengan tatapan polosnya. Riyoung kembali tertawa dan rasa ingin mengacak-acak rambut luhan selama ini segera ia laksanakan. Luhan terbengong ketika riyoung mengacak rambutnya dengan brutal.
“ya! Apa yang kau lakukan?” luhan melotot ke arah riyoung.
“mengacak rambutmu~” jawab riyoung sambil tersenyum senang. Rasanya dia sangat bahagia sekali bisa melaksanakan keinginannya selama ini, bagaimanapun juga dia kesal sekali ketika selama ini dengan enaknya luhan mengacak rambutnya.
Dan kini namja manis dihadapannya ini terlihat semakin manis dengan rambut blonde berantakannya.
Tak henti riyoung tersenyum.
“jadi kau ingin balas dendam? Kesal setiap saat aku selalu mengacak rambutmu?” luhan semakin mencodongkan badannya hingga semakin dekat dengan riyoung yang tengah duduk di bangku pianonya. Muka riyoung memerah melihat wajah luhan yang sangat dekat, dia jadi teringat hal yg dilakukannya semalam dengan luhan dirumahnya.
OH! Dia juga baru ingat kalau luhan itu mutan yang mengetahui apa yang riyoung pikirkan tentang diri namja itu.
Luhan tersenyum melihat muka riyoung. Dia mengalungkan tangannya di leher riyoung.
“jika aku bisa memilih salah satu manusia yang tidak ingin aku ketahui pikirannya, aku ingin sekali memilihmu..” ucap luhan yang lebih mirip bisikan. Riyoung menatap luhan, kali ini dia sadar namjanya itu tengah berbicara sedikit serius dengannya.
“kenapa?” tanya riyoung tetap tak melepaskan tautan matanya di bola mata indah luhan yang entah mengapa selalu tampak mengilat jika menatap riyoung.
Luhan tersenyum semanis mungkin.
“aku hanya tidak ingin tahu apa yang kau pikirkan tentangku~ aku selalu takut jika kau mulai punya perasaan benci atau apapun yang buruk tentangku~” ucap luhan lagi. Riyoung menatap muka sedih luhan, sejujurnya hal yang ia benci dari luhan ada muka sedih dari namja itu. Riyoung hanya ingin luhan bahagia dan selalu tersenyum tanpa paksaan, itulah yang lebih membuat ia semakin mencintai luhan lebih dari apapun.
Riyoung pun memeluk luhan dengan erat. Mati-matian ia menahan airmatanya yang ingin turun. Ini bukan airmata kesedihannya. Ini hanya rasa bahagianya karena telah memiliki namja sesempurna luhan dihidupnya.
Luhan terus memeluk riyoung dengan erat. Sangat erat bahkan riyoung merasa luhan terus menghirup dan mencium kepalanya dengan penuh penghayatan.

“luhan~”
Ucapan seseorang membuat riyoung membuka matanya dari pejaman matanya. Didapatinya sosok jae ah yang berdiri di ambang pintu ruang musik.
Luhan melepas pelukannya dan menoleh ke arah jae ah yang matanya telah sembab. Seperti habis menangis.
“ada apa?” luhan memicingkan matanya memastikan penghilatannya tidak salah, namun jae ah tampak benar-benar habis menangis. Bahkan senggukan kecilnya masih terdengar.
“ada yang ingin aku bicarakan dengan mu..” ucap jae ah dengan nada serak dan parau. Riyoung menatap ke arah luhan.

**

“apa benar kau tidak ingin ikut dengan kami hyerin.ah?” sungtae menatap ke arah hyerin yang berdiri di ambang pintu kamar rawat seorin.
Hyerin hanya tersenyum melihat sungtae, jooyi, minah dan hyobung yang sudah hendak pergi ke cafe di sekitar rumah sakit. Hyerin menggeleng pelan.
“aku harus menemani amma seorin~ aku tidak bisa meninggalkan dia yang juga sedang tertidur.” Hyerin menolehkan tatapannya ke arah ibu seorin yang tampak tertidur di sofa yang berdekatan dengan kasur seorin. Sudah dari semalam ibu seorin tidak tidur. Bahkan sekarang muka gelisah yeoja berparas lembut itu masih tampak jelas.
“baiklah~ aku akan membawakanmu milk shake kesukaanmu nanti.” Ucap minah tersenyum. hyerin membalas tersenyum. hingga keempat sosok yeoja itu sudah berjalan meninggalkan kamar rawat seorin.
Sebentar hyerin menatap ke arah sosok sungtae yang masih tampak terlihat berbicara dengan hyobung dan minah.
Yeoja itu baru kali ini bergabung dengan mereka, hyerin tahu sebagai seorang ketua kelas sungtae selalu menjenguk murid kelasnya yang sakit.
Tapi hyerin baru tahu ternyata sungtae anaknya asik untuk di ajak ngobrol dan bisa mengeluarkan lelucon yang dapat mengocok perut. Terlalu sayang untuk disia-siakan menjadi sahabat karib sebenarnya.
Hyerin tersenyum sendiri dan masuk keruangan kamar rawat seorin. Didapati ibu seorin yang masih tertidur dan tubuh seorin yang masih terbujur lemah dengan baluran perban dimana-mana serta selang infus yang semakin membuat seorin seperti sosok lain dimatanya.
Hyerin duduk dibangku depan kasur seorin. Bunyi monitor jantung seorin menjadi pemecah kesunyian dikamar itu.
Trililililit
Hyerin menoleh ke arah ponsel yang sedari tadi ia genggam. Dadanya kembali sesak ketika melihat nama kris tengah menghubunginya.
Ini sudah hitungan lebih dari 10kali kris menghubunginya, namun hyerin masih enggan untuk menjawab panggilan kris. Bahkan pesan-pesan dari kris segera ia hapus sebelum ia baca.
Sebenarnya hyerin sangat berat untuk melakukan ini, hatinya selalu sakit jika ia membuat kris bingung dengan keberadaanya. Dia masih sangat mencintai kris, tidak bukan sekedar kata ‘masih’ tapi ia memang sangat mencintai namja itu.
Hanya karena dia seorang mutan. Mutan yang harus ia jauhi darinya dan teman-temannya. Mutan yang membuat seorin terbujur lemah seperti ini.
Hyerin mereject panggilan kris. Tangannya bergetar, mengigit bibirnya berusaha menahan sesuatu yang mau keluar darimatanya.
Hyerin menatap seorin yang masih enggan untuk membuka matanya atau sekedar tersenyum dan memberi masukan apa yang harus ia lakukan seperti biasanya.
Hingga airmata hyerin benar-benar terjatuh begitu saja melewati pipinya.
“seorin.ah~ apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak tahu harus melakukan apa..” hyerin menggegam tangan seorin yang terasa dingin dan lemah.
Tapi tetap tidak ada jawaban dari seorin, hanya monitor jantung seorin kian melemah yang menjawab pertanyaan hyerin..

**

Minah POV

Aku terus terdiam menatap puding coklatku yang masih setengah utuh sebelum tadi sempat aku sendokan kedalam mulutku satu kali. Pandanganku tidak benar-benar tertuju pada puding, aku lebih memikirkan seseorang yang baru kemarin menjadi pelengkap hidupku. Rasanya sangat miris dan aku hanya bisa tersenyum penuh paksa, betapa bodohnya aku.
“minah..” hyobung yang disampingku berujar pelan. Aku tersadar dan dengan cepat menatap hyobung dengan senyuman yang masih saja aku paksakan.
“apa kau merasa sedih sekarang?” tanya hyobung pelan. Jooyi dan sungtae ikut menatapku.
Aku tersenyum menatap hyobung. “bagaimana aku tidak merasa sedih saat seorin sedang dalam masa kritisnya.” Ucapku dan mulai memotong beberapa pudingku hingga tampak hancur dan sudah tidak enak untuk dipandang lagi.
“tidak, aku tahu kau juga merasa sedih karena hal yang lainnya.” Ucap hyobung lagi membuat kegiatanku memotong dengan sendok terhenti. Namun aku tidak menatap ke arah hyobung.
“karena chanyeol..” ucap hyobung lagi.
Sekarang mati-matian aku menahan airmataku yang hendak turun begitu saja. Tidak, aku tidak boleh menangis. Bagaimana aku bisa menangis. Padahal dulu aku sangat membenci chanyeol.
Aku mengangkat mukaku dan menatap hyobung dengan senyuman.
“ani~ aku malah bahagia ketika tahu chanyeol sudah bisa merelakan dan pergi dari kehidupan kita. Setidaknya aku tidak harus merasa repot dan berisik lagi karenanya, bahkan aku bisa bernafas lega karena tahu status ku bukanlah sebagai pacarnya. Bisa kau bayangkan betapa repotnya aku jika harus menjadi pacarnya dan harus menyikapi sifat kekanak-kanakannya.”
“minah ..”
“bahkan aku juga tidak harus membeli penutup kuping dan menyakiti tanganku karena harus mendengar suara berat bodohnya itu dan menjewer kupingnya. Aku bebas sekarang..”
“minah…” hyobung meraih tanganku dan menatapku dengan tatapan sedihnya.
“lalu, kenapa kau menangis?” ucap hyobung parau. Sungtae dan jooyi juga menatapku sedih.
Aku terdiam. Meraba pipiku, terasa basah. Airmata. Airmata yang turun dengan sendirinya. Sial, bahkan airmata bodoh ini menyisakan hal yang selalu aku hindari. Aku meraih dadaku dan menaruh tanganku. Meremas dan mengigit bibirku. Dadaku terasa sesak dan sakit.
“cobalah jujur dengan perasaanmu sendiri. Kau … menginginkan chanyeol dihidupmu.” Ucap hyobung pelan dan menusuk hatiku.
Airmata ku semakin deras turun, bahkan aku sudah bisa mengisak akibat airmata tak bertanggung jawab ini. Perasaanku yang memaksa tubuh ini untuk berkata ‘aku kesepian dan menginginkan chanyeol dihidupku’…
Hingga aku benar-benar mengisak kencang sekarang. Kututup wajahku dengan tangan, tak perlu waktu lama untuk menunggu hyobung memelukku dan berusaha menenangkanku.
Aku tidak bisa membohongi perasaanku sekarang. Bahwa aku sangat merindukan namja bodoh itu, merindukan tingkahnya, merindukan suaranya dan merindukan ciuman pertamaku yang kulakukan dengan namja itu.
Aku sangat takut jika memikirkan dimasa depan sosok chanyeol akan lenyap di kehidupanku. Aku takut jika benar-benar tidak bisa melihat sosoknya lagi untuk selama-lamanya. Aku sangat takut. Sangat takut…

**
Jae Ah POV

“apa kau masih mau menjadi manusia?” aku menoleh ke arah luhan ketika sebelumnya aku sempat menikmati tiupan angin di atap sekolah. Luhan yang berdiri sedikit jauh dariku menatapku dengan tatapan terkejutnya.
Dia tidak menjawabku dan menundukan kepalanya, tampak raut ragu di mukanya. Aku tersenyum miris.
“sejujurnya aku sendiri sempat tidak tahu kenapa aku bisa mengambil keputusanku menjadi manusia.” Ucapku menatap langit yang masih tampak mendung di ufuk lain.
“manusia itu lemah, egois, naif dan kadang tidak punya perasaan. Tidak punya pendirian dan hanya bisa kabur dari masalah… ya, setidaknya itu yang mutan tahu dari sosok manusia..”
Luhan terdiam mendengar ucapanku. Sejujurnya dia tidak berfikir seperti itu sekarang, setidaknya setelah ia mengenal sosok riyoung. Ia mulai percaya bahwa manusia adalah makhluk yang baik dan berhati malaikat.
“bahkan kalian para mutan bisa saja membunuh kami para manusia dengan mudahnya seperti membalikan telapak tangan kan?” aku kembali menatap luhan, tampak sangat jelas keraguan di wajahnya.
“kau bisa saja membunuh riyoung..”
Luhan mengangkat wajahnya dan menatap ku dengan mata membulat. Seperti terkejut dengan kata-kataku.
“jangan membuatku marah! Aku tidak mungkin membunuh riyoung!” luhan kini tampak marah. Aku menatap luhan dengan senyuman miris.
“kau akan membunuh riyoung. Ah, tidak … kau lah yang nanti akan membuat riyoung mati.” Ucapku. Luhan menatapku, dia tampak bingung dan berusaha membaca pikiranku. Aku tahu ia gagal, karena aku mati-matian untuk tidak mengucapkan kata-kata apapun dipikiranku.
“apa maksudmu?” tanya luhan dengan mata penuh amarah. Tampak jelas kilatan dimatanya. Aku tahu dia tidak akan suka jika aku menghubungkan hal ini dengan kematian riyoung yang sangat ia hindari.
“chen telah kembali..” ucapku dengan tarikan nafas panjang. Hingga namja manis dihadapanku ini terdiam, mukanya tampak pucat.
“dan dia telah siap untuk memusnahkan para manusia yang mengetahui keberadaan kaum mutan. Bahkan aku yakin chen berusaha memusnahkan semua manusia dan mewujudkan keinginan mutan untuk bisa bebas dari persembunyian mereka.” ucapku dengan serak.
Luhan masih tidak bisa mengatakan apapun. Mukanya sangat pucat dan penuh dengan ketidak percayaan.
“kau tahu seorin? Dia sedang dalam masa kritisnya dirumah sakit akibat ulah chen. Semua tahu, hanya tinggal menunggu waktu untuk kematian seorin.” Aku menatap luhan.
“dan tak lama lagi, korban berikutnya akan muncul. Entah aku,hyunra, teman-teman seorin ataupun riyoung..” nafasku terasa berat dan sesak.
“hingga semua manusia benar-benar akan lenyap dari hadapan kalian, para mutan ..”
Luhan menatapku dengan tatapan penuh keraguan dan kebingungannya. Keringat dingin menetes dari dahinya. Aku tahu jantungnya berdetak sangat kencang sekarang.
“tugasmu untuk melindungi riyoung sekarang. Jika kau ingin riyoung tetap hidup …” aku menghentikan ucapanku. Berusaha menarik nafasku yang tertahan.
“kau bisa mengajak riyoung untuk menjadi sepertimu, seorang mutan ..” ucapku dengan tegas. Tampak mata luhan yang menatapku penuh dengan rasa tidak percaya, ya .. aku sendiri juga tidak percaya dengan apa yang akan kukatakan.
Tapi jika itu masih mungkin, bisa saja ia melakukan hal itu jika dia ingin riyoung tetap hidup.
Aku tersenyum, setidaknya riyoung sangat beruntung. Masih ada luhan yang dengan sedia menjaga dan melindunginya.
Tidak seperti aku… manusia yang tidak punya arti dimata siapapun.
Aku hanya berharap satu-satunya manusia yang mati hanya aku, tidak untuk yang lain. Manusia yang masih memiliki cinta dikehidupan mereka..

**

Author POV

“permisi pemeriksaan rutin para pasien..” seorang suster memasuki ruang rawat seorin bersama seorang dokter. Hyerin terbangun dari tidurnya dan juga mendapati ibu seorin yang tengah menghapus keringat di wajah seorin yang sudah menjadi kegiatan rutinnya.
“ah nae~” ibu seorin tersenyum dan menjauhkan berdirinya dari kasur seorin.
“karena tubuh seorin masih dalam masa kritis, bisa kalian keluar dari ruangan dulu?” suster itu tersenyum ke arah hyerin dan ibu seorin.
Hyerin dan ibu seorin tampak tersadar.
“ah nae~ sekalian tolong perban di tangannya diganti ya, tampak lusuh dan sudah ingin terbuka..” ucap ibu seorin sembari menatap seorin.
Suster itu tersenyum. “baik.” Ucapnya. Suster itu melanjutkan kegiatan membantu dokter yang tengah menyiapkan alat pemeriksa untuk seorin.
Hyerin dan ibu seorin pun keluar dari ruang rawat seorin. Bunyi pintu tertutup terdengar.
Menghentikan kegiatan suster itu, suster itu menoleh ke arah pintu yang tertutup. Menegakan badannya.
“kerja bagus..” ucap suster itu dan melepaskan wig sanggul yang tadi ia pakai, tampak rambut pendeknya terlihat jelas. Tatapannya tampak dingin. Gain –nama suster itu- menjetikan jarinya hingga sosok dokter yang tadi menemaninya menghilang menjadi dedaunan.
“manusia memang mudah sekali di tipu..” gumam gain.
Tatapan matanya mengarah ke sosok seorin yang tengah terbujur lemas dikasur. Gain berjalan ke arah seorin dan mendekatkan wajahnya ke sosok yeoja lemah itu.
“sayang sekali yeoja secantik kau harus mati begitu saja.” Ucap gain. “pertemanan mu dengan mutan hanya akan membuat hidupmu menderita dan berakhir seperti ini. Mereka meninggalkan mu dan tertawa melihat kematianmu.” Ucap gain dan menjauhkan kepalanya dari seorin.
Gain mengarahkan tangannya ke arah seorin. Gain memicingkan matanya.
Hingga dia menjauhkan kembali tangannya.
“aku akan membuatmu mati dengan cara yang wajar.” Ucap yeoja itu pelan. Gain menatap ke arah selang infus seorin yang mengarah ke arah tabung infus, hingga ia meraih selang infus itu dan melepasnya dari tubuh lemah seorin dengan kasar.

**

Xiumin dan kai berlari ke arah kamar rawat seorin. Keduanya sudah tidak memikirkan rasa benci satu sama lain lagi, bahkan xiumin sudah tidak menghiraukan ucapan hyerin untuk tidak muncul dihadapan seorin lagi.
Tapi ini tugasnya, janjinya kepada seorin.
“SEORINNN!!!!!” teriakan xiumin terdengar ketika mereka sudah bisa melihat pintu kamar seorin.
Hyerin dan ibu seorin yang tengah duduk di depan bangku ruang rawat seorin menoleh dan terkejut. Dengan gerakan cepat xiumin dan kai berusaha mendobrak pintu kamar seorin. Namun sial, pintunya terkunci dari dalam.
“YA! Apa yang kalian lakukan! Sedang ada pemeriksaan!” bentak seorin menarik baju xiumin hingga namja itu menjauh. Namun xiumin mengelak dan kembali berusaha membuka pintu ruangan seorin.
“apa yang terjadi?” ibu seorin menatap ke arah xiumin dan kai. Dia menatap hyerin dan memastikan kedua pria itu bukan orang gila yang berusaha masuk kedalam kamar anaknya.
“aku sudah bilang kepada kalian untuk tidak muncul dihadapan seorin lagi!” ucap hyerin dan berusaha mendorong xiumin dan kai agar menjauh.
“seorin dalam bahaya!” ucap kai dan xiumin bersamaan.
Hyerin terdiam dan menatap kedua namja dihadapannya itu.
“aku harus menyelamatkannya! Sebelum terlambat!” xiumin menatap hyerin dengan penuh permohonan. Tampak jelas raut cemas tergambar diwajah xiumin.
“ah! Aku akan mengguna..” ucapan kai terhenti ketika menyadari sosok ibu seorin yang menatap dirinya dan xiumin dengan bingung.
Tidak mungin dia menggunakan kekuatan teleportasinya dihadapan ibu seorin yang jelas-jelas tidak tahu apa-apa soal keberadaan mutan. Itu hanya akan menambah bidikan chen.
Xiumin berlari ke arah pintu seorin dan berusaha membuka pintu kenop ruang rawat seorin dengan kasar. H
CKLEK
Hingga pintu kamar seorin terbuka dengan sendirinya. Semua mata memandang ke arah pintu yang terbuka itu.
Perasaan tak enak muncul di pikiran hyerin, bagaimana pintu itu terkunci? Bukannya tidak ada yang menguncinya? Suster kah? Untuk apa dia mengunci pintu itu? Apa yang terjadi?
Hingga jeritan ibu seorin terdengar sangat kencang membuat pikiran hyerin terpecah. Jantung hyerin berdetak kencang.
Dengan segera dia berlari ke arah kamar seorin untuk memastikan apa yang terjadi.
Hingga jantungnya terasa berhenti berdetak, tenggorokannya terasa tercekat untuk sekedar berucap.
Hyerin terjatuh berlutut,
Melihat sosok seorin yang terbujur lemas di kasur … tanpa selang infus di tubuhnya … dan monitor jantungnya yang sudah ingin menunjukan garis lurus dilayarnya …

**

Hyunra POV

Sudah tak terhitung berapa kali aku menoleh kebelakang ketika berada di perpustakaan sekolah. Bertumpu dengan buku-buku tebal. Sekedar memastikan tidak ada sosok chen atau anak buahnya yang berusaha untuk membunuh manusia seperti ku.
“BA!!!!”
“WAAAA!!” aku menjerit kencang dengan muka pucat ketika seseorang dengan topeng scream muncul begitu saja di sampingku. Sosok itu tertawa dan melepas topengnya, tampak D.O yang menunjuk ke arahku sambil tetap tertawa geli.
“ya! Do kyung soo bodoh!!!!” bentakku. Hampir saja jantungku copot. Apa dia mao membuatku mati sebelum bertemu chen?
Aku tersentak dan terdiam.
Membuatku mati sebelum bertemu chen?
Aku menatap ke arah D.O.
Namja itu duduk dihadapanku, seperti mengomel karena aku memanggilnya dengan nama aslinya.
Tapi, apa dia benar ingin membuatku mati?
Bagaimana pun juga, dia itu mutan. Dia berbeda denganku. Dia bisa saja membunuh ku seperti yang dilakukan chen.
D.O yang sadar dengan tatapan takutku mulai menyadarinya dan mengerutkan kening.
“ada apa?” tanyanya yang sedari tadi sempat asik membuka-buka buku filosofi ku.
Aku masih tidak menjawab ketika tiba-tiba saja dia berusaha menggapai buku yang ku baca. Aku tersentak dan dengan gerakan spontan beranjak dari duduk ku dan menatap D.O dengan tatapan takut.
“ada apa denganmu sebenarnya?” tanya D.O lagi dengan kerutan kening yang semakin terlihat jelas. Sebenarnya aku tidak tega berpikir seperti ini, bagaimanapun juga aku sempat menyukai D.O
Bagiku dia mutan yang berbeda. Dia tidak seperti kebanyakan mutan-mutan yang selalu bersikap seperti membatasi diri dengan para manusia.
Tapi kata-kata chen selalu terngiang-ngiang di kepala ku.
Seakan mempercayai diriku bahwa itu semua hanya kedok bagi D.O untuk memusnahkanku.
Aku mulai menjauh kan langkahku darinya.
“ke-“
“jangan mendekat!” teriakku dengan tangan kedepan seperti menahan tubuhnya yang hendak beranjak dan mendekatiku.
D.O terdiam menatapku, tatapannya seperti terkejut.
“hey ada apa?” suara lain menyeru dari arah belakang. Aku menoleh dengan cepat dan mendapati sosok kris yang seperti tengah lewat dan berdiri di ambang pintu dengan kerutan kening di dahinya. Mungkin dia mendengar teriakan ku tadi.
Aku memicingkan mataku dan berjalan ke arah kris dengan gerakan waspada, ah tidak maksudku tidak untuk mendekatinya tapi untuk keluar dari pintu perpustakaan tempat namja tinggi itu berdiri.
Kris dan D.O menatapku dengan bingung.
“kalian para mutan, jangan pernah mendekati ku lagi.” Ucapku sedikit tertekan dan dengan langkah cepat aku berlari menjauh dari mereka, mencari jae ah.

**

Author POV

Jari hyobung untuk memasuki koin ke alat mesin minuman terhenti ketika jemari lain ikut memasukan koin ke mesin itu. Hyobung menoleh, sebenarnya dia sudah tahu siapa pemilik jemari indah itu. Hingga ia dapat melihat wajah namja yang akhir-akhir ini selalu membuatnya tertawa sendiri. Oh sehun.
Sehun ikut menoleh ke arah hyobung dan tersenyum gugup. Seperti ada rasa cemas disenyuman sehun, sepertinya dia takut jika hyobung tidak membalas senyumannya dan malah berlalu meninggalkannya, seorang mutan.
Tapi itu tidak akan hyobung lakukan kepada namja tampan nan polos ini.
Hyobung tersenyum setulus mungkin.

“jangan terlalu memikirkan ucapan hyerin.”
Sehun menoleh ke arah hyobung ketika yeoja manis berambut keriting itu mengucapkan sesuatu yang menjadi permasalahannya sekarang. Sehun berhenti meminum colanya.
Hingga tiba-tiba hyobung tertawa sendiri dengan pelan. “ohiya aku lupa kalau kau tidak ada saat hyerin mengatakan hal itu.” Ucap yeoja itu.
“aku sudah tahu kok, chanyeol yang memberi tahuku..” jawab sehun menatap hyobung.
Hyobung terdiam dan balas menatap sehun.
“hyerin hanya terbawa perasaannya saat itu. Dia tidak benar-benar membenci kalian.. aku berani sumpah.” Hyobung menunjukan V sign dengan jarinya. Sehun tersenyum dan menatap kaleng colanya.
“jadi… kau juga tidak membenci ku?” ucap sehun sedikit pelan.
“ne?” hyobung menatap sehun seakan tidak percaya dengan ucapan sehun. Namja itu mendongkakan kepalanya dan tampak gugup.
“a-ani~ lupakan.” Ucap sehun mengibas-ngibaskan tangannya. Hyobung tersenyum.
Dia menepuk pundak sehun membuat namja itu menatapnya bingung.
“apa aku terlihat seperti membencimu?” tanya hyobung. Sehun tak tahu harus menjawab apa. Meski dia tahu, hyobung tidak seperti membencinya. Bahkan terkadang ia merasa bahagia ketika hyobung mendecak akibat kelakuan bodohnya selama ini. Seperti ada yang memperhatikannya.
“aku harap tidak..” ucap sehun tersenyum.
Hyobung tersenyum. “tsk! Aku akan membencimu kalau begitu!”
“mwo~?” sehun menampakan muka betenya. Tampak sangat manis. Hyobung tertawa dan meninju pelan lengan sehun seperti mengatakan ‘aku bercanda’ pada namja itu.
Sehun ikut tertawa. Hingga mereka kembali terdiam dan melanjutkan meminum cola mereka.
Ponsel hyobung tiba-tiba berbunyi nyaring dari saku celananya. Hyobung merogoh sakunya dan meraih handphonenya. Matanya memicing bingung melihat siapa yang menghubunginya. Hyerin.
“yoboseyo?” ucap hyobung.
Tak butuh waktu lama untuk hyobung mendengar ucapan penuh kegelisahan dan ketakutan dari hyerin. Seperti memberitahunya akan adanya badai yang segera meluluh lantakan dunia. Jantung hyobung terasa berhenti berdetak, mukanya memucat seketika dan kaleng colanya segera lancar terjatuh dari genggamannya.
Sehun menatapnya bingung. Namun dia tahu ada hal yang gawat sedang terjadi.
Hingga hyobung beranjak dan dengan langkah cepat segera meninggalkan sehun. Menuju sesuatu yang harus dia pastikan…

**
Hyerin POV

Aku selalu takut hal ini terjadi. Aku selalu takut melihat wajah dokter yang terlihat cemas. Selalu takut melihat tubuh seorin yang menggelepar-lepar ketika terkena benda asing mengenai tubuhnya untuk di cek detak jantungnya.
Selalu takut melihat ibu seorin yang tak berhenti menangis kejar.
Hingga semua ini terjadi begitu saja.
Semua seperti mimpi yang terjadi tanpa aku inginkan. Tatapanku kosong menatap tubuh seorin. Matanya terus tertutup. Seperti ada rekatan yang membuat mata itu tidak bisa terbuka kembali.
Minah terus memeluk tubuhku dengan erat. Wajahnya ia benamkan di lenganku. Seperti tak berani menatap tubuh tak berdaya seorin.
Pintu ruang rawat seorin terbuka. Sosok hyobung muncul dan seketika mukanya semakin pucat melihat seorin. Rasa tidak percaya memenuhi matanya.
Ya, harusnya ini tidak terjadi. Harusnya seorin tidak seperti ini. Harusnya dia bisa tetap hidup dan kembali mengeluarkan suara-suara konyolnya seperti biasa.
Sehun dibelakangnya, seperti ikut terkejut melihat seorin. Hyobung segera memeluk sehun, menahan tangisnya dengan badan bergetar. Semua terjadi begitu saja.
TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT
Tuhan, aku mohon ini mimpi. Jangan lanjutkan mimpi ini.
Dokter menghentikan kegiatannya memacu jantung seorin. Keringat sudah sangat deras membanjiri dahinya. Suster yang berada disamping dokter itu menatap ke arah kami dengan tatapan ‘maaf’nya.
Hingga dokter yang menjadi harapan kami satu-satunya mulai menatap kami sebelum tadi ia mengusap mukanya. Dia menghela nafas berat.
“maafkan kami, kami sudah berusaha sekeras mungkin untuk membuat anak anda tetap hidup. Tapi tuhan berkata lain, mungkin ini jalan yang terbaik dari tuhan untuk anda.” Dokter itu menatap ke arah ibu seorin yang terpaku dengan tatapan kosong menatap tubuh seorin yang aku tahu sudah mulai mendingin.
Hingga aku mendengar jeritan ibu seorin dan sosoknya yang berlari kearah seorin.
“andwaeee!!! Bangun sayang~ bangun seorin~! Kamu pasti bisa, kamu pasti bisa tetap hidup! Untuk ammamu~ untuk appamu~ untuk semuanya yang menyayangimu! Bangun seorin! Amma mohon! Amma mohon!” sosok yeoja itu terus mengguncang-guncangkan tubuh seorin. Tapi tetap tidak ada jawaban dari seorin.
Aku menatap kosong ke arah seorin.minah yang terus memeluk lenganku tetap membenamkan kepalanya ke lenganku. Badannya bergetar disertai isakannya. Isakan hyobung paling kencang, aku memang ingat janji hyobung dan seorin yang ingin menonton konser bersama.. mengerjai sehun bersama … hingga begitu banyak yang mereka janjikan …
Pantas bagi hyobung untuk menangis sekencang itu.
Tatapanku tetap kosong menatap seorin. dengan langkah pelan, aku mulai melangkah mendekati seorin. tak kupedulikan sosok xiumin yang berlari keluar ruang rawat seorin. ibu seorin yang terjatuh pingsan. Minah yang berjongkok menangis. Yang kutuju hanya sosok seorin .. sosok yang kuharap akan segera terbangun dari tidur panjangnya …

**

Author POV

Xiumin melepas dedaunan musim gugur yang mengenai kepalanya ketika angin mencoba membawa daun itu untuk kembali bermain-main.
Langit mendung dimusim gugur. Dia membenci itu.
Tapi itu yang terjadi sekarang.
Xiumin menundukan kepalanya. Dia benci kehilangan.
Setidaknya itu yang dia rasakan sekarang. Ini pertama kalinya dia merasa kehilangan.
“xiumin..”
Chanyeol berdiri didepannya. Menatapnya dengan sedih, seperti ikut tenggelam. Tapi xiumin tetap tidak menghiraukan chanyeol. Dia menatap daun yang kembali hinggap tepat di tangannya.
Chanyeol duduk disamping xiumin dan menepuk-nepuk punggung namja itu. Berusaha membuat namja itu kuat.
Xiumin menghela nafasnya berat. Bahkan sebelumnya dia lupa cara bernafas yang benar.
Dia hanya tahu bagaimana membuat semua ini hanya mimpi.
“seorin akan lebih tenang sekarang. Setidaknya dia sudah pernah mengatakan satu hal padaku ..” ucap chanyeol. Xiumin mengangkat wajahnya dan menatap chanyeol, tampak jelas mata xiumin yang berkaca-kaca menahan tangisnya.
Chanyeol tersenyum.
“dia bilang dia juga menyukaimu… tentu kau bisa membayangkan bagaimana muka memerahnya ketika mengatakan hal itu kan?” ucap chanyeol lagi. Xiumin terdiam, mengalihkan tatapannya kearah lain, berusaha tersenyum.
Chanyeol diam dan menepuk-nepuk punggung xiumin sekali lagi, entah mengapa ia ingin ikut menangis. Bagaimanapun juga ini memang kegagalan untuk melindungi hal terpenting bagi mereka.
Xiumin mengusap wajahnya. Menutupi mulutnya dengan sedikit isakan. Hingga dia melepas tutupan tangannya. Tanpa menatap chanyeol dia mengatakan satu hal yang pertama kali chanyeol dengar dari xiumin selama ia mengenalnya.
“boleh aku menangis…?”
**

Kai memarkir motornya dengan asal tepat di depan pos jaga satpam youngshim. Satpam pun dengan cekat memarahi kai, namun namja itu berlari dengan cepat ke arah gedung youngshim. Seperti ada hal yang harus ia tuju.

Kai berlari dengan cepat ke arah UKS, membukanya dengan kasar.
Hingga seseorang berpakaian dokter terkejut dan menatapnya dengan bingung.
Kai menatap namja itu dengan nafas ngos-ngosan dan tatapan tajam.
“lay, aku butuh bantuanmu.” Ucapnya kemudian.

TBC

About fanfictionside

just me

53 thoughts on “FF/ SPECIAL BOYS/ EXO/ PART 10

  1. Authorr . . Selamatin seorin T.T Kasian bakpau q sedih , Kai aku yakin sbener y dy suka ma seorin , Lay Lay cepet selamatin seorin T.T
    Kriss mana thorr T.T

    Dae to the Bak . . DAEBAK bgt ni FF ^.^

  2. Akhirnya stlh ribuan tahun aku menunggu, rilis juga part 10, keren thor bikin aku makin penasaran stgh mati, wah gimana ya kelanjutan selanjutnya…? Ditunggu ya thor part 11x😀, tapi jangan kelamaan ya hehehehhe

  3. Gain eonni keren disini!
    Maboy dicariin. Udah nebak lay my hero😄
    Ngebayangin xiumin nangis TT.
    Bagian minah ngomongin chanyeol td bikin brkaca2😥

  4. Yeeees kisah cinta segitiga favorit gue nih! Xiumin mewek wkwk lucunyaaaa xD

    Ah cintaku memang pintar sekali, dia brb tanggap terus nyariin Lay buat nyelametin nyawanya Seorin. Waaa semoga bisa ketolong lah. Pasti sembuh! Awas lo thor kalo Seorin ampe kaga sembuh, rasakan pembalasanku! *ngancem* :p

    Eciyee Hyobung-Sehun apabanget deh~ xD

    Aduh itu berasa bgt kalo si Chanyeol bener2 depresi. Belaga sok bijaksana didepan Xiumin, aslinya dia nyesek tuh .__.

  5. Ohiya ini chapter covernya abang Byun~ Tapi kenapa dia kaga muncul di chapter ini..??! Dasar author!! *lempar bakiak* ><

  6. Wuah,akhirnya part 10 nongol jg,dari kemaren galau bolak-balik ngecek part 10nya belum nongol juga. Gomawo thor :*
    FFnya keren thor,feelnya dapet!Dari awal dag dig dug bacanya. Part 11nya donggg thor :*
    (NB : Masih ngarep NCnya sehun lho author yg kece^^)

  7. Haiyaaaaaa bibiw part ini dapet nih feelnya :p et itu kai jarang muncul eh tiba2 sok berperan banyak yak di part ini -_- *nendang kai*
    Udah seorin kagak usah diidupin lagi ntar ganti yang jadi pemeran utamanya si chen aja(?) hahaha
    hemm.. typo sepertinya susah sekali dihindari ta thor –”
    but of all DAEBAK! yah jujur agak sedikit menitikan air mata sih baca partnya xiuminten-seorin u,u
    part 11 cepetan diposting ye kalo kagak xiumin gue ambil :p

  8. Omo?!! air mata ku jth wkt bca yg bagian seorin tdk terselamatkan *apaan sih -_-
    Keren!! Lanjut!!
    ªƥª lay nnt akn menghdpkn seorin lg??
    Aku tunggu next part’a!!

  9. aaah kai gue emang pinter! Lay pls selametin seorinnn biar seorin bisa hidup bahagia sama kai hehe:-D lanjutannya jgn lama2 thor!

  10. andweeeee!! seorin jangan mati…
    thor seorin tetap akan hidup kan?
    lanjutannya jangan lama-lama ya thor🙂

  11. hyaaa akhirnya ff ini keluar juga.. ceritanya makin tegang, entah siapa korban selanjutnya.. Semoga seorin selamat, kasihan xiumin sama kai >< pokonya cerita nya udah daebak lah.. next chapter jangan lama-lama ya ^-^

  12. wah…… thor keren……. aku sampai gak bisa berhenti nangis……….
    Lay oppa tolong selamatkan seorin………… kau pasti bisa…….
    kai cepat bawa dia ke rumah sakit pakai kekuatanmu.

    di tunggu kelanjutannya.🙂 JANGAN LAMA-LAMA *mengancam*

  13. Huuaaaaaaa Baekhyunnya dikit😥
    aku ampe berkaca-kaca, terbawa perasaan. Ini apa2an pake ada yg mati?? Udahlah xiumin, kai, kalian juga salah satu selingkuhanku selain Kris kok😀 sama aku yah? *plok*
    lanjut lanjut lanjut..!!!

  14. THOR !! GUE MESTI PINJEM JEMPOL SEMUA IDOL NIH KAYAKNYA !!
    Mianhae min klo gak nyante !!
    Habis ini FF EXO pertama yng aku baca dan KUEREEEEN !!!
    LANJUT MIN !!!

  15. bolehkah ak brkta ssuatu thor?
    KEREEENNNN…..!!! huwaaa authorr emg plg oke bwt pmbacanya penasaran *banget* sma critnya. so, cpetan update ya? udh bnyak readers yg nunggu

    huwaaa! sehun gue mna nc~nya? *plaaakkkkk
    hahaha, bang Kai kren bgt and xiumin unyu2 deh! jd gmes byangin xiumin mewek >.<
    daebaakkk deh pkoknya! next chap cptan! ak g sbar nunggu!

  16. Sempat membeku saya waktu baca klau Seorin meninggal.. jgn sad gini y thour.. Lay jebal selamatkan Seorin T_T

    Kai bisa teleportasi koq k sekolhnya masih pake motor ?? g bisa jarang yg terlalu jauh y ??

  17. mwo ??
    seorin ??
    huaaa !!

    di part ni full sad😦
    ksian kris gege..
    itu kai oppa minta tlong ama lay gege bwt bkin seorin hidup lagi yahh?? smoga aja..

    ttp smangat ..

  18. On, jinjjayo? Seorin mati? Bukannya seorin itu cast utamanya?huaaaaaaaaaaa.. *menyerah deh sama couple kai seorin* next part ditunggu eonni^^ mian ya kalau aku banyak nanya?wkwkwk*peace* semangat!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s