FF NC/ SPECIAL BOYS/ EXO/ PART 9


back again~!!!
okeh langsung aja yaaa :**

Tittle: -SPECIAL BOYS- PART 9
Author: AlvianyHwang
CAST:
+ Nam Seo Rin
+ Kim Jong In (KAI)
+ Kim Xiu Min
+ Choi Min Ah
+ Park Chan Yeol
+ Baek Jae Ah
+ Bang Hyo Bung
+ Oh Se Hun
+ Cho Hye Rin
+ Kris Wu
+ park Joo Yi
+ Park Ri Young
+ Park Hyun Ra
+ Park Sung Tae
+ ALL EXO MEMBERS

GENRE: supranatural, life, romance, yadong, NC

How can you see into my eyes like open doors?
Leading you down into my core where I’ve become so numb
Without a soul my spirit’s sleeping somewhere cold
until you find it there and lead it back home

(Wake me up)
Wake me up inside
(I can’t wake up)
Wake me up inside
(Save me)
call my name and save me from the dark
(Wake me up)
bid my blood to run
(I can’t wake up)
before I come undone
(Save me)
save me from the nothing I’ve become

now that I know what I’m without
you can’t just leave me
breathe into me and make me real
bring me to life
(evanescence – bring me to life)

Author POV

“ya~ aku tahu kok. Aku juga baru sampai rumah dan sudah mau mandi.” Ucap hyerin berbicara dengan seseorang melalui ponselnya. Wajah hyerin tampak bahagia dan mendengarkan ucapan namja seberang telponnya itu.
Meski nada namja itu masih ketus dan tampak berat, tetap saja hyerin merasakan kehangatan dari suara namja itu.
“nae songsaengnim~” jawab hyerin ingin tertawa.
“jangan panggil aku songsaengnim. Aku terdengar seperti maniak yang berhubungan dengan muridnya sendiri.”
Hyerin akhirnya tertawa.”memang benarkan?” ucap hyerin lagi. Kris, namja diseberang itu membentak hyerin. Tapi tetap saja yeoja itu tidak merasa takut seperti yang sebelumnya.
“jadi chanyeol dan minah sudah berpacaran?”

“nae~ mereka serasi sekali. minah juga menjadi lebih lembut dari sebelumnya.”

“chukkae buat mereka.”

“akan kusampaikan!!” hyerin tertawa pelan.
Tak jawaban lagi dari kris.
“songsaengnim?” tegur hyerin mencoba menyadarkan kris takut-takut namja itu sedang melamun.
“ah~ nae ..” akhirnya kris menyahut. Sudah dapat dipastikan pasti kris memang melamun saat itu.
“kenapa tidak menjawab? Kau ketiduran ya?”

“ah ani~ ini kan masih jam 9.”

“jam 9 kau bilang masih, memang kau tidur jam berapa huh?”

“ehm~ sekitar jam 1.”

“astaga~ tsk! Apa yang kau lakukan saja sampai tidur jam segitu?”
Hyerin tertawa geli.

“mendata nilai murid-murid. Aku ini kan guru.”

Hyerin memanyunkan bibirnya. Kris tidak enak diajak bercanda. Tapi tetap saja hyerin merasa bahagia. Terlebih namja ini memang sangat romantis jika mereka bertemu berdua.

“aku… hanya memikirkan satu hal.”

Hyerin terdiam mendengar ucapan kris.

“apa itu?”

Kris masih belum menjawab. Hyerin mencoba sabar menunggu.

“songsae-“

“kapan kau akan memberitahu teman-temanmu itu tentang hubungan kita?”

Hyerin terdiam. Kata-kata kris membuat jantung hyerin tak bisa berhenti berdebar. Bukan, bukan karena hyerin tidak mau atau tidak siap jika harus memberitahu hubungannya dengan kris, tapi karena dia terkejut mendengar ucapan kris. Apa itu berarti namja itu benar-benar ingin mengekspos hubungan mereka?
Hyerin baru ingin mengangkat mulutnya untuk berbicara, hingga
TIT
Panggilan lain berbunyi di ponsel hyerin. Hyerin menjauhkan teleponnya dari telinga. Dilihatnya nama ‘xiumin’ yang tampak menghubunginya.
Hyerin mengerutkan kening. Untuk apa xiumin menghubunginya malam-malam?
“songsaengnim. Ada panggilan lain lagi. Aku angkat sebentar ya.” Ucap hyerin untuk kris. Kris hanya menjawab dengan gumaman.
Hyerin pun menekan tombol angkat pada ponselnya.
“hyerin.ah!!!” suara xiumin sudah berteriak dari seberang ketika hyerin mengangkatnya. Kris yang masih bisa mendengar sambungan telepon xiumin juga sampai terdiam mengalihkan tatapannya dari lembaran nilai murid-murid.
“a-ada apa xiumin? Kenapa kau tampak ngos-ngosan?” hyerin mulai merasa takut dan menunggu jawaban xiumin yang masih mengatur nafasnya diseberang. Dari suaranya dia tampak sangat ketakutan dan bingung.
“se-seorin! Dia kecelakaan!! Tolong aku! Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, darah .. darah dimana-mana. Aspalnya penuh dengan darah! Tubuh seorin tidak bergerak! Tubuhnya dingin! Dingin sekali!” suara xiumin tampak parau dan seperti orang hilang akal diseberang.
“tuan tenanglah. Dia akan baik-baik saja.” Suara yang tidak hyerin kenal menyahut perkataan xiumin yang seperti bom besar bagi hyerin. Hingga tanpa sadar ponsel yang ia genggam terjatuh begitu saja dengan keras..

**
Xiumin POV

Han seoul hospital_

Aku mengikuti langkah kasur pengangkut pasien yang membawa tubuh seorin. Terus menggegam tangan seorin dengan erat. Tubuhnya benar-benar tidak bergerak sekarang, seluruh wajah dan bajunya bersimbah darah yang kental. Tampak kaki kirinya yang tidak terbentuk dengan benar, siapapun pasti bisa menebak bila kaki seorin patah sangat parah.
Hingga sampailah disebuah ruangan berpintu kaca tempat dimana seorin harus segera dimasukan. Ruang bertuliskan UGD diatasnya.
“maaf tuan. Anda tidak boleh ikut kedalam!” seorang suster menahan badanku. Dari belakang sesosok dokter berjalan dengan cepat memasuki ruang UGD yang dimasuki seorin. Hingga pintu UGD tertutup.
Aku terdiam. Mulutku tak bisa menutup. Keringat dingin mengucur deras dari dahiku.
Bruk!
Aku terjatuh berlutut tepat didepan pintu UGD. Bukan, ini bukan rasa takut akan disalahkan. Tapi aku sangat takut tika terjadi apa-apa pada seorin. Demi tuhan aku sangat tidak ingin.
Aku meremas tanganku sendiri hingga memerah. Kugigit bibirku dan terus menatap ke arah pintu UGD yang masih tertutup dengan dinginnya.
“xiumin!!!” teriakan terdengar dari koridor menuju pintu UGD dan tempat aku duduk. Tampak minah dan chanyeol berlari. Muka mereka menampakan ketidak percayaan. Minah berdiri terpatung melihat bacaan pada ruangan tempat aku terduduk, hingga chanyeol membantuku untuk berdiri dan duduk dibangku yang benar.
“memang apa yang terjadi???” tanya minah dengan mata yang memerah. Aku masih tidak bisa menjawab, rasanya lidah ku teramat kelu dan otakku kehabisan kata-kata untuk sekedar menjawab minah.
“hyerin.ah!! hyobung.ah!!” teriakan minah nyaring dan serak. Aku mengangkat kepalaku perlahan. Mendapati minah yang memeluk hyerin dan hyobung. Tidak jelas bagaimana ekpsresi mereka selanjutnya. Namun aku masih bisa mendengar isakan minah dan nada tidak percaya hyerin pada setiap pertanyaannya.

**

author POV

“bisa kau kesini sekarang?” hyunra mengacak rambutnya, ponsel yang ia rekatkan dikuping terasa bergetar ditangannya.
Tak ada jawaban, tentu tidak akan ada. Dari tadi ia mencoba menghubungi jae ah namun yeoja itu tidak juga menjawabnya. Yang dia bisa hanya mengirimi pesan suara untuk jae ah. Perasaan takut terus membayanginya.
Dia terus mengintai seseorang. Bukan, bukan mengintai lebih tepatnya berharap orang yang dia lihat itu cepat-cepat berlalu dan pergi dari jalan yang akan ia lewati itu.
Namun sosok itu masih berdiri diam dan menatap ke arah pemandangan lampu-lampu jalan dari pagar pembatas.
Sebenarnya sosok namja itu tidak ada hubungannya dengan hyunra.
Hyunra tahu namja itu lebih punya urusan dengan mutan-mutan yang juga belakangan ini terus lalu-lalang dikehidupannya.
Tapi, sepertinya namja itu memiliki aura membunuh yang sangat kental.
Hyunra tahu soal perjanjian kaum mutan selama ini. “manusia yang tahu tentang keberadaan kami, akan kami musnahkan.”
Dan tentu namja itu tahu tentang dirinya. Seorang park hyun ra yang bahkan berteman dengan (mantan) mutan, baek jae ah. Apa dia akan bisa hidup malam ini?
“harusnya kau mati saja..”
DEG! Jantung hyunra berdetak semakin kencang dan lututnya terasa lemas ketika namja itu mengucapkan sesuatu. Hyunra semakin menyembunyikan tubuhnya dari balik tembok rumah. Apa kah namja itu sadar dengan keberadaannya?
Dia memeluk erat plastik familymartnya. Seandainya saja dia tidak keluar malam-malam dan pergi ke family mart seorang diri, pasti dia tidak akan bertemu dengan namja itu.
Tapi tunggu. Hyunra tersadar sesuatu. Apakah namja itu mengenalinya? Bahkan sebenarnya selama ini namja itu belum sama sekali bertemu pandang dengan hyunra. Hyunra hanya tahu tentangnya dari jae ah. Tentang namja berpakaian jaket bulu dan berdarah dingin.
Jae ah juga memperingati hyunra agar cepat-cepat menghubunginya ketika bertemu dengan namja itu.
Tapi namja itu kan belum samasekali bertemu dengannya?
“mungkin saja dia tidak menyadari siapa aku ..” gumam jera memberi percaya diri pada keadaannya sekarang.
“baiklah!” hyunra bersiap melangkah. Langkahnya masih hati-hati . jantungnya berdetak kencang. Sebenarnya kakinya sangat gemetar sekarang. Tapi jika hyunra berhenti dan terjatuh, itu sama saja membunuh dirinya sendiri.
Sosok namja itu juga tidak berpaling dan masih menatap ke arah lampu-lampu mobil dijalanan.
“bagaimana dengan manusia yang kumaksud?” ucapan namja itu terdengar. Hyunra tersentak, hati- hati dia menoleh. Tampak seorang yeoja berambut pendek berdiri tepat disampingnya. Yeoja yang terlihat seperti bawahan dari namja itu.
“aku berhasil. Manusia pertama sedang dalam masa krisis usai aku menabraknya.” Ucapan yeoja itu tampak datar. Berbeda dengan namja itu yang terdengar lebih lembut.
Namja itu tersenyum manis dan menatap yeoja itu. Yeoja itu tidak tersenyum sama sekali dan menatap namja itu datar.
“jadi~ nam seo rin. Gugur?”
Langkah hyunra benar-benar terhenti sekarang. Matanya melotot. Keringat dingin keluar begitu saja.
Nam seo rin?
Murid yeongshim. Dia mengenalnya.

**

Yeongshim high school_

“JAE AH!!!!!!!” teriakan hyunra menggema dari koridor. Beberapa murid yang berlalu lalang dikoridor melirik ke arah hyunra. Jae ah pun menatap hyunra dengan malas.
“mwoya?” tanya yeoja cuek itu.
“aku melihatnya!!!!” jerit hyunra tak bisa menahan rasa takut dan bingungnya. Jae ah mengerutkan kening.
“melihat apa?” tanyanya. Dia menatap hyunra yang seperti yang gemas sendiri.
“orang yang kau maksud! Namja berjaket bulu dan bermuka ramah! Yang kau bilang berdarah dingin itu!”
Jae ah terbelalak dengan segera yeoja itu menutup mulut hyunra. Raut muka jae ah juga ikut tegang sekarang.
Jae ah menyadari sesosok namja tinggi yang kebetulan lewat didepan mereka. namja itu berhenti dan menatap ke arah mereka berdua. Kai.
“kau maksud, chen?” tanya kai seakan mengerti siapa yang hyunra maksud. Hyunra menatap ke arah jae ah, lalu menatap kai lagi. Yeoja itu menggeleng tidak tahu, dia memang tidak tahu siapa nama namja yang dimaksud jae ah selama ini.
Kai mendekati hyunra yang tergugup.
“apa namja itu bersama dengan seorang yeoja berambut pendek?” tanya kai dengan tatapan serius.
“ah! Nae!!! Dia bersama dengan seorang yeoja berambut pendek! Dan~” ucapan hyunra terhenti. Dia masih sangat mengingat setiap obrolan chen dengan yeoja itu.
“dan~?” kai menatap hyunra tajam. Ada perasaan geram dalam hatinya.
“dan mereka membicarakan masalah pemusnahan manusia. Aku bisa mendengar setiap ucapan mereka dengan jelas, dan yeoja itu berhasil memusnahkan seorang manusia yang berada di yeongshim ini.” Nada bicara hyunra menjadi sangat parau dan cemas.
“NUGU??” kini jae ah yang bertanya. Tatapan yeoja itu seakan tidak percaya. siapa kira-kira? Riyoung kah?
Hyunra menatap jae ah dan kai bergantian.
“nam .. seorin.” Ucap hyunra pelan.
Mata kai melotot. Begitupun juga dengan jae ah.
“mwo??? Seorin? Mereka memusnahkan seorin? Ma-maksudmu seorin sekarang sudah tewas?” jae ah menatap hyunra semakin tajam. Perasaan shock menyelimutinya.
Kai yang sempat terpaku dengan jantung berdetak kencang mulai tersadar. Dengan langkah cepat dia berlari meninggalkan jae ah dan hyunra.

BRAK!!!!
Pintu kelas 1F terbuka dengan kencang. Beberapa murid yang duduk dibangku menunggu waktu masuk datang menatap ke arah kai dengan terkejut.
Tatapan kai terhenti pada bangku tempat seorin duduk.
Kosong.
Bahkan tempat duduk minah, hyerin dan hyobung pun juga kosong. Begitupun xiumin.
Apa yang terjadi?
“apa kau tahu kenapa seorin tidak masuk?” kai menatap ke arah yeoja yang duduk disamping seorin. Yeoja itu menatap kai dan terdiam.
“jooyi!” sentak kai lagi berharap jooyi –nama yeoja itu- menjawabnya dengan cepat.
“aku dengar seorin kecelakaan. Dan dia sedang dalam masa kritis sekarang. Bahkan aku dan sungtae pun pulang sekolah nanti mau menjenguknya.” Jawab jooyi dengan muka takut.

**

Han seoul hospital_

“bisa mendengar amma, seorin?”
Amma seorin terus menggegam tangan seorin dengan erat. Diletakan tangan seorin dipipinya. Perasaannya kembali menenang ketika sadar tangan seorin yang masih hangat dan nadinya yang masih berdenyut lancar.
Senggukan dari wanita berusia 40tahunan itu terdengar nyaring dan memecah keheningan dari ruang rawat seorin. Yang berani beradu dengan sesenggukan itu hanya suara dari mesin monitor jantung.
Hyerin, minah dan hyobung juga ikut menatap tubuh seorin yang terpasang selang infus entah dihidungnya atau ditangannya. Matanya terus terpejam. Kepala dan tubuhnya dibalur perban tebal. Namun rona bengkak pada pipinya masih terlihat meskipun sudah dinetralisir oleh obat-obatan.

“seharusnya ini menjadi sebuah keajaiban. Dia tertabrak mobil dengan kecepatan tinggi. Bisa dibilang dia sudah mengeluarkan banyak sekali darah ditambah dengan benturan keras ditempurung kepalanya. Namun dia masih bertahan hidup dan bernafas. Jika dia tidak bertahan, mungkin dia sudah menghembuskan nafas terakhirnya saat perjalanan kerumah sakit.”

Katakata dokter masih jelas teringat di otak semua yang mendengarnya.
Begitupun xiumin. Namja itu masih terduduk diluar ruang rawat seorin. Kepalanya menunduk dan tatapannya benar-benar kacau sekarang.
Meskipun hal yang terjadi pada seorin itu murni kecelakaan, tetap saja dialah yang paling merasa bersalah. Dia yang saat itu bersama seorin. Harusnya dia menyelamatkan seorin. Atau sekedar mengantar seorin kerumahnya.
Padahal dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk menjadi pelindung seorin seperti apa yang yeoja itu minta.
Tapi kini?
Senggukan xiumin mulai terdengar. Chanyeol yang disampingnya menoleh ke arah xiumin. Bahkan xiumin sama sekali tidak menyentuh coffee latte yang ia belikan tadi. Chanyeol menghentikan kegiatan meminum coffee latte nya dan menepuk punggung xiumin.
“ini bukan salahmu.” Ucap chanyeol tetap menepuk-nepuk punggung xiumin. Namun namja itu tidak bergeming.
Chanyeol menatap xiumin. Rasa sedih dan bersalah xiumin sangat pekat dari wajah manisnya itu.
Chanyeol menghela nafasnya dan memutuskan menatap ke arah jendela besar yang terhias tepat di tempat duduk yang berada didepan ruang rawat seorin.
Langit tampak mendung. Padahal jam menunjukan jam 8pagi. Dari kemarin dia, xiumin dan semuanya belum ada yang kembali kerumah. Mereka semua menginap menemani seorin melewati masa-masa kritisnya.
Meskipun sekarang seorin masih terbilang kritis tapi setidaknya seorin sudah bisa dipindahkan dari ruangan yang bagi xiumin seperti neraka, UGD.
ZRAK
Pintu ruang rawat seorin terbuka dan kembali tertutup seiringan dengan sosok hyerin yang berdiri didepan pintu. Mukanya tampak kusut. Tampak jelas raut-raut khawatir tertampak dari muka cantiknya.
“apa kau mau coffee latte? Biar kuambilkan.” Chanyeol menawarkan diri seraya menimang-nimangkan coffee lattenya. Hyerin menatap ke arah chanyeol, sedetik kemudian tatapannya berpindah ke sosok xiumin yang masih menunduk. Tanpa menjawab chanyeol hyerin melipat tangannya dan berjalan perlahan ke arah xiumin, hingga yeoja itu kini sudah berdiri di depan xiumin yang masih saja menunduk.
Tatapan hyerin tidak bisa ditebak, antara kebencian, kekecewaan atau raut bertanya pada xiumin. Chanyeol melirik ke arah hyerin dan xiumin secara bergantian, dia berharap xiumin bisa mengatakan sesuatu.
“aku sengaja tidak langsung bertanya padamu dan hanya menatapmu.”
Ucap hyerin dingin. Tapi nada parau masih saja terdengar dari suara tegasnya.
“aku ingin kau yang menjelaskan sendiri padaku. Kenapa ini semua bisa terjadi? Kenapa hal ini bisa tetap terjadi?” nada suara hyerin sedikit keras sekarang. Tampak dia menahan emosinya yang memuncak.
“oh~ tak usah kau jelaskan. Dari awal aku memang sudah mengerti. Kau sengaja bersikap lunak pada kami, lalu perlahan.. kau mulai memusnahkan kami. Memusnahkan kaum kami.”
Xiumin masih menunduk. Tak ada pembelaan darinya. Chanyeol mulai menyadari suasana yang mulai tidak mengenakan ini.
“kau salah hyerin. Semua ini murni kecelakaan.” Chanyeol mulai angkat bicara.
“tsk! Murni kecelakaan? Aku sangat tahu bagaimana seorin. Dia selalu hati-hati. Bahkan dia tak akan mau melewati jalan raya meskipun hanya di lewati oleh 3-4 mobil. Bagaimana hal itu bisa terjadi dengan seorin, jika bukan kalian yang menyelakainya?” kini hyerin berbalik menatap chanyeol dengan benci. Chanyeol terdiam. Suara ditenggorokannya terasa tercekat.
“hyerin~” minah keluar dari pintu ruang rawat seorin bersama hyobung. Dengan segera yeoja itu memeluk hyerin dari belakang. Berusaha menetralkan emosi yeoja itu, bagaimanapun meski hyerin itu dewasa diantara mereka. jika dia sudah terlanjur emosi itu akan susah menenangkannya.
Hyerin berusaha mengatur nafasnya dan bersikap tenang.
“kalian. Pergilah. Jauhi kami, kami tidak mau berhubungan dengan kaum kalian lagi. Kumohon.” Hyerin menunduk dan suaranya tampak sedikit bergetar menahan tangis.
Minah menatap hyerin. Begitupun juga hyobung yang masih tidak tega melihat adegan itu, dia menundukan kepalanya.
Hingga xiumin mulai mengangkat kepalanya dan berdiri pelan. Dia menatap hyerin dan semuanya satu persatu dengan senyuman yang terasa seperti ia paksakan.
“sebelum kami semua pergi dari hadapan kalian. Aku hanya ingin kalian tahu, aku sangat menyayangi seorin lebih dari diriku sendiri. Dulu memang aku hanya mengaggap dia seperti teman biasa. Tapi, perlahan perasaan dingin ku sebagai mutan mulai mencair. Semua berkat seorin…” xiumin tersenyum dengan tatapan kosongnya.
Hyerin menatap xiumin dengan berat hati.
“dan tolong jangan pernah menyebut nama ku lagi didepan seorin saat dia tersadar.” Xiumin mengangkat kepalanya dan menatap hyerin. Hyerin berusaha menatap xiumin dengan tegas. Hingga namja itu mengangkat tangannya dan berbalik memunggungi mereka. melangkah menjauh.
Chanyeol ikut membalik badannya, tapi sebelumnya dia berusaha melirik minah yang juga menatapnya dengan tatapan sedih dan seakan tak terima dengan semua keputusan hyerin.
Namun yang minah bisa hanya diam dan menunggu dua punggung namja itu semakin menjauh dan menghilang. Dia yakin, semua keputusan hyerin adalah yang terbaik untuk mereka…

“apa kau yakin meninggalkan seorin begitu saja?” chanyeol menatap xiumin yang tetap terdiam menatap pemandangan dari halaman rumah sakit tempat dia dan xiumin duduk.
Xiumin menatap chanyeol. Lalu tanpa menjawab dia merengangkan keram di otot tubuhnya. Berusaha bersikap kembali ceria.
“kau mencintainya kan?” chanyeol tetap menatap xiumin. Dia berharap namja itu akan berkata ‘iya’ dan kembali ketempat seorin. Tapi xiumin hanya menampakan senyumnya.
“sudahlah park chanyeol~ mutan seperti kita tak pantas merasakan cinta..” xiumin menepuk punggung chanyeol. Chanyeol tak menjawab pernyataan xiumin, namun dari raut mukanya tampak jelas kekecawaan yang memekat.
“tapi kita punya misi baru.” Ucap xiumin lagi.
Chanyeol menatap xiumin kembali setelah tadi sempat terdiam.
“apa itu?” tanyanya. Xiumin menatap ke arah langit.
“kita tetap harus melindungi 4yeoja bodoh itu.” Jawab xiumin.
“itu kewajiban kita untuk yang terakhir kalinya.”
Chanyeol terdiam menatap xiumin. Lalu perlahan dia tertawa pelan dan memukul pundak xiumin pelan.
“arraseo~” jawabnya dan sedikit berdehem.
Lalu mereka berdua terdiam untuk beberapa saat. Rasanya tak tahu lagi apa yang harus mereka bicarakan.
“AH! Itu kan?” ucap chanyeol dengan jarinya yang tertunjuk ke arah lurus. Xiumin menatap arah tunjukan chanyeol.
Hingga dia berdiri terkejut ketika melihat dua sosok tengah berlari memasuki gedung rumah sakit.
Xiumin sangat mengenali kedua sosok itu, dan salah satu sosoknya adalah namja yang dulu sangat dia benci dan berusaha ia hindari dari seorin.
Sehun dan kai.

**

Jae ah POV

“chen?” baekhyun menoleh ke arahku ketika aku baru menceritakan semuanya. Entah kemana sifat tenangku, hingga sekarang aku sudah tak bisa menahan rasa gelisah ku lagi.
Rasanya sangat lelah terus berusaha tegar dan tenang.
“nae! Dia datang dan mulai berusaha melenyapkan kaum manusia! Bahkan seorin pun sudah menjadi korban pertamanya!” terangku lagi. Baekhyun masih menatapku, dia terlihat sangat tenang. Padahal harusnya dia sudah merasa gelisah ketika mendengar nama mutan itu.
“seorin? Dia yeoja yang selalu bersama xiumin kan?” tanya baekhyun kembali menatap ke arah komik yang sedari tadi ia baca.
“iya! Seorin sekarang sudah dalam masa kritis dirumah sakit. Jika tidak kita tangani ini akan merembet ke manusia-manusia yang lainnya!” aku menatap baekhyun dengan lamat. Namun raut muka baekhyun tetap tidak berubah, masih tetap datar dan santai. Bahkan dia kini kembali serius membaca komiknya.
Kesabaran jae ah sudah habis, hyunra yang disampinngnya yang sedari tadi tetap diam mendengar pembicaraan antara jae ah dan baekhyun pun kini menatap jae ah dengan takut.
Dengan gerakan kasar dan cepat jae ah merebut komik yang dibaca baekhyun.
“YA! DIMANA SIKAP PEDULIMU???!!! BAHKAN KAU TETAP TIDAK MERUBAH RAUT MUKAMU ATAS SETIAP UCAPANKU!” makiku kesal.
Baekhyun menatapku dengan tatapan dinginnya.
“apa hubungannya denganku? Bahkan jika chen berusaha untuk melenyapkan manusia, memang itu kan yang harusnya terjadi? Bukannya mutan itu tercipta untuk lebih unggul dari manusia dan melenyapkan manusia yang bisanya hanya menggangu.” Ucap baekhyun dengan nada menusuk dan dingin. Jae ah terdiam. Jantungnya serasa berhenti berdetak.
Baekhyun berhenti berkata. Dia menoleh kejendela dan lebih memilih menatap langit yang masih mempertahankan kemendungannya.
“pabo~” ucapku pelan. Badanku bergetar menahan sesuatu. Hyunra menatapku dan memelukku dari belakang, berusaha menenangkanku.
“BAHKAN KAU BISA BERKATA SEPERTI ITU PADAHAL KAU TAHU KALAU AKU ITU MANUSIA YANG AKAN SEGERA DILENYAPKAN OLEH KAUM KALIAN!!!!!!” teriakku sangat kencang. Hyunra terpaku melihat butiran airmata terjatuh melewati pipiku begitu saja. mungkin ini pertama kalinya baginya melihatku yang seperti ini. aku yang tampak lemah dan rapuh.
Dan dengan langkah cepat aku berlari keluar kelas. Meninggalkan baekhyun. Berharap aku bisa melupakan setiap kebodohannya yang tadi ia perbuat.

**
Author POV

“YA!!! Berhenti!!!!”
Dengan langkah cepat xiumin berhasil menghentikan langkah berlari cepat kai tepat di koridor depan ruang rawat seorin.
Sehun pun juga ikut berhenti.
“XIUMIN!!! AKU TAHU KAU DISINI!” sehun tersenyum.
“bagaimana keadaan seorin?” tanya kai menatap xiumin. Xiumin juga menatap kai dengan tajam.
“sebaiknya kita tidak muncul lagi dihadapan seorin dan yang lainnya.” Ucap xiumin.
“eh?” sehun menatap xiumin dengan bingung.
Kai tak bisa menunggu lama lagi, dengan cepat dia berlari keruangan seorin. Namun kembali xiumin menahannya hingga langkah kai tertahan. Xiumin mencengkeram kerah seragam kai dan menatapnya kesal.
“apa kau tidak mengerti apa yang kukatakan!? Jangan pernah muncul dihadapan seorin lagi atau yang lainnya!!! Aku tidak peduli kau adalah mutan yang ditakdirkan atau apa! Sekarang kita berbeda dengan mereka! mereka membenci dan takut dengan kita! Jika kita berada didekat mereka, itu akan semakin membahayakan mereka!” mata xiumin melotot menatap kai, berharap namja itu akan mengerti.
Kai juga menatap xiumin dengan benci. Dilepasnya cengkeraman xiumin dengan kasar.
“bukannya jika meninggalkan mereka sama saja dengan membahayakan mereka! apa kau bodoh?” ucap kai dingin seraya mengelap tangannya yang tadi sempat digenggam xiumin. Seakan jijik.
Xiumin menatap kai dan mendekat ke arah namja itu. Menatapnya sangat dingin. Hingga perlahan bibir namja itu terangkat.
“maka itu aku memintamu untuk mendengarkanku.” Ucapnya.

**

“tuan.”
Senyuman namja itu terhenti. Tatapan anehnya yang menatap ke arah sebuah gedung rumah sakitpun segera teralihkan ketika yeoja yang berada satu mobil dengannya, tepat disampingnya menegur namja itu.
Namja itu mengalihkan tatapannya dan menatap yeoja berambut pendek itu.
“ada apa, gain?” tanya namja itu seraya memainkan rambut pendek yeoja itu. Yeoja bernama gain itu tetap tidak menampakan raut apapun selain tatapan kosongnya.
“siapa selanjutnya?” tanya gain langsung. Malas untuk bertele-tele. Namja disebelahnya itu tersenyum sangat lembut dan mengelus bibirnya sendiri seakan berpikir.
“kita lanjutkan dari manusia yang tidak berguna dulu.” Namja itu meraih sebuah foto yang terdapat di box lemari mobilnya. Difoto itu terpampang siluet seorang yeoja yang tengah mengobrol dengan temannya yang juga yeoja.
Gain menatap foto kedua yeoja itu.
“baek jae ah?” tanyanya kembali menatap namja itu. Namja itu tersenyum.
“itu keputusanmu. Mau menangani yang mana dulu. Manusia tak berguna jae ah~ atau temannya yang bodoh..” namja itu menyerahkan foto itu pada gain. Gain meraih foto.
Namja itu kembali menatap ke arah gedung rumah sakit. Kilat seperti petir tertampak dari matanya. Seperti tak sabar menunggu permainan yang seru.
“terlalu lama menunggu para mutan-mutan bodoh itu bertindak. Semua tak akan berkembang jika tidak kita tangani terlebih dahulu.” namja itu meremas stiran pengemudi sambil tetap menatap ke arah gedung rumah sakit..
“gain, kau habisi dulu seorin itu.” Perintah namja itu tanpa menatap ke arah gain. Gain menatap namja itu yang sebagian matanya mulai menghitam bagai kilatan mendung dilangit.
Gain pun beranjak dan keluar dari mobil.
Mendekatkan kepalanya ke jendela mobil dan menatap namja itu masih menatap gedung rumah sakit.
“arraseo~ tuan chen~” ucap gain pelan.
Hingga yeoja itu mulai berjalan mendekati gedung rumah sakit dengan intaian mata dari masternya itu.

TBC

About fanfictionside

just me

39 thoughts on “FF NC/ SPECIAL BOYS/ EXO/ PART 9

  1. Aseli thor, yg bagian awal” chap ini gak masuk d’otak gw sama sekali, apalagi pas obrolan d’skolah itu .___.v
    Tp dr tgh k’bawah ngerti sih ud, akhir’nya chen nongol jg~
    Kbykan cast cwe buat gw bingung thor, >.<

    Ditunggu chap selanjut'nya

  2. The Real konflik akhrnya muncul..,aigoooo bacanya ampe deg2an,.,
    hyerin qo marah sama mutan???ntar kriss gmana????jangan dong,.

    ada yg ga ngerti,.,Xiumin bilang Kai mutan yg ditakdirkan, maksudnya apaa yaaa???

  3. kaya nya cuma gue ya yg ga dibunuh?! kan gua kaga tau tuh anak’ pada mutan.
    cinta gue ma suho begimana ye nanti?? rusuh nih si chen!!! haha
    ditunggu lanjutan nya asap..
    gamsahamnida thoooooorrr!!!!!!!!!!!

  4. keren thor!!! suka banget deh sama ff special boys😀
    Kai sama Sehun NCnya kapan thor??? huhuhu T.T

  5. Ah ternyata Chen lakonnya jahat ih.. >< Fiuh tambah ribet aja nih klimaks nya.. Gue yakin Seorin bakal sembuh, gue yakin, harus!! *maksa*

    Ah mumet nih ama Xiumin Kai yg rebutan Seorin..Yaude dah gue rela Seorin ama Xiumin. Ntar abang Kai ama gue aja *new cast* #ngarep #plakk!

    Baekhyun setega itu kah kau terhadap sang mantan? Jae Ah sasaran berikutny nih, bisa gawat kalo mas bacon nggak tanggap..

    Chanyeol Minah kesian, abis kasmaran abis jadian. Eh malah udah kepisah lagi gitu.. Ngemeng2, Sehun disini cengo yaa.. Dari kemaren gue kebanyakan komen! Stop! Buahaha😄

  6. Keren !!
    Mulai suka nih sama alurny . Pertama tama agak bingung juga .
    Kapan tuh moment seorin sama kai ? Gak sabar nunggguny . Dari kemarin sama xiumin mulu .
    Gomawo thor !

  7. chen jd antagonis.a ?
    wah seru ya ^^

    hyerin jgn mrah dong,,
    kasian kris entar…

    baekhyun tega banget, ntar kalo jae ah kenapa napa gmn ?? –”

    daebak deh ff.a,
    next part d tunggu ya ^^

  8. Annyeonggggggggggggggggggggggg Author . . saya readers baru .

    aku dah baca dari part 1 . mian baru koment disini , author nya hebat , ceritanya daebakkkkkkk😄 suka banget chanyeol yang genit huhuhuhu tapi , kasian seorin !! thorrr . . kok aku lebih suka seorin sama kai ajah yah soalnya xiumin nya buat aku hahahahah Plaxxxxx . . ok . . jangan lama-lama yah thorrr

  9. wuuahhhhhhh
    feelnya dpet bnget, ampe nangis bcanya pas xiumin hrus pergi
    huhuhuhuhu
    chen knpa hrus jahat gtu sih
    mantep thor, lanjutnnya secpatnya yah^^

  10. wah keen thor.

    Chen pantas banget jadi orang jahat.
    tapi kurang panjang thor critanya……….
    tak tunggu kelanjutannya ya. jangan lama-lama.

  11. Semoga seorin lama dirumah sakit biar gue muncul.😄.
    *nabok Kai.
    Enak aja lu bentak2 gue..
    Dasar BANG KAI. *dihajar bini kai😄

  12. Aduhhhhhhh ..
    Hyerin,itu abang mutan mu buat aku aja yahhhhh ????
    wkwkwkwkwkwk😀
    #plakkkk,di gampar Hyerin ..

    Seorin,cepet sembuh yaaa ???🙂
    Keren deh Eonni🙂

  13. KEREEEEN!!!!
    SEMOGA SEORIN BISA SAMASAMA XIUMIN DAN KAI SECARA SEKALIGUS!!!
    AKU SUKA PASANGAN XIURIN ATO SEOKAI~!

  14. bgtu datang Chen jadi penjahatnya nih.. Gain ? Gain mana y thour ? Gain BEG kah ?? kalau Gain BEG shock sayaO_o

    nah kan, Hyerin jadi marah sama buan mutannya.. gmn ntr hubungannya sama Kris ??

    akhirnya Kai n Baekhyun mncul lagi😄😀

    siap k part berikutnya ^^

  15. aigoo….
    chen oppa muncul malah jdi jahat😦

    yeee… akhirnya kai oppa muncul lagi ..🙂

    smoga seorin cpt sembuh ‘n jelasin klo ntu smw bukan gra” xiumin oppa….

    ttp smangat😉

  16. annyeong…
    ff ini bagus banget Thor.
    aku sampe penasaran sama cerita lanjutannya. ok gw baca kelanjutannya aja (Y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s