FF NC/ SPECIAL BOYS/ EXO/ PART 8


aku comebackkkkkk~!!!!!!!
okeh langsung aja yaaa cekedot lagi males bercuap-cuap u,u

Tittle: -SPECIAL BOYS- PART 8
Author: AlvianyHwang
CAST:
+ Nam Seo Rin
+ Kim Jong In (KAI)
+ Kim Xiu Min
+ Choi Min Ah
+ Park Chan Yeol
+ Baek Jae Ah
+ Bang Hyo Bung
+ Oh Se Hun
+ Cho Hye Rin
+ Kris Wu
+ park Joo Yi
+ Park Ri Young
+ Park Hyun Ra
+ Park Sung Tae
+ ALL EXO MEMBERS

GENRE: supranatural, life, romance, yadong, NC

We were in love, please don’t make me cry
for me, it’s only you
when i close my eyes, i see you
when i block my ears, i hear you
please don’t leave me

the person who became a light in my dark life, such as precious person
a day passed, another day passed and long for you more

even as i sing this song
We were in love, please don’t make me cry
for me, it’s only you
when i close my eyes, i see you
when i block my ears, i hear you
please don’t leave me
(T-ara feat. Davichi – we were in love)

“boleh aku mengatakan sesuatu?”

“Jika aku mengalahkan point yang didapat sehun, maukah kau jadi yeojachingu ku?”

Minah POV

Mataku terpaku menatap sosok chanyeol yang berdiri didepanku. Semua pun juga menatapnya. Terpaku dan seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan namja berambut ikal coklat itu.
Tidak terkecuali aku. Aku lah yang paling tidak bisa mempercayai setiap perkataan yang keluar dari bibirnya.
Namun sekarang, aku tidak bisa melihat sisi bercandanya lagi. Tatapannya pun begitu serius dan menusuk kedua bola mataku. Menarik tatapanku untuk tak berhenti terarah padanya.
Dia tidak menunggu jawabanku. Dengan segera dia segera mengalihkan badannya ke arah dance floor dan berdampingan dengan sehun yang juga tadi menatapnya takjub.
“apa yang kau lihat? Ayo kita bertanding untuk saling mendapatkan point tertinggi.” Ucap chanyeol menaikan alisnya menatap sehun yang masih terus menatapnya.
Sehun tersadar dan menggaguk kaku.
Aku terus menatap chanyeol yang memunggungiku. Dari belakang tubuhnya tampak tegap dan kuat. Rambut coklatnya sedikit menjuntai kebelakang, tampak lucu dan, tampan …
Entah kenapa aku merasakan panas pada wajahku. Seperti ada rona merah dipipiku.
Dengan cepat kusentuh pipiku dan mengeratkannya dengan kedua telapak tanganku.
Hingga musik dari alat box dance itupun berbunyi. Diikuti tarian dari tubuh kedua namja. Mengikuti tarian avatar yang berada di monitor depan mereka.
Aku terus menatap tubuh chanyeol yang terus menari dengan lincah.
Rambut coklatnya yang mulai terkena peluhnya tampak sangat indah dan membuatku yakin akan adanya makhluk seindah dia.
Sehun pun juga sangat keren dan lincah. Namun entah mengapa aku tetap bisa menyadari keberadaan sehun. Aku hanya melihat chanyeol. Hanya dia yang terlihat dimataku yang entah kenapa mulai tergenang oleh sesuatu yang hangat.
Seorin menyadarinya, dia menatapku dan terdiam.
Aku bisa sadar dengan tingkah lakunya. Apakah dia terkejut melihatku seperti ini?
Hingga dia tersenyum dan merangkulku. Aku menatap seorin yang masih menampakan senyum lebarnya.
“kau bisa menyukainya minah. Bahkan kau bisa berpikir bahwa dia adalah yang terbaik.” Ucap seorin menepuk belakangku dengan pelan. Aku terhenyak dengan kata-kata seorin. Hyerin dan hyobung pun juga tersenyum. xiumin memberi jempolnya untukku dengan senyuman.
Entah kenapa airmataku mulai turun mengalir melewati pipiku dengan lancar. Bukan rasa sesak yang aku rasakan, tapi ….
Gerakan tarian sehun dan chanyeol pun terhenti.
Sehun menatap chanyeol yang terdiam. Tatapan sehun tampak tak bisa ditebak. Namun aku yakin dia sangat merasa sedih dan menyesal.
Aku melirik ke arah monitor point.
87 – 100
Selisih angka yang cukup jauh.
100 untuk sehun yang masih tidak bisa mengalihkan tatapannya dari chanyeol. Hingga namja itu mendongkakan kepalanya. Aku bisa melihat matanya yang berkaca-kaca. Bodoh … apa dia menangis?
Chanyeol turun dari dance floor dan menatapku dengan muka kecewanya. Dia pun mengembangkan senyumnya yang masih tampak seperti terpaksa.
“aku … kalah …” suaranya pun terdengar. Sangat parau. Dadaku kini terasa sangat sesak.
“ya! Kita ulang lagi chanyeol~ ayoo!” sehun berujar dari belakang namja yang tengah menatapku sedih. Chanyeol menundukan mukanya dan tersenyum.
“tidak usah. Aku tahu kau akan menyerah dan berusaha membuatku mendapat point yang lebih darimu sehun. Aku tidak mau memaksakan semuanya.” Ucap chanyeol. Sehun terdiam. Namun ekspresi namja itu tampak sangat bersalah.
Chanyeol sebentar menatapku. Aku mesih terdiam mematung menatapnya juga. Hingga dengan bodohnya dia tersenyum dengan berat dan berbalik meninggalkanku. Menjauhkan dirinya dariku.
Dan aku hanya terdiam tak bisa berkata apa-apa.

**

Author POV

“ja! Sampai disini!”
Riyoung tersenyum melihat luhan yang berdiri didepannya. Namja itu rela mengantarnya pulang sekolah setiap malam dengan motornya. Menunggu yeoja itu hingga kegiatan klubnya berakhir.
Bahkan tak jarang riyoung mendapati namja yang disayanginya itu tengah ketiduran di UKS atau ruang kelasnya. Namun yang namja itu katakan hanya ‘tidak apa-apa’ dan tersenyum sangat manis.
“ayo masuk kedalam. Udaranya tidak baik untuk tubuhmu.” Luhan memberi isyarat matanya untuk menyuruh riyoung masuk kedalam rumahnya.
Riyoung tersenyum dan menyadari sesuatu ditubuhnya yang dari tadi melindungi rasa dinginnya.
“ah~ jaketmu.” Riyoung hendak membuka jaket putih coklat luhan.
“andwae!! Untukmu saja. Aku ingin kau memakainya setiap kita pulang sekolah. Agar kau tidak kedinginan.” Luhan menahan tangan riyoung. Riyoung menatap luhan, namja itu tersenyum.
“masuklah kedalam. Udara semakin dingin.” Luhan mengacak rambut riyoung pelan dengan tangannya yang juga hampir membeku. Riyoung pun tersenyum, dikuatkannya ranselnya dan berjalan mundur agar tetap melihat sosok luhan yang masih duduk dimotornya, menunggu yeojanya itu masuk kedalam.
Langkah riyoung terhenti. Dia menatap luhan dengan senyuman.
Luhan juga tersenyum meskipun ia bingung melihat tingkah riyoung.
“cepat-“
“appa dan amma ku tidak ada dirumah malam ini ..”
Riyoung menghentikan kata-kata luhan. Namja itupun terdiam dan menatap riyoung. Seperti mencari tahu lebih lanjut apa maksud riyoung mengatakan hal itu.
“luhan. Temani aku malam ini… aku…” riyoung menggigit bibirnya. Jantungnya berdetak sangat kencang. Ia merindukan ketika dia mengatakan hal ini. Dia tidak bisa untuk menahannya lagi. Dia butuh luhan.
“aku … aku merindukan kehangatanmu..” riyoung menundukan kepalanya. Mukanya sangat memerah sekarang.
Luhan pun tampak gugup dan menutup mulutnya sendiri dengan tangannya. Mukanya memerah pekat.
Luhan kembali menatap riyoung yang masih menundukan kepalanya.
Hingga namja itupun turun dari motornya dan mendekati yeojanya itu. Riyoung sudah menunggu sentuhan luhan yang selalu bisa membuainya.
Namun namja itu tak kunjung menyentuh riyoung.
Plek
Tangan luhan kini sudah berada dikepalanya sekarang. Riyoung mengangkat kepalanya dan menatap luhan.
Luhan tersenyum.”aku tidak mau menyakitimu lagi riyoung.ah~ cukup dimasa lalu kita melakukan itu. Aku tidak bisa membuatmu merasakan kesakitan lagi.” Ucap namja itu. Riyoung tak bisa berhenti menatap luhan.
“masuklah. Aku akan menelponmu nanti, jadi kau tidak akan merasakan kesepian.” Luhan mengecup pipi riyoung pelan dan menjauhkan tubuhnya dari yeoja yang tetap menatapnya. Hingga namja itu membalikan tubuhnya memunggungi riyoung.
Entah mengapa dada riyoung terasa sesak. Jiwanya tertekan. Rasanya tak bisa untuk menerimanya.
“PABOYAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!” teriak riyoung kencang, sekencang-kencangnya.
Luhan terkejut, namja itu menoleh ke arah riyoung yang sudah menangis menatapnya.
“KENAPA KAU MENGATAKAN HAL ITU???!!! KENAPA KAU MENGATAKAN BAHWA KAU AKAN MENYAKITIKU JIKA KAU MENYENTUHKU!? APA KAU TIDAK TAHU? BETAPA AKU SANGAT MERINDUKANMU? AKU TAK BISA MENAHANNYA!!! BAHKAN AKU MERASA GILA SEMENJAK KITA KEMBALI BERBAIKAN!!?? AKU SUDAH TIDAK TAKUT PADAMU LAGI!!! DAN JUGA, JIKA KAU TIDAK MENYENTUHKU AKU MALAH AKAN MERASA SANGAT SAKIT!! KAU BODOH LUHAAAAAAAAN!!!!!!!!!!” riyoung menutup mukanya dan menangis sekencang mungkin. Dia tidak mengetahui lagi bagaimana ekspresi namja yang berada didepannya itu.
Yang dia rasakan kini hanya kecewa, sakit, menyesal dan malu.
“aku hanya mencintaimu luhan ….” riyoung bergumam parau tetap menutup mukanya. Tangisnya sudah sangat deras sekarang, dia kecewa. Teramat kecewa.
ZRAGG!
Tangan yang menutupi muka riyoung terbuka, dia menatap luhan yang kini sudah menggendongnya. Riyoung menatap luhan tidak percaya. raut muka luhan kini tampak berbeda dari biasanya.
“luhan…” muka riyoung memerah.
Namja itu menggendong tubuh riyoung memasuki rumahnya. Membuka pintu dengan tangan dan menutupnya dengan kaki. Seperti terburu-buru namja itu menaruh tubuh riyoung kesofa dan langsung menindih tubuh riyoung.
Tanpa menunggu lama bibir luhan sudah melumat seluruh bibir riyoung. Bibir kecil luhan terus menyapu bibir yeojanya itu dengan kasar dan bernafsu.
Riyoung yang sudah sangat merindukan hal ini langsung merangkul tangannya ke leher luhan dan membalas lumatan ganas luhan. Ditekannya kepala luhan agar ciuman mereka semakin dalam dan panas.
Luhan pun mulai meraba punggung belakang riyoung dengan jemarinya. Riyoung memeluk luhan lebih erat hingga dadanya bergesekan dengan dada luhan. Ia mendesah merasakan kehangatan luhan yang seperti dulu. Yang sangat ia rindukan.
“luhan.. ahh~ aku mau lebih…” riyoung mengigit bibirnya menahan setiap rasa nafsunya. Luhan pun juga tak bisa menahan dan mulai memaksa riyoung membuka kemeja sekolahnya. Deruan nafas nafsu luhan yang memuncak terdengar, membuat riyoung terbuai.
Tubuh riyoung sudah setengah topless sekarang. Hanya tinggal melepaskan bra yang juga tidak terpasang dengan benar didada riyoung. Beberapa bagian dadanya tetap terekspos.
Luhan menjilat dada atas riyoung dan menyisakan salivanya di dada riyoung. Namja itu mencoba meraba pengait bra riyoung.
Riyoung mendesah menerima setiap sentuhan luhan. Tubuhnya yang tadi terasa dingin sudah terasa hangat karena tubuh luhan. Diantara kegiatan luhan, riyoung mencoba membuka kemeja sekolah luhan membuat sebagian dada dan perutnya yang sedikit membentuk abs terpampang dimata riyoung. Yeoja itu sedikit sulit melepas seragam luhan dengan benar, tubuh namja itu terlalu rapat dengannya. Namun dia menyukainya. Luhan benar-benar membuainya.
Sadar dengan kegiatan riyoung yang sedari tadi terus mencoba melepas seragam sekolahnya, luhan pun berhenti melumat bibir riyoung dan melepas kemejanya sendiri dengan deruan nafas yang kencang. Dia menatap setiap inci tubuh riyoung dengan penuh nafsu.
“ah~ kita butuh kondom.” Ucap luhan pelan ketika namja itu baru ingin melumat bibir riyoung lagi. Riyoung terdiam. Luhan baru ingin bangkit dari atas tubuh riyoung, namun terhenti ketika yeoja itu menahannya dengan memegang tangan luhan.
“aku tidak mau pakai kondom.” Ucap riyoung sedikit tertahan.
“m-mwo?” luhan menatap riyoung dengan terkejut.
“aku… ingin, kita melakukannya tanpa ada penghalang apapun.” Riyoung memeluk tubuh luhan dengan gemetar. bukan gemetar takut, tapi gemetar berharap luhan akan mau melakukannya juga.
Luhan menelan ludahnya berat. Ada sesuatu didirinya yang tak bisa ia tahan. Bagaimanapun juga, meskipun ini bukan untuk yang pertama kalinya mereka melakukannya, tetap saja luhan tidak bisa bersikap ‘bisa menahan’ setiap rangsangan dan pinta riyoung. Luhan membalik badannya dan menatap riyoung dengan lamat. Mata indah luhan terus menusuk dan membuai riyoung.
Hingga kembali riyoung bisa menikmati setiap sentuhan bibir luhan dibibirnya.
Luhan terus memainkan bibirnya dan memainkan lidahnya didalam rongga mulut riyoung. Yeoja itupun terus menjambak-jambak pelan rambut luhan dengan gemas.
Luhan menjatuhkan tubuh riyoung kembali disofa dan menindihnya. Untung sofa itu berukuran besar dan bisa ditiduri oleh luhan dan riyoung jadi pergerakan mereka berdua pun tetap bisa lancar dan tak terhalang.
Tangan luhan mulai nakal dan ganas meremas dada riyoung. tangan luhan yang ada didadanya juga ikut naik turun seiringan dengan nafas riyoung.
Luhan mulai beralih menuju payudara riyoung dan menjilat ujung nipple riyoung dengan pelan dan seksi.
“aku merindukan ini.” Gumam luhan. Lalu melanjutkan lumatannya didada riyoung. Riyoung tersenyum mendengar ucapan luhan. Diam-diam dia juga ingin menjawab, bahwa dia juga sangat merindukan setiap sentuhan darinya, luhan.. namja yang sangat dia cintai.
Luhan terus menghisap dan menjilat nipple kemerahan riyoung membuat yeoja itu mendesah hebat. Tubuhnya merinding hebat ketika tangan kiri luhan juga sibuk meremas dada kiri riyoung dengan kasar dan kadang teratur.
Riyoung memejamkan matanya dan mendesah. Dirasakannya junior luhan sudah mengeras dibalik celana sekolahnya yang masih dia pakai.
Riyoung teramat gemas dan sengaja menggesek miliknya dengan milik luhan. Akhirnya, namja itu mendesah sedikit mengerang. Luhan menatap riyoung ketika sempat tadi dia memejamkan mata dengan erangannya.
“ya~ kau benar-benar ingin menggoda ku ya?” ucap luhan sedikit kesal. Riyoung menyengir dan menunjukan gigi putihnya.
Luhan mendengus dan tersenyum melihat yeojanya yang mulai nakal. Dia menjauhkan tubuhnya dari tubuh riyoung. Meraba kancing celananya dan menurunkan resletingnya.
“aku merindukan ‘adik’mu..” ucap riyoung diantara kesunyian mereka dan kesibukan luhan membuka celananya. Luhan menatap riyoung dan tersenyum.
“sudah berapa lama kau tidak merasakan ‘luhan junior’ ini?” goda luhan dan mulai mendekatkan tubuhnya lagi ke riyoung, menindihnya. Sudah dipastikan pasti luhan sudah berhasil melepas celananya dan juniornya itu sudah terekspos dengan bebas.
Riyoung mengigit bibirnya dan memeluk leher luhan. Mencoba menggoda luhan juga.
“aku tidak tahu. Aku terlalu menderita saat itu, jadi terlalu berat juga untukku menghitung berapa lama tidak menikmati ‘adik’ mu ..” bisik riyoung pelan. Luhan juga tertawa pelan.
Diciumnya bibir riyoung dengan lembut. Sangat lembut dan tanpa ada nafsu, yang dirasakan riyoung hanya cinta.
Luhan pun melepas ciumannya. Mereka saling bertatapan.
“apa aku perlu membuat ‘adik’mu nyaman?” ucap riyoung mulai meraba junior luhan. Luhan tersenyum menatap riyoung, tetap menindih yeoja nya itu tanpa menjauhkan tubuhnya dan berbaring seperti biasa dia meminta service dari riyoung. Lama riyoung tidak mendapat jawaban dari luhan –yang dia dapat hanya tatapan dan senyuman luhan- riyoung pun mulai meremas-remas junior luhan dengan pelan dan seduktif. Ekspresi luhan mulai berubah, dan riyoung senang. Luhan menjatuhkan kepalanya ke pundak riyoung, meremas dada riyoung dengan ganas seiringan remasan riyoung pada juniornya.
“eeergh!” erang luhan kembali mendongkakan kepalanya. Riyoung kini dapat melihat ekspresi penuh nafsu luhan. Namja itu menggigit bibirnya dan mulai berkeringat hebat.
Riyoung mengocok-ngocok junior luhan dan memijatnya teratur.
“hentikan chagiiiii~ kau menyiksa ku.” Luhan menahan tangan riyoung. Yeoja itu hanya tertawa ketika luhan sudah berhasil menjauhkan tangannya dari junior besar namja itu.
Luhan mendekatkan wajahnya ke wajah riyoung.
“aku tidak mau foreplay. Aku mau kita langsung melakukannya. Aku sudah tidak bisa menahan semuanya riyoung.ah~” luhan menggegam tangan riyoung erat dan menciumnya lembut. Kilatan dimata namja itu mulai terlihat, namun anehnya tak sedikitkan ada rasa takut di hati riyoung. Malah yeoja itu juga benar-benar ingin luhan cepat-cepat melakukannya dengan hebat. Sebaik mungkin dan seganas mungkin. Riyoung sudah benar-benar menginginkan namja didepannya yang menindihnya itu.
Luhan pun mulai melumat bibir riyoung lagi. Dibawah tepat divaginanya riyoung mulai merasakan junior luhan mulai mendesak memasuki liang vaginanya. Diantara lumatan luhan riyoung mulai merasakan perih dan sakit pada vaginanya. Meski dia sudah tidak perawan lagi –karena luhan- tetap saja ini menyiksanya.
“ergh!” riyoung mendesis kencang diantara ciumannya dengan luhan. Luhan melepas ciumannya dan meremas pundak riyoung dan mencoba mendorong juniornya agar bisa benar-benar masuk kedalam vagina riyoung.
Riyoung menggigit bibirnya dan menahan setiap rasa sakit yang luar biasa di dinding kemaluannya.
“eh, kau berdarah?” luhan menghentikan kegiatan mendorongnya dan mempertahankan posisi juniornya yang masih setengah berada didalam vagina riyoung. Dia mengamati darah yang mengalir melewati juniornya juga.
“riyoung.ah~ bukankah kita juga pernah melakukannya? Kenapa kau berdarah lagi?” luhan menatap riyoung. Riyoung yang juga tidak tahu apa-apa hanya menggeleng. Memang yang dia ingat gahee songsaengnim pernah menjelaskan jika pertama kali melakukan hubungan badan pasti akan mengeluarkan darah, tidak untuk hubungan badan yang kedua kalinya. Kenapa?
Luhan pun tersenyum dan mulai mengelus selangkangan riyoung membuat yeoja itu kembali mendesah secara spontan.
“aku menyukainya..” ucap luhan. Riyoung menatap luhan yang tersenyum membuat perasaan yeoja itu kembali menenang. Luhan pun mulai pegal dan menyentakan badannya dalam sekali sentakan dengan kencang.
“ARH!!!!” jerit riyoung kencang. Dirasakan junior luhan sudah benar-benar masuk secara sempurna di dalam vaginanya.
Riyoung memeluk luhan dan menerima lumatan luhan yang juga memanas.
Riyoung terus menjambak-jambak rambut luhan membuat namja itu benar-benar terangsang.
Luhan mulai memaju mundurkan juniornya pada vagina riyoung.
“kau sempit sekali riyoung… babyyy..” desah luhan seksi. Riyoung juga ikut mendesah hebat. Kesakitannya mulai berkurang dan tergantikan dengan rasa teramat nikmat. Rasa yang benar-benar ia rindukan dan hanya ingin ia dapatkan dari luhan.
“luhan… faster, more faster please….” pinta riyoung tak puas dengan dorongan luhan pada titik Gspotnya.
Luhan pun semakin mendorong dan memaju mundurkan juniornya dengan cepat dan ganas, sudah tanpa ritme lagi. Membuat tubuh riyoung terhentak hebat. Namun riyoung juga seperti terkendali dengan nafsu yang membludak, yeoja itu juga bantu memaju mundurkan pantatnya ke arah yang berlawanan dari luhan, memberi sensasi yang lebih hebat dari sebelumnya.
Riyoung mengaitkan kakinya pada pinggang luhan dan terus mencakar-cakar punggung putih luhan diantara dorongan junior luhan yang semakin mengganas.
Riyoung sudah orgasme berkali-kali, vaginanya sudah sangat basah. Namun luhan belum sama sekali orgasme, namja itu semakin brutal. Terlebih tangan luhan juga terus meremas kedua payudara riyoung membuat riyoung seperti melayang dan juga kembali terangsang.
“k-kau kapan mencapai klimaks??” ucap riyoung diantara desahan hebatnya.
Tak ada jawaban dari luhan, hanya hentakan juniornya yang semakin ganas dan membrutal. Desahan riyoung sudah tak bisa terkontrol
Karena sodokan junior luhan yang terus tepat mengenai titik Gspotnya. Permainan luhan jadi jauh lebih mengganas dari sebelumnya ketika dulu pertama melakukannya.
Tiba-tiba luhan mengangkat tubuh riyoung yang mulai melemas. Didudukannya riyoung dan semakin melebarkan selangkangan riyoung. Yeoja itu mengigit bibirnya. Luhan kembali menhentakan juniornya dengan brutal pada vagina riyoung yang semakin merekah. Riyoung memeluk leher luhan dengan kencang, tubuhnya terhentak ketika setiap kali luhan menyodok kencang vaginanya.
Sesekali eraman luhan terdengar membuat riyoung sangat terbuai. Yeoja itu kembali orgasme untuk yang kesekian kalinya.
Tubuh riyoung sudah sangat lemas dan tak berdaya, tubuhnya terus terhentak membuat kenikmatan yang teramat hebat.
Luhan kembali mengeram, eramannya kini lebih panjang dari sebelumnya, hingga ..
Crott
Cairan luhan mulai menyembut pada dinding rahim riyoung. Terasa hangat dan membuai. Luhan kembali melakukannya tanpa pengaman apapun, coba kalau luhan mengenakan kondomnya pasti riyoung tak akan merasakan kehangatan sperma luhan yang ia rindukan.
Luhan kembali menidurkan tubuh riyoung, menindih tubuh riyoung dan mencium setiap setiap bagian tubuhnya. Riyoung mendesah, junior luhan masih tertanam sempurna di vagina riyoung. Hingga ciuman luhan berhenti pada bibirnya. Namja itu mulai melumat bibir riyoung lagi.
Riyoung melirik ke arah jam dinding, menunjukan jam 8 malam. Riyoung memejamkan matanya kembali merasakan hentakan junior luhan untuk ronde yang berikutnya, luhan benar-benar menemaninya malam ini dengan sempurna..

**

Minah POV

Aku membalikan tubuhku. Kudapati sosok chanyeol yang berdiri tepat didepanku. Dia mencoba tersenyum, meski aku tetap mendapati senyum gugupnya. Apa dia masih gugup?
Aku tertawa pelan. Dia menyadari hal itu juga dan menggaruk kepalanya.
“gomawo sudah mengantarku pulang kerumah.” Ucapku seraya menggosok tanganku menghilangkan udara dingin malam yang menusuk tubuhku.
Dia tersenyum, menyadari aku yang kedinginan tiba-tiba dia melepas jaket yang ia pakai dan memakaikannya padaku. Aku terdiam dan mulai merasakan kehangatan jaketnya ditubuhku.
Kami saling terdiam.
“aku masih terkejut.. saat kau tiba-tiba memelukku dari belakang.. padahal saat itu aku sangat kecewa pada diriku sendiri.” Ucap chanyeol. Aku menatapnya, dia juga menatapku.
Aku tersenyum semanis mungkin. “aku …. sendiri juga tidak menyangka akan melakukan itu ..” jawabku membuat matanya membulat. Aku tertawa melihat raut muka lucunya lagi. Dia mengembungkan mulutnya, tampak manis sekali.
“itu berarti kau juga mencintaiku..?” chanyeol menatapku. Aku diam, tetap mempertahankan senyumanku. Ah tidak, aku memang sangat ingin tersenyum sekarang ketika melihatnya.
“ehm~ mungkin ..” jawabku. Dia mengerutkan keningnya. Aku kembali tertawa, hingga aku mendapat cubitan pelannya pada pipiku.
“apa kita sekarang berpacaran?” tanyanya lagi. Aku terdiam, bodoh .. entah kenapa hatiku terasa bahagia sekarang. Dia terus menatapku. Aku ingat sosok ini, park chanyeol.. namja yang sangat kubenci dulu.
Aku memejamkan mataku perlahan. Seperti menunggu sesuatu. Sedikit aku mengintip ekspresi mukanya dari mataku.
Dia tampak sangat gugup, hingga perlahan wajahnya juga mendekat…

Flashback_

“CHOI MINAH!!!!!”
Minah menoleh ketika mendengar namanya yang disebut dengan kencang ketika usai upacara awal tahunnya di YEONGSHIM high school. Senyumnya mengembang ketika melihat ketiga sahabatnya yang dari SMP berlari ke arahnya. Tampak yang paling heboh adalah seorin dan hyobung, hyerin hanya berjalan pelan dan tertawa sambil menggelengkan kepalanya.
“kelas berapa???” tanya seorin langsung.
Minah terdiam, hingga dia tersadar sesuatu. Dia masih belum tahu kelasnya dimana.
“molla…” jawab minah memanyunkan mulutnya. Dia hanya takut jika tidak sekelas dengan ketiga temannya itu.
“ayo kita ke papan pengumuman! Kita juga belum tahu kelas berapanya.” Ajak hyerin kalem yang disambut anggukan minah dan yang lainnya.
Dirasakannya rasa tentram ketika berada di yeongshim. Apa karena sekarang adalah musim semi? Ketika semuanya menjadi hangat dan bunga yang bermekaran dengan sempurna.
Hingga sampailah mereka di papan pengumuman yang sudah tidak dikerubuti oleh reramaian orang seperti sebelumnya.
Minah memastikan namanya dengan teliti di kertas karton putih yang berisi nama-nama serta pembagian kelas yang tertulis dengan huruf kecil.
“KELAS 1F!” teriak seorin.
“AKU JUGA 1F!!” hyobung juga teriak sambil memeluk seorin.
“cho hyerin … cho hyerin ..” hyerin meneliti setiap nama-nama yang berada dikelas 1F
“AH!!!!!! NAMAKU! AKU 1F JUGA!!!” teriak hyerin senang. Seorin dan hyobung pun juga memeluk mereka seraya menarikan tarian konyol mereka, yang tentu saja langsung dianggap konyol oleh hyerin.
“JANGAN RIBUT!!” bentak salah satu guru yang kebetulan juga berjaga dekat papan pengumuman. Sontak mereka langsung berhenti berteriak melihat ekspresi dingin guru yang berpakaian jaket olahraga itu.
“itu guru olahraga kan? Ganteng juga ..” bisik hyobung.
“kudengar dia guru baru juga disini. Galak banget ..” balas seorin.
“tapi mirip edward cullen..” lanjut hyobung lagi. Hyerin langsung melotot dan menendang brutal teman-temannya.
“BEDA BEDA BEDA BEDAAA!!!!!! GANTENGAN EDWARD CULLEN KUUUUU!!!!!” teriak hyerin dengan suara cemprengnya.
Minah masih sibuk mencari namanya. Badannya langsung lemas ketika tidak mendapati namanya di daftar kelas 1F.
Itu berarti dia tidak sekelas dengan ketiga teman bodohnya itu.
“choi … minah .. ya?” ucapan seseorang terdengar. Minah menoleh dan mendapati seorang namja tampan berambut coklat yang berada disampingnya. Namja itu sibuk mencari namanya disebuah kertas bertuliskan 1B. Hingga jari panjang namja itu berhenti.
“JA! Namamu kutemukan. Cho minah, murid kelas 1B ..kau sekelas denganku ..” namja itu menoleh dan menatap minah. Dia mengedipkan matanya. Seketika itu juga muka minah memerah dan jantungnya langsung berdebar hebat. Dia membuang mukanya dan berlalu meninggalkan namja itu menuju teman-temannya.

“baiklah sekarang kalian adalah murid-murid 1B yang akan saling bekerja sama untuk 2tahun mendatang lagi. Maka dari itu mari dari awal tahun yang menggembirakan ini kita membuat hubungan yang baik antara satu sama lain..” ucap yoo jaesuk, wali kelas 1B dengan senyuman hangat kebapakannya.
Minah sedikit canggung melihat sekitarnya. Dia sama sekali tidak mendapati seseorang yang dia kenal di kelas 1B. Rasa kesepian mulai menghigapinya.
“sst!!!”
Minah terdiam. Seperti ada yang memanggilnya.
Sret~ hingga kemudian dia merasa punggungnya yang tercolek. Minah menoleh kebelakang dengan perlahan. Jantungnya kembali berdebar ketika sosok namja yang tadi bersamanya didepan papan pengumuman sudah duduk dibangku belakangnya.
Namja itu tersenyum dan mengeluarkan V signnya.
“baiklah mari kita pilih untuk menjadi ketua kelas.” Ucapan yoo jaesuk membuat minah kembali menoleh kedepan. Dia menutup mulutnya, mukanya pasti sudah sangat memerah. Apakah namja itu adalah cinta pertamanya nanti di yeongshim?
“siapa saja calonnya?” jaesuk menatap ke arah murid-muridnya.
‘SUHO! SUHOOOOO! SUHOOOOO!!!!” namja dibelakangnya itu teriak heboh dan mendorong-dorong paksa namja yang duduk disebelahnya itu. Minah menoleh dan melihat sosok namja yang dipanggil suho maju dengan muka kesal. Beberapa murid juga bertepuk tangan mendukung heboh. Minah tersenyum, mungkin kelasnya ini akan menyenangkan.

PARK CHANYEOL. Minah menatap nama namja itu di kerta daftar piket. Anehnya nama minah pas berada di bawah nama namja itu yang itu berarti sekarang setelah pulang sekolah dia harus piket bersama namja itu berikut suho dan namja yang dipanggil sehun.
Chanyeol dan yang lainnya tampak bercanda, minah sendiri sibuk mengirimi sms untuk seorin agar menunggunya di perpustakaan sampai kegiatan piketnya selesai. Minah melanjutkan menyapunya, hingga langkahnya terhenti ketika melihat chanyeol yang menebar-nebarkan serbuk kapur ke arah suho dan sehun. Membuat kedua namja itu berlari-lari keliling kelas menghindari chanyeol yang tampak seperti kuda brutal.
“chanyeol-sshi.. kau membuat lantainya kotor..” protes minah mencoba sabar. Tapi chanyeol seperti tak mendengar minah. Dia tetap berlari kencang mengejar suho dan sehun yang melempar-lempar kemoceng ke arah chanyeol.
Minah mencoba sabar dan kembali melanjutkan kegiatan menyapunya. Mencoba menyingkirkan serbuk kapur yang sudah bertebaran dilantai.
“KENA KAUUUU!!!!” chanyeol berhasil menangkap sehun dan langsung habis membaluri namja tinggi itu dengan serbuk kapur. Bahkan tempat duduk pun sampai kena dengan serbuk kapur, benar-benar kotor.
Kesabaran minah sudah hampir habis. Tapi dia tetap melanjutkan kegiatan menyapunya dengan kesal. Rasanya dia sangat ilfeel dengan chanyeol.
“YA! JANGAN KENAI AKU LAGIII!!” sehun mendorong tubuh chanyeol dan meraih serbuk kapur yang sudah menggunung di lantai, mencoba mengenai chanyeol. Chanyeol mencoba menghindar dan berlari hingga,
BRUKK!! Tepat tubuhnya menabrak minah beserta kotak serbuk kapur yang dia pegang tadi. Mengenai kepala minah dan tubuhnya.
Sehun dan suho menganga terkejut. Serbuk kapur yang jatuh ditubuh minah sangat banyak. Chanyeol pun juga tampak terkejut dan mencoba menyiba-nyibakan serbuk kapur dari tubuh dan rambut minah yang sudah memutih.
“HATCHIIIIIII!!!!!!!” minah bersin dengan kencang mendapati serbuk kapur itu juga memasuki hidungnya. Bersinnya terus keluar membuat tubuhnya mengigil. Mata minah entah kenapa memerah, tubuhnya sangat lemas.
Ah, dia mengingat sesuatu.. dia memang menderita alergi serbuk kapur dan serbuk bunga..
Hingga perlahan dia kehilangan kesadarannya.

4hari berlalu
“bapak tidak mau ada yang bermain serbuk kapur lagi ketika piket. Kalian semua itu sudah SMA, bersikaplah dewasa.” Jaesuk menatap seluruh muridnya dikelas. Diam-diam semua melirik ke arah chanyeol. Chanyeol pun hanya terdiam dan menundukan kepalanya. Dia tidak menyangka minah akan masuk rumah sakit hingga 3 hari karena serbuk kapur. Ah tepatnya alergi serbuk kapurnya yang kian memuncak karena perbuatan bodohnya.
Chanyeol menatap ke arah bangku depannya yang kosong. Minah tidak masuk lagi? Bukankah dia sudah keluar dari rumah sakit?
“baiklah kita mulai pelajaran..” jaesuk berdeham dan mulai meraih kapur.
“songsaengnim minah kenapa tidak masuk?” seperti mengerti kebingungan chanyeol seorang perempuan berkuncir kuda mengangkat tangannya. Jaesuk menoleh.
“ah ya riyoung, kebetulan kau bertanya juga. Bisa kau antar bet nama kelas untuk minah nanti saat istirahat?” jaesuk menatap ke arah riyoung. Riyoung tetap bingung.
“minah pindah kelas ke 1F…”
Ucapan jaesuk membuat chanyeol terhenyak begitu saja …

Flashback end_

Aku tetap memejamkan matanya ketika merasakan ciuman chanyeol semakin memanas. Dia memelukku diantara kedingingan malam tepat didepan rumahku. Aku tersenyum sendiri ketika mengingat saat-saat dulu. Saat awal dimana aku sangat membenci chanyeol. Hingga kini sekarang dia sudah memelukku dan menciumku dengan begitu lembutnya.
Perlahan aku mendorong tubuh chanyeol dan ciuman kami terhenti. Chanyeol juga terdiam, tampak mukanya memerah dan gugup. Aku tersenyum. dia manis sekali ..

**

Author POV

“apa benar kau tidak mau aku menghantarmu sampai rumah?” xiumin menatap seorin yang terus melirik ke arah lampu lalu lintas. Seorin menggeleng.
“tidak usah. Aku bisa dihajar amma jika pulang bersama dengan seorang namja.” Mata seorin terus melirik ke arah lampu lalu lintas. Xiumin terdiam. Dia menatap yeoja manis didepannya itu.
Hingga seorin tersadar dengan tatapan xiumin, seorin mengalihkan tatapannya dan berdehem gugup.
“apa kau sadar sesuatu?” tanya xiumin tiba-tiba. Seorin tidak berani menatap xiumin, jantungnya memacu dengan cepat. Mukanya memanas.
“tentang apa?” seorin mencoba menatap xiumin, meski dia tidak percaya diri. Dia takut mukanya terlihat memerah atau terlihat buruk didepan namja itu.
Xiumin menatapnya dengan serius. “tentang perasaanku ..”
DEG! Seketika itu jantung seorin benar-benar terasa berhenti berdetak. Xiumin menggegam tangan seorin membuat yeoja itu terkejut.
“le-lepaskan!” seorin mencoba melepaskan tangannya. Dia benar-benar gugup, bagaimanapun juga dia benar-benar tidak ada bayangan untuk menjalin asmaranya dengan seorang mutan seperti minah atau riyoung.
“bwahahahahaah!!!!” seorin menoleh kaget dan matanya melotot mendapati xiumin sudah tertawa terbahak-bahak sambil menunjuk mukanya.
“kau ini, baru dikerjai begitu saja langsung memucat!!!” ejek xiumin dan mengacak-acak rambut seorin dengan gemas. Seorin melotot dan menginjak kaki xiumin hingga namja itu menjerit kesakitan.
“YA!!!” xiumin mencoba menjitak seorin, namun seorin segera berlari ke arah jalan raya sambil tertawa.
“YA! Kau~” xiumin menunjuk seorin yang masih tetap berlari menghindari xiumin, xiumin yang masih berdiri ditempat tidak mengejar yeoja itupun hanya tersenyum melihat tingkah konyol seorin.
TIN TIN
Sinar lampu mobil berpijar begitu saja. Senyum xiumin terhenti menyadari suatu hal. Begitupun juga seorin yang menoleh ke arah sinar lampu oranye itu dengan cepat.
“SEORIIIIIIIN!!!!!!!!!!!!!”
BRAKKK!!!!!
Teriakan xiumin menyeruak bersamaan dengan tubuh seorin yang terpental keras dan berguling-guling memaksa tubuhnya terseret di aspal yang kasar. Darah mengalir dan menjadi pemandangan menyakitkan yang pernah xiumin lihat seumur hidupnya ..

TBC

About fanfictionside

just me

46 thoughts on “FF NC/ SPECIAL BOYS/ EXO/ PART 8

  1. Luhan kebayangnya seksiiiiiii banget
    Si chanyeol kereeeeen banget
    Yah ini xiumin kasian semoga seorin cepet sembuh amin…..
    Kai sama baekhyunnya mana………..

  2. kenapa ya ni FF makin lama, makin keren aja😀
    tapi kenapa kai gak muncul-muncul ya T_T
    ayooo dong chingu kai di munculin ;D

  3. kok gue ngebayangin luhan begitu agak sedikit ngambek ya?? wkwk
    pasti cakep banget itu luhan *o*
    chanyeol neomu kyeopta!!! tiap ngebayangin chanyeol gue inget goyangi :3
    xiumin kesian deeh.. lagi si seorin kaga liat” dulu apa sebelum lari?! harus nya jangan ketabrak mobil, tubrukan ma kai!
    wkwkwk
    ditunggu lanjutan nya author-ssi ~

  4. annyeong chingu
    aku new reader
    ff.ny bagus ^^
    aku suka cerita.ny luhan-riyoung couple😀
    tapi chen kok ga muncul” ya😦
    chingu~ aku boleh gak jadi cast yg sama chen ? xD
    nama korea.ku Park Chin Sun
    gomawo chingu
    tapi kalo ga boleh ga apa kok🙂
    terusin ya ff.ny aku suka baca ff.ny chingu ^^

  5. Hahaha buat nc kris sama hyerin konsulin dulu sama gue yak! wkwk nggak mau pake pengamankan? Gue lebih suka konsep yang sekarang bir nggak terlalu scream, lebih manis bir! Feelnya dapet untuk alur ceritanya si keling sama elu! waktu baca nc nya riyoung gue mesam mesem ternyata soal k***** dimasukin juga wahahaha

  6. Chanyeol lg eksis ini,
    Ayo donk thor si kai, kai mana kai??

    Muka luhan yg unyu overload ngebinal kek gitu, kgk nyampe ini ngbayangin’y ;__;

    Part 9 jgn lama” thor~ :*

  7. Iyanih harusnya tadi itu Seorin nggak ketabrak mobil. Tapi tabrakan ama Kai.. Kan kalo gitu kisah cinta segitiganya ada. Haha xD Ah ayodong mana nih cerita Kai & Xiumin yg rebutan cintanya Seorin..?? ^^ Sama itutuh Baekhyun & JaeAh gmn kelanjutan hubungannya..??😮

    Oke jempol deh tor! Inget TBC dulu, jangan typo lagi! Ntar bisa bikin org hebring lagi *curhat* -____-“

  8. Sumpah keren banget FF nya ..aku baca sampaii berulang-ulang ..
    Aku suka kisahnya Hyerin sama Kris (tapi bukan pas Yadongnya) terus Chan Yeol sama Minah ..
    min,ceritain hyeboung dong🙂
    terus Kai nya mana ?
    kok kagak muncul2 ???

  9. Ceritanya mkin seruu.,suka dech.,
    asyikk.,minah udh resmi pacran.,tp seorin knpa dtbrak??mdah2an g papa..,
    dtnggu lanjutannya.,

  10. Baru sempet baca u,u
    gyaaa!! Daebak, tapi NCnya bikin pusing ~,~ wkwk Chanyeol oh Chanyeol, pacar ke duaku setelah Baekhyun. Mana sodaramu? Si Byun Baek itu?😄 *gila*
    kai mana kai?? xO selingkuhanku yg sexy itu mana? Haha

  11. Kalau Sehun dapat point 100 waktu dance, Kai bakalan dapat point 1000 kali y😀

    ngomong” soal Kai, kemanakah sosok yeobo V^_^ saya itu ?? masa ditelan bumi, ngilang gitu aja ;(
    Baekhyun jg semakin g keliatan nih..

    maklum tu 2’2nya bias saya, jadi bngung koq pda ngilanag😀

  12. luhaaaan aaah kebayang maygat luhan pasti sexy ;a;; emaaaak /_\
    cieee yeol udan jadian.
    Omo itu seorin ketabrak?
    Lanjutbaca

  13. ya ampuunnn =.=
    pdhal seorin itu org yg nyadari lu ge sm tao tentang cinta
    dan karna kecerobohanny dia perasaan suho terungkap
    secara gak langsung dia pemersatu couple2 yg lg d rundung bahagia
    tp knp justru dewi cinta gak berpihak sm seorin ya ? #sedih
    d saat temen2ny ngerasain gmn rasany cinta dia malah ketabrak #ngenes
    dan kasian bgt si xiumin
    menurutku omongan dia ‘tentang perasaanku’ itu gak bohong
    poor minseo😦

  14. Kya luhanie, aku kira kamu innocent ,luhan(?) Eonni, kai nya kok asik ngilang aja sih kemaren dipart berapaan ya dia muncul trus sampai sekarang dia ilang hahahaaXD mian banyak bacon *maksud aku bacot hehee* next part ditunggu eonni^^ semangat!!😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s