FF NC/ SPECIAL BOYS/ EXO/ PART 6


OKEEEEEH~~
LANGSUNG AJA YAAA males cuapcuap 8D
cekedoot :*

Tittle: -SPECIAL BOYS- PART 6
Author: AlvianyHwang
CAST:
+ Nam Seo Rin
+ Kim Jong In (KAI)
+ Kim Xiu Min
+ Choi Min Ah
+ Park Chan Yeol
+ Baek Jae Ah
+ Bang Hyo Bung
+ Oh Se Hun
+ Cho Hye Rin
+ Kris Wu
+ park Joo Yi
+ Park Ri Young
+ Park Hyun Ra
+ Park Sung Tae
+ ALL EXO MEMBERS

GENRE: supranatural, life, romance, yadong, NC

“aku tidak bermaksud meganggu mu lagi. Aku hanya ingin mengatakan suatu hal. Jangan pernah mengira bahwa kaum mutan seburuk apa yang kau pikirkan. Mungkin kau hanya melihat contoh buruknya padaku. Aku .. memang mutan terburuk sepanjang masa. Tidak punya perasaan, bahkan aku tidak pantas untuk merasakan cinta.”

“jangan berkata seperti itu lagi. Harusnya aku yang minta maaf padamu.”

“kau mutan spesial bagiku.”

**

Seorin POV

Aku terus menatap ke arah sungtae. Tampak yeoja itu tengah berbicara dengan teman-temannya yang lain.
Sebenarnya aku tidak terbilang dekat dengan sungtae. Bahkan jika berbicara saja aku hanya menanyakan masalah pelajaran dengannya. Tak lebih.
Tapi kini membuatku tertarik untuk mencari tahu tentangnya.

“kau cari tahu tentang sungtae itu. Aku kasihan dengan si suho, hidupnya benar-benar hampa tanpa yeoja itu.”

“kau bercanda? Seorang mutan bisa jatuh cinta juga dengan manusia?”

“ck~ kau kira kita tak punya hati juga. Jadi selama ini kau anggap apa perasaanku dengan si minah heoh?”

“aku kira kau hanya main-main saja.”

“YA! Memangnya kau kira aku dengan mudahnya jatuh cinta dengan seseorang??”

“ya-“

“dan lagi kau tidak tahu ya?”

“apa?”

“xiumin kan naksir denganmu.”

Mataku melotot secara tiba-tiba mengingat percakapanku dengan xiumin kemarin. Sebenarnya tidak masalah dengan permintaannya untuk mencari tahu tentang sungtae. Tapi, kata-katanya yang mengatakan xiumin menyukaiku?
Mukaku tiba-tiba memerah. YA! Nam seo rin! Apa-apaan? Jangan bilang kau merasa malu sekaraaang??
Kutepuk-tepuk pipiku dengan kencang. Menggeleng-gelengkan kepala seperti orang gila.
“ya~ kau gila ya?”
Ucapan seseorang membuat kegiatanku terhenti. Kulirik orang disebelahku. Kai. Dia menatapku dengan aneh, dari wajahnya tampak seperti menatapku prihatin.
Ku lepaskan tangan dari pipiku. Menyilakan tanganku dan menatapnya kesal.
“aku sedang tak mau berbicara dengan kaum mutan.” Ucapku datar.
Kai mengubah mimik mukanya dengan terkejut campur sinis. Dia desiskannya mulutnya. Menatapku dengan sok.
“ya! Semenjak kau tahu masalah bangsa mutan kau jadi sangat sok sekali! ku katakan saja, lebih baik kau hati-hati dengan kris dan komplotannya itu!” terang kai tampak kesal. Aku menatapnya bingung, memiringkan kepalaku.
“memangnya mereka kenapa?” tanyaku. Ekspresi kai jadi semakin menyebalkan.
“apa kau bodoh? Jadi kau anggap apa perbuatan kris ketika memperkosa hyerin? Itu suatu peringatan untuk manusia!” kai tampak bisa sabar denganku.
“eeh~ kau tahu masalah penyerangan kris itu?” kutatap kai dengan terkejut. Kai menatapku bete dan merenggut.
“kuperingatkan kau hati-hati saja!” kai mengalihkan tatapannya dariku dan kembali menatap langit dari arah jendela kelas. Kutatap kai dengan lamat.
“kau .. melindungiku?” aku tersenyum sekarang. Kai tampak tertegun. Dia kembali menatapku dengan ekspresi bingung.
“mwo?” raut mukanya tampak menyebalkan sekarang. Aku tetap tersenyum semanis mungkin.
“haiyaaa~ aku sangat takut jika kris dan yang komplotannya itu menyerangku.” Kupasang tampang takutku, padahal tak sedikitpun aku merasa takut. Yang ada hanya merasa geli sekarang dengan ekspresi kai.
Kai mendengus menatapku dan melanjutkan menatap langit dari jendela lagi.
“bagaimana jika aku menyewa tenaga mu untuk jadi pelindungku?” ucapku begitu saja. Kai terpaku sekarang. Kutatap ekspresi wajahnya.
“mwo? Pelindung?”
GRSAAK! Posisi dudukku berubah kaget dan badanku menjadi kikuk ketika sosok xiumin sudah berada didepanku dengan muka betenya.
Xiumin menatapku dan kai bergantian. Hingga dia benar-benar fix menatapku sekarang.
“kau meminta pertolongan mutan bodoh seperti dia untuk melindungimu?” xiumin menunjuk kai yang acuh tak acuh.
“memangnya kenapa? Apa itu jadi masalah untukmu?” aku tetap tak bisa menyembunyikan kekikukanku didepan namja bodoh ini.
Mata xiumin melotot terkejut mendengar kata-kataku. “YA! Kai itu tidak pernah peduli dengan orang-orang disekitarnya! Harusnya kau tahu itu!” teriak xiumin kesal. Kukerutkan keningku. Aku beranjak dari dudukku.
“memangnya kau melindungiku??!!” tanyaku kesal menatap xiumin.
“eh?” xiumin terkejut, tampangnya bingung sekarang.
Aku tak bisa menahan kekesalanku lagi. Kutoyol kepalanya dengan kesal.
“jika kau tidak bisa menjawab apa-apa jangan menasihatiku bakpao bodoh!” bentakku kesal dan berlalu kekantin menyusul hyerin dan yang lainnya setengah berlari.

**

Author pov

“YA! YA! YA! Itu dia ! itu dia! YA! Suho!!” chanyeol menarik lengan suho yang tengah meneguk banana milknya. Seketika itu juga suho tersedak akibat tarikan chanyeol yang membuat badannya bergerak secara tiba-tiba.
Sehun dan baekhyun menatap ke arah seorang yeoja yang lewat bersama komplotan teman-temannya. Park sungtae. Yeoja itu tampak tertawa tak menyadari mata suho yang menatapnya lamat.
Dibelakangnya ada seorin yang berjalan kesal dengan langkah berdebum.
Chanyeol menjetikan jarinya ketika melihat seorin.
“ya! Seorin!” panggilnya membuat langkah yeoja itu terhenti. Seorin menatap chanyeol dengan kesal.
“aku butuh pertolonganmu!” chanyeol mengedipkan matanya ke arah seorin. Yeoja itu telah hilang kesabarannya sejak dikelas hingga chanyeol membuat amarahnya semakin memuncak.
Didekatinya chanyeol hingga jitakan kerasnya mendarat begitu saja dikepala chanyeol.
“YA! MEMANGNYA KAU KIRA AKU JASA PERTOLONGAN!?! JIKA KAU MAU MENCARI TAHU TENTANG SUNGTAE KAU CARI TAHU SENDIRI SAJA!!!!!!” maki seorin kalap. Semua menganga melihat yeoja satu itu.
Langkah sungtae terhenti. Yeoja itu menoleh ke arah seorin yang seperti memanggil namanya. Teman-temannya yang lainnya pun juga menatap seorin.
Seperti sadar suaranya yang terlalu besar, seorin akhirnya menoleh ke arah sungtae dan mendapati yeoja itu menatap mereka dengan bingung.
Dengan langkah cepat suho berlari ke arah kelasnya begitu saja. Menyembunyikan dirinya dari tatapan sungtae yang mampu membuat jantungnya berpacu keras.
Seorin menatap suho juga dengan aneh.
“aiish~ sifat pemalunya muncul lagi.” Gumam chanyeol menggelengkan kepalanya.

**

Mata hyerin terhenti begitu saja ketika sosok kris berjalan ke arah kantin dengan santai. Jantungnya berpacu keras, senyuman terangkai manis dibibir hyerin.
Hyobung sadar dengan keberadaan kris.
“si alien itu ngapain ke kantin?” hyobung menatap sinis ke arah kris yang tampak tengah membeli cofee latte.
“hyerin jangan menatapnya!” perintah minah tampak takut juga. Hyerin hanya tersenyum dan tertawa dalam hati. Mereka tidak tahu kalau dirinya dan kris sudah resmi juga pasangan sejak kemarin.
“ya! Si alien itu menatap ke arah kita!!” muka hyobung memucat.
Hyerin melirik kris. Tampak namja tampan itu juga menatap hyerin. Kris mencoba tersenyum, namun senyumnya terasa kaku dan gugup membuat hyerin tak bisa menahan tawa gelinya.
“kau kenapa?” hyobung menatap hyerin dengan aneh. Hyerin hanya menggeleng sambil tetap tertawa, sesekali diliriknya kris yang tengah menggaruk rambut belakangnya. Kemana karisma kris selama ini? Runtuh begitu saja dimata hyerin. Kris tampak imut baginya sekarang.
Kini hyerin menatap kedua temannya itu. Rasanya sedikit sedih jika mereka mengira kris monster dengan status kris sebagai pacarnya sekarang.
Mungkin ini waktu yang tepat untuknya memberi tahu hubungannya dengan kris. Bibirnya sedikit terangkat hingga tiba-tiba minah menarik tangan hyerin untuk beranjak.
“kris mau kesini! Kita harus pergi!” hyobung ikut mendorong hyerin membuat hyerin tidak bisa berbuat apa-apa. Diliriknya kris yang juga tampak ingin berjalan ke arah mereka. langkah kris terhenti melihat kepergian hyerin begitu saja dan tampak dua cofee latte ditangan namja tinggi itu.
Untuknya kah?

**

Jae ah sedikit mengintip ke arah kelas. Bukan kelasnya, ia hanya mencari seseorang yang harus ia temui sekarang juga.
Hingga tatapannya terhenti ke arah seorang namja ber-eyeliner yang tengah terduduk menatap tingkah chanyeol dan suho.
Jae ah tersenyum sinis menatap namja itu.
“BACON!” teriak jae ah. Baekhyun tampak tersadar. Hingga namja itu menoleh ke arah jae ah. Tatapan baekhyun itu tampak datar menatap yeoja itu. Jae ah menyuruh baekhyun untuk mendekatinya dengan sinyal dari tangannya.
Baekhyun masih tetap duduk ditempatnya. Seakan malas untuk beranjak dan mendekati jae ah.
“YA!!” jae ah berteriak lagi dengan muka seram sekarang.
Baekhyun menyerah. Namja itu berjalan malas ke arah jae ah. Hingga jae ah menariknya untuk pergi dari kelas, mengikutinya.

“kau telah resmi jadi manusia sekarang?” baekhyun menatap tubuh jae ah. Jae ah menatap baekhyun dan tersenyum dengan sok.
“apa enaknya jadi manusia? Lemah dan membosankan. Bahkan kau sudah tidak bisa mengeluarkan kehebatanmu lagi sekarang.” Gerutu baekhyun menatap langit dari atap sekolah yang mereka singgahi sekarang.
“dan apa enaknya jadi mutan? Hanya menyimpan kesakitan dan terus bersembunyi dari penderitaan yang tidak ada habisnya.” Ucapan jae ah membuat baekhyun tertegun dan menatap yeoja itu. Jae ah balik menatap baekhyun juga.
“luhan dan riyoung yang bersama. Kris dan hyerin juga. Mereka saling melengkapi.” Ucap jae ah menatap baekhyun.
“kris dan hyerin sudah jadi pasangan?” baekhyun mengerutkan kening. Disambut dengan senyuman sok jae ah lagi.
“mungkin salah satu kaummu lagi akan menyusul.” Lanjut jae ah menatap langit. Dihirupnya angin yang berhembus.
Baekhyun mendengus.
“manusia menganggu.” Ucapnya membuang tatapannya dari jae ah. Jae ah menatap baekhyun lagi.
“aku manusia.” Ucap yeoja itu. “aku manusia yang dulu sempat menerima pernyataan cinta dari mu.” Lanjut jae ah sambil menampakan senyum kemenangannya.
Baekhyun terdiam. Namun tetap malas menatap jae ah. Diacaknya rambutnya dengan asal.
“aku bahkan sudah lupa dengan itu semua.” Jawabnya tetap tak menatap jae ah. Jae ah tertawa.
Jae ah memeluk baekhyun dari belakang membuat namja itu tersadar. Namun baekhyun tidak memberontak, seperti sudah biasa menerima perlakuan itu dari jae ah.
Jae ah menyandarkan kepalanya dipunggung baekhyun.
“ayo~ kau juga jadi manusia bacon dan mendampingiku.” Ucap jae ah pelan dan lembut.
Baekhyun kembali mendengus. “atas dasar apa kau menyuruhku begitu?” remeh baekhyun. Jae ah tersenyum
“aku tahu. Kau sedang memikirkannya sekarang. Aku juga tahu, kau masih mencintaiku kan?” jae ah semakin mengeratkan pelukannya. Baekhyun terdiam dan tak mengatakan apapun sekarang.
“aku tahu segalanya my sweetiest bacon~” bisik yeoja itu diikuti tiupan angin yang mengencang.

**

Langkah hyobung tertahan ketika mengingat wajah seseorang yang ia sayangi bisa membuatnya takut waktu itu.
Wajah tao yang membuatnya tak bisa bergerak dan bernafas seperti biasa. Seketika itu juga keinginan hyobung untuk mengunjungi tao dia dojo wushunya seperti terasa berat untuknya. Padahal dulu tanpa diminta pun hyobung akan sangat semangat untuk melihat latihan tao.
“hyobung.ah~ kau ngapain disini?”
Ucapan seseorang membuat lamunan hyobung buyar. Hyobung menoleh ke asal suara yang berada dibelakangnya itu. Tampak sehun yang menatapnya bingung.
Hyobung menatap sehun tak besahabat membuat namja tampan itu sedikit menjauh takut.
“jangan menyerangku dengan bola lagi seperti kemarin. Waktu itu saja aku benar-benar tak sengaja. Lihat akibatnya kepalaku jadi benjol nih~” sehun menunjuk ke arah dahinya yang benjol kemerahan. Hyobung menatap tingkah sehun yang konyol.
“itu dahi, bukan kepala.” Elak hyobung mulai menampakan senyumnya.
“ini tetap saja kepala.” Sehun meraba dahinya dan setengah meringis. Hyobung tertawa. Saat itu juga mimik sehun berubah begitu saja. Ditatapnya lamat wajah hyobung. Yeoja itu tersadar dengan tatapan sehun.
“YA! Kenapa kau menatapku seperti itu? Cari mati ya?!” hyobung menampakan muka premannya lagi membuat sehun sedikit bergidik.
“kenapa kau dan komplotanmu itu selalu bertingkah tidak layaknya wanita? Bersikaplah feminin. Ah! Seperti hyerin! Dia feminin dan tampak manis!” sehun tersenyum seperti membayangkan wajah hyerin. Seketika itu juga ekspresi hyobung berubah, urat kesal muncul begitu saja dikepala hyobung.
Ditoyolnya kepala sehun dengan kesal.
“KAU KIRA AKU TIDAK FEMININ! Aku bahkan punya highheels dirumah! Aku memakai rok sekarang! Aku menguncir rambutku dan aku menyukai seorang pria sekarang!” maki hyobung melanjutkan menjitak sehun. Sehun menatap hyobung dan menghindari jitakannya sekarang.
“kau suka seseorang sekarang?” tanyanya dengan mata membulat. Terlihat imut.
Jitakan hyobung terhenti. Dia tampak kikuk.

“ah~ hyobung?”
Suara seseorang menyeruak diantara mereka. sehun menoleh, begitupun juga hyobung. Badan hyobung tersentak melihat sosok tao dengan baju wushunya tengah berjalan ke arah mereka. memang posisi mereka berdua sekarang berdekatan dengan dojo wushu. Jadi bukan tidak mungkin jika tao bisa mendengar setiap ucapan mereka.
Namun dirasakan hyobung ada yang berbeda sekarang. Aura tao tidak menyeramkan lagi sekarang. Dia bahkan bisa tersenyum cool dihadapan hyobung seperti biasanya.
“kau mencariku?” tanya tao masih tersenyum. hyobung tidak menjawab apa-apa, dia sangat gugup sekarang. Masih bisa dia lihat ketika tao menatap sehun tak bersahabat.
“kulihat kau selalu bersama sehun sekarang. Apa kalian berpacaran?” tanya tao membuat sehun dan hyobung tersentak begitu saja.
“a-aniyoooo! Dia hanya kebetulan melihatku dan menyapa ku oppaa!” ucap hyobung menggelengkan kepalanya kencang.
“ah jinja? Syukurlah kalau begitu.” Tao tersenyum membuat jantung hyobung berdebar sekarang.
“apa oppa berharap aku tidak bersama sehun sekarang?” tanya hyobung menatap tao masih dengan takut-takut. Tao menatap hyobung dan tersenyum.
“tentu. Aku dengar dari seorin kalau kau menyukaiku juga kan?”

**

“YA! NAM SEO RIIIIIIIIIIIN ~~!!!!!!!!!!!!!!”
teriakan hyobung menggema begitu saja dikelas. Membuat beberapa murid termaksud seorin, hyerin dan minah menutup kupingnya seraya meringis. Kai yang tertidur terbangun kaget.
Hingga hyobung berakhir dengan toyolan dari xiumin.
“ya! Kau tidak sadar teriakanmu bisa membuat mayat bangkit dari kuburnya?” desis xiumin dengan muka kesal.
Hyobung tidak menghiraukan xiumin. Dengan langkah kesal dia berjalan mendekati seorin. Seorin hanya menganga melihat hyobung.
“apa yang kau katakan dengan tao oppa??!” desak hyobung. Seorin tersentak. Tao oppa? Apa?
“kau bilang masalah perasaanku ke tao oppa??” hyobung mendekatkan wajahnya ke wajah seorin sekarang membuat seorin agak mundur dari duduknya.
Seorin mencoba mengingat-ingat. Apa dia pernah mengatakan sesuatu ke tao?
Hingga dia teringat sesuatu.
Tao yang seorang mutan juga.
Lalu dia membentak tao, hingga kata-kata keramat itu muncul. Tentang perasaan hyobung kepada namja berwajah cool itu.
Seorin menunjukan muka mesemnya, meminta pengampunan dari hyobung.
“aku terjepit saat itu hyobung. Kalau aku tidak mengatakan hal itu, bukan tidak mungkin tao akan membunuhku.” Bisik seorin agar teman-teman sekelasnya tidak mendengar.
“apa kau kira tao oppa mutan yang akan membunuhmu huh!?” hyobung menoyol ke pala seorin untuk pertama kalinya.
“dia mutan.” Ucap seorin mulai memasang tampang bete nya.
“ne?” hyobung memiringkan kepalanya.
“dia, tao oppa. Dia mutan juga.” Jelas seorin lagi. Mulut hyobung menganga , matanya mengerjap-ngerjap.
“MWOOOO?????!!!!!” teriaknya, telat.

**

Riyoung POV

“lay songsaengnim.” Kepalaku menyembul ke ruang UKS.
Hingga aku dapat melihat lay yang berhadapan dengan seorang yeoja. Lay tampak menyembuhkan luka yeoja itu.
Aku tersadar siapa yeoja itu dan tersenyum mendekati mereka.
“kelasmu juga kosong?” tanya jooyi-yeoja itu- menyimpulkan senyumnya juga. Aku mengagguk dan melirik luka lecet ditangannya.
“kau dapat luka lagi?” aku menatap jooyi khawatir.
“dia hanya terlalu keras dalam berlatih basket. Padahal luka ditubuhnya sudah tidak bisa dihitung lagi.” Jawab lay sambil tetap konsen pada luka jooyi. Jooyi pun hanya menyikapi lay dengan mencubit kaki namja itu hingga namja itu meringis.
Aku tersenyum melihat tingkah mereka berdua. Aku rasa mereka cocok dan serasi.
“riyoung.ah!” suara memanggil seseorang membuatku tersadar. Kutoleh kepalaku ke arah suara itu.
Tampak luhan yang tersenyum ceria menatapku dari ambang pintu UKS. Aku membalas senyumnya. Dia mendekatiku.
“kau terluka? Kenapa ada diruang UKS?” tanyanya seraya mengecek badanku hingga dia dapati luka dari pisau ditelunjukku.
“aigooo~~~ apa kau bertingkah sembrono lagi?” luhan menghisap darah di telunjukku dengan mulutnya. Sedetik itu juga aku merasakan hangat pada jariku.
Aku menatap luhan. Rasanya bahagia bisa kembali seperti dulu. Luhan sudah tidak memaksakan dirinya lagi. Bahkan dia sudah tidak malu untuk mengekspos rasa cintanya kepadaku didepan umum, bahkan waktu itu tepat didepan kris luhan memanggilku dan memelukku.
“sudah lebih baik?” luhan menatapku. Aku tersadar dan melirik jariku yang sudah terlihat tidak mengeluarkan darah.
“apa kau juga punya kekuatan menyembuhkan?” aku tersenyum dan disambut tawa olehnya.
“apa kalian berpacaran lagi?” jooyi menatapku dan luhan dengan semangat. Aku tersenyum ke arah jooyi hingga luhan memelukku.
“keliatannya?” tanyanya dengan muka nakal. Jooyi tertawa dan menepuk tangannya.
“aku sudah yakin kalian bisa bersama lagi. Aku berharap tidak ada lagi alasan kalian untuk berpisah.” Ucap jooyi menatapku dengan senyumnya. Aku membalas senyumnya. Jooyi pun berlalu setelah tadi sempat berbisik dengan lay. Aku tersenyum melihat tingkah mereka berdua.
“jooyi sedikit merasa iri tadi.” Ucap luhan membuatku menoleh kepadanya.
“iri?” kukerutkan keningku. Luhan tersenyum dan mengagguk. “saat aku membaca pikirannya dia mengatakan ‘kapan aku bisa seperti riyoung’?” luhan menirukan suara jooyi dengan konyol membuatku tertawa dan memukul dadanya pelan.
Lay ikut tertawa dan menggeleng kepalanya.
“oiya, riyoung. Aku sedang mencari jae ah sekarang. Apa kau melihatnya?” tanya luhan menatapku dengan tatapan lembutnya. Lay menatap luhan.
“ani, memang kenapa kau mencari jae ah?” tanyaku menatapnya. Luhan hanya menjawabku dengan senyuman. Lay masih menatap luhan dengan lamat.
“jangan mencoba bertindak bodoh, luhan.” Ucap lay tiba-tiba membuatku menoleh ke arahnya.
“keputusanmu tidak tepat.” Ucap lay lagi. Luhan tersenyum menatap lay.
“ini demi riyoung.” Luhan menarikku kepelukannya dengan lembut. Aku menatap luhan bingung. Ada apa?
“tapi apa kau tidak memikirkan dampaknya nanti? Kau kan-“
“aku bisa. Aku bisa melakukannya lay. Kau bahkan tidak menyadarinya? Semenjak aku berubah, aku bisa berbicara bebas denganmu dan yang lainnya. Padahal sebelumnya ketika bertemu saja seperti ada perasaan benci diantara kita semua. Tidak ada salahnya untukku semakin melengkapi kebahagiaan ini” ucap luhan lagi. Pelukannya semakin erat kurasakan.
Aku menatap luhan bingung.
“ada apa? Apa yang mau kau lakukan?” tanyaku takut. Aku merasakan hal yang buruk akan segera terjadi pada luhan. Oh tidak lagi untuknya tuhan …

**

Author POV

“kau sedang apa?”
Badan minah tersentak ketika suara chanyeol mengagetkan dirinya. Tampak chanyeol yang menatap minah dengan penasaran.
Minah menyembunyikan kotak coklat yang tadi dia bawa-bawa hingga ke arah locker.
“kau membawa apa?” chanyeol sedikit mengintip apa yang ada dibelakang minah. Yeoja itu berusaha menyembunyikannya dan berjalan mundur dari chanyeol.
“bu-bukan urusanmu kan!” bentak minah gemas dengan tingkah chanyeol. Chanyeol juga merasa gemas dengan yeoja satu itu. Dengan cepat diraihnya benda yang membuatnya penasaran itu, minah yang lengah hanya bisa pasrah ketika benda itu sudah ditangan chanyeol. Bagaimanapun chanyeol itu seorang mutan yang pergerakannya lebih cepat dari minah.
Chanyeol melirik ke arah kotak coklat bewarna ungu dengan pinta emas. Chanyeol menyipitkan matanya, tampak ada kertas kecil terpasang dilingkaran pita emas itu.
Chanyeol membaca isi kertas itu.
“untuk donghae sunbae. I wish you always happy and god bless you. God for you. Choi minah.” Chanyeol membacakan isi surat itu hingga minah dapat mendengarnya. Chanyeol menatap minah.
“donghae sunbae? Kau menyukainya huh?” tanya chanyeol sedikit dingin dari nada bicaranya.
Minah hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan chanyeol.
Raut muka chanyeol seperti tidak percaya. Minah tidak menjawabnya. Apa itu berarti benar?
“bukankah kau juga menyukaiku?” chanyeol mendekatkan wajahnya ke wajah minah. Namja itu memojokan minah kelocker dan membuat ruang dengan tangannya yang kekar.
“a-apa yang kau pikirkan! Kau kira aku dengan mudahnya termakan jebakan mutanmu! Aku tahu selama ini kau main-main!” minah mendorong badan chanyeol. “serahkan coklat itu sekarang juga!” minah mencoba meraih coklat itu dari tangah chanyeol.
Dengan kesal chanyeol membanting coklat itu dan menginja-injaknya dengan amarah yang sudah meledak didadanya. Coklat itu sudah tidak membentuk lagi sekarang.
“YA! Apa yang kau lakukan!!!!” jerit minah dan mendorong chanyeol. Airmata sudah ingin turun dari matanya. Coklat yang sudah dia buat semalaman dengan perjuangan penuh.
Chanyeol mendorong minah kembali ke locker dan mengunci tubuh yeoja itu dengan tubuhnya.
“main-main? Kau pikir perasaanku ini main-main?” ucap chanyeol dengan amarahnya. Minah menatap chanyeol takut, tampak kilatan berwarna merah tertampak dimata chanyeol.
“serendah itukah seorang mutan hingga tidak layak untuk merasakan cinta?” mata chanyeol menatap tajam minah.
Minah tidak berani menatap atau sekedar menjawab setiap pertanyaan chanyeol. Jantung minah berdegup kencang. Chanyeol yang sekarang tidak seperti chanyeol yang ia kenal. Namja itu tampak dingin dan aura mutannya sangat terasa dan membuat jantung minah berdegup kencang.
“tidak bisakah kau menjawabku?” chanyeol meraih dagu minah dengan kasar. Memaksa yeoja itu untuk menatapnya. Minah sangat takut sekali sekarang. Apa perasaan chanyeol kepadanya serius hingga membuat namja itu berbuat seperti ini sekarang?
Tiba-tiba chanyeol menarik muka minah hingga sedetik kemudian minah bisa merasakan bibir chanyeol di bibirnya. Minah melotot terkejut dan mencoba memberontak.
Chanyeol terus melumat bibir minah kasar. Sesekali namja itu mengigit dan menghisap bibir yeoja itu hingga memerah.
Minah terus memberontak dan berharap chanyeol menghentikan semuanya.
Namun tanpa ampun chanyeol terus melumat bibir minah hingga yeoja itu tak bisa bernafas dengan leluasa akibat pergerakan bibir dan lidah chanyeol yang terus memaksa menerobos mulut minah.
Tangan chanyeolpun terus meremas bokong minah dan terkadang mengangkat rok minah hingga yeoja itu gemetar. tak peduli seperti apapun minah memohon dan memberontak chanyeol tetap melumat bibir yeoja itu dengan ganas dan kasar.
Desahan terus keluar dari mulut mereka berdua.
Minah melirik ke arah sekelilingnya, berharap seseorang dapat menolongnya dan menghentikan chanyeol sebelum ini berlanjut ke hal yang lebih parah.
Namun minah sudah pasrah, terlebih chanyeol sudah bisa meraih dadanya dan meremasnya kasar. Tubuhnya sudah benar-benar dijamah oleh namja itu.
“YA! Hentikan!”
Seseorang menarik chanyeol dari belakang membuat kegiatannya yang menyiksa minah terhenti dan terlepas begitu saja.
Minah tersungkur dan menangis. Secercah cahaya seperti muncul begitu saja.
“minah? Gwaenchana?” hyerin memeluknya. Minah menatap hyerin dengan lemah, airmatanya tetap tidak bisa dia hentikan. Hyerin yang menolongnya?
“kau mau mati huh??!!!” bentak chanyeol kepada sosok kris yang berdiri tepat dihadapannya. Kris menatap chanyeol dingin.
“aku guru dan aku pantas menghentikan apa yang kau lakukan. Kau berusaha memperkosanya huh??” ucap kris tak kalah dingin.
“tsk! Kau tidak mengaca pada dirimu sendiri? Bukankah kau lebih hina dariku? Dimana muka mu huh? Memperkosa muridmu sendiri! CIH!” chanyeol membuang ludahnya dan menatap kris penuh kebencian.
BUAG!!
Hingga dengan kencang kris meninju chanyeol hingga namja itu tersungkur.
“oppa!” hyerin menatap kris dan berlari ke arah namja itu untuk menghentikan kris berbuat hal yang lebih lagi. Tampak mati-matian kris seperti menahan perasaan bencinya pada chanyeol.
Chanyeol bangkit dan menyeka darah yang keluar dari mulutnya. Mendengus penuh kebencian.
“kau salah chanyeol. Aku sudah bisa memaafkan kris sekarang. Dan aku berharap kau tidak melakukan kesalahan seperti yang kris yang lakukan dimasa lalu. Minah bukan aku yang bisa memaafkanmu begitu saja.” Ucap hyerin menatap chanyeol tegas. Chanyeol menatap hyerin, dia terdiam namun tatapannya masih penuh dengan kebencian.
Hingga namja itu kembali mendengus dan tertawa sinis.
“aku tahu aku memang namja mutan yang hina. Bagimu dan bagi minah sekalipun. Namun apakah mutan sampah seperti aku tidak layak mendapatkan cinta?” ucap chanyeol membuat hyerin tertegun dan menatapnya. Tampak dari muka chanyeol sepertinya namja itu menyimpan kesakitan yang mendalam. Apa chanyeol benar-benar serius kepada minah?
Chanyeol sebentar menatap minah yang masih menangis menutup mukanya.
Rasa sakit dan bersalah mengendap dihatinya.
“minah, mianhae ..” ucap chanyeol pelan dengan suara parau. Hingga namja itupun berlalu pergi mereka semua, termaksud minah ..

TBC

Advertisements

About fanfictionside

just me

46 thoughts on “FF NC/ SPECIAL BOYS/ EXO/ PART 6

    • Authoooor Alviana~ Lanjuuut yah! Ditunggu lho ya~ ^^ Ohiyaaa, ini endingnya bakal nyampek chapter brp nih?? Panjaaaang sekali, tp gapapa sih ya, yg penting asik & EXOtics~ ㅋㅋㅋ xD

      • buat endingnya sampe chapter berapa masih rahasia ya ;D ditunggu ajaaa :* #buag!
        aku usahain juga biar gak panjang-panjang banget chapternya, nanti sesuatu(?) XD
        ditunggu aja ya :* yeaaah hidup EXO XD

  1. lanjut.. penasaran nih.. XD
    gue udah cukup banyak ngomong.. X)
    keluarkan chen ya…
    daebak ceritanya.. ^^
    jaga2 typo ya author..
    fighting!!

  2. aduuh baru bisa baca lagi niih..
    tambah bikin greget cerita nyaa!!!
    aq suka sifat suho yg kaya begitu XD
    smoga cepet dapet inspirasi lg ya thoooor….

  3. chingu aku mau kasih saran,kayaknya ceritanya agak monoton,permasalahannya itu-itu ajah cinta lagi cinta lagi kurang gereget ama mutannya
    maaf yah chinguu………semangat yahhhh

    • iya chingu…….ceritanya agak membosankan konfliknya,konflik cintanya agak-agak setipe trus nc nya jangan pemaksaan trus yah chingu :))

      • iya ching karena emang kebanyakan cast jadinya aku semper bingung x.x #buag!
        buat NCnya aku juga gak bakal pemaksaan semua kok. ini masih begin 🙂 yang chanyeol juga gak masuk itungan nc 🙂
        gomawo ya ching atas sarannya 😀

    • iya ching aku sadar ini kayanya agak monoton ya ceritanya x.x
      makanya aku buat ini chapter biar konflik lainnya nanti juga ada(?) maklum sebenernya aku kurang ahli dalam buat ff per-chapter-an u,u
      aku janji nanti di next part ceritanya akan lebih diberi variasi u,u
      gomawo ya chingu atas sarannya 😀

  4. Jadi,.mutan bsa brubah jd manusia!!cranya gmana???
    hwaaaaa,., jangan2 luhan pengen brbah jd manusia demi riyoung,.,andwaeeeee…luhan tetep jd mutan ajja,.,biar saling melengkapi.,

    hyerin-kriss udah pacaran, tp g bisa go public (go public??brasa selebritis)*abaikaan
    aduuuh..,chanyeol qo serem sich,.,jangan berbuat nekat ya bang,.ntar nyesel loch,.

    btw,.itu-ituuu msih ada typo loch,.,heheheee
    ditunggu lanjutannya ^^

  5. Halooo aku reader baru dan maaf baru bisa ngekomen disiniiii
    Ceritanya keren banhet suer suer suka deh serius
    Semoga ceritanya lamaaaa. Panjaaaang. Dan suka cepet di post. Aminnnn. Hhahaha

  6. Wahhh~ chan” kesian, bner” teraniaya ini
    Mulai keliatan si kai peduli ama seorin, dan xiumin..
    Tao jg mulai tu, tp sepupu khan y? Jgn sih, sama sehun aja itu si *lupa nama’y*

  7. chanyeol sama kris emang setipe ya -.- sama sama api, and kalo sakit hati sama2 langsung meledak gitu emosinya

  8. huaa suamiku chanyeolll…..kau daebak suamikuhhh/alaymodeon/
    aaa canyolnya kerasukan setan nih-_-mas mau merkosa gadis diskolah haduhhaduh-_-
    lanjut cepat thorrrr yg canyol nc aku tunggu banget loh thorr!!╰( ̄▽ ̄)╭

  9. aigoo…
    chanchan oppa….

    part nii kyk.a penuh dgn cinta *jiahhhh*
    suho oppa bikin gemes!! makin cinta ❤

    oiya,, sampe d'part ni, aku blm nemu chen oppa … kapan ?

    ttp smangat 😉

  10. ampun deh thor ..
    Fotonya chanyeol ganteng bgt!! Bikin meleleh thor ..
    Luhan pasti Mau ikutan jdi manusia jga kan? Iya gak?

  11. Keliatannya chanyeol bahagianya ga punya began tapi pas tadi kok dia kayak punya masalah yg berat. chanyeol kayak stress atau banyak pikiran menurut ku jadi mutan.___.

  12. “aku tahu aku memang namja mutan
    yang hina. Bagimu dan bagi minah
    sekalipun. Namun apakah mutan
    sampah seperti aku tidak layak
    mendapatkan cinta?” ucap chanyeol

    Huweee !! Kata2 si Cendol bikin nyesek 😥 kasian dia.
    Coba kai / xiumin begitu ke seorin -_-

    keren thor ff nya^^

  13. Chanyeol nya serem huahhh kayak kris kemaren… ayolwh minah terima chanyeol… lanjut eon ini keren banget

  14. Eonni…… Chanyeol serem *melukmeluksuho(?)* kasian minah.. Hampir aja kesalahan kris keulang lagi hahahaaXD oh iya eon, kai nya kapan muncul? Wkwkwk next part ditunggu ya eon^^ semangat!!^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s