FF oneshoot/ NUNA’S DIARY my ver/ MY ANSWER FOR YOU/ TAEMIN SHINEE


annyeong yeorobuuuun~

aku muncul lagi dengan ff ku !

tapi kali ini aku muncul dengan ff buatanku sendiri yang aku adaptasi dari ff NUNA’S DIARY buatan author kesukaanku

Nurul Taemznuna

ini aku buat untuk nurul eon yang lagi ulang tahun hari ini :*

ibaratnya kaya kadoku untuk dia hehe

biar masih bingung dengan cerita yang aku buat ini, silahkan kalian add nurul eon dan jadi pembaca setia NUNA’S DIARY biar ngerti ceritanya ! FF nya sweet banget :* dan love it banget :*

oke langsung aja cekedot ke ffku ini buat nurul eon~

mian ya eon kalo ffku jauh dari kata sempurna untuk eoon >,< *bow depan nuna and taemin*

DAY FOR NUNA

Cast :

+ nuna

+ taemin

Author : alviany Hwang


TAEMIN POV

Mata ku terbuka perlahan disambut dengan silau matahari yang sangat menyengat dari arah jendela kamar, jendela kamar itu memang sudah terbuka dari semalam ketika aku masuk secara diam-diam. Jadi Bukan siapapun terlebih nuna yang membuka jendela itu.

Aku mengucek mataku seraya menguap panjang. Mataku masih belum bisa terbuka sepenuhnya, perlu adaptasi yang cukup lama dengan sinar matahari yang tak mau kompromi soal sinarnya.

Nuna pasti marah besar dengan ku jika dia tahu aku pulang dengan keadaan mabuk berat. Maka dari itu aku memutuskan untuk masuk lewat kamar tanpa sepengetahuan nuna.

“kau sudah bangun taemin..” ucap seseorang tiba-tiba.

“eeehm~~” jawabku masih lemas dan mata mengerjap-ngerjap. Hingga tiba-tiba tubuhku terasa kaku dan jantungku berdegup kencang.

Kupalingkan pandanganku ke arah pintu kamar yang kini sudah terbuka lebar dan tampak wanita yang sangat kukenal dan kusayang berdiri diambang pintu seraya melipat tangannya.

Bisa dilihat dari raut mukanya yang tampak tidak suka.

Aku terdiam dan melupakan rasa kantukku.

“nuna… ehm..” ucapku terbata-bata. Kugaruk belakang kepalaku yang tidak gatal.

Hingga tiba-tiba nuna bertepuk tangan dan berjalan kearah ku. Aku tahu tepuk tangannya itu dibuat-buat dan sengaja menyindirku.

“bagus sekali. Aku suka aksimu semalam… kau benar-benar sukses menjadi anak yang liar taemin..” ucap nuna tersenyum sinis. Aku masih tidak bisa berkata apa-apa.

“pulang dalam keadaan mabuk, sengaja menghindariku dengan pulang lewat jendela. Memangnya kau kira aku tak bisa mendengar suara mendengkurmu saat tidur? Bahkan akupun punya kunci duplikat kamarmu, kau lupa?” nuna semakin dekat denganku. Aku meneguk ludah tegang.

Aku tahu aku memang kelewat liar semalam.

“nuna…. aku..”

“apakah itu alasan kau sampai mengecat rambutmu menjadi seperti itu? Ingin berubah?” nuna kini mendekatkan wajahnya kewajahku. Aku menatap muka nuna yang dekat denganku.

Tampak cantik, terbelih bibirnya yang merah mungil itu.

Tanpa kusadari tatapanku kini sudah tearah ke arah bibirnya yang merapat menunggu jawabanku.

“nuna, jangan begitu….. bahaya…” ucapku tanpa berhenti mengalihkan tatapanku kebibirnya.

Tampak dia sudah mulai mencairkan amarahnya dan melihatku bingung.

“nae?” dia memiringkan wajahnya dan menatapku dengan penasaran. Hingga tak lama dia tersadar dengan posisi kami dan mataku yang terus menatap bibirnya. Diapun menjauhkan wajahnya dan mengatur nafasnya yang tertahan.

“ya~ paboyaaa~ apa maksudmu berbahaya???? Aku inikan nuna mu taeminie~!” ujarnya memukulku pelan dengan bantal. Aku tersenyum menatapnya.

“nah gitu dong~ nuna jangan marah lagi, entar cantik nuna ilang loh..” kukedipkan mataku nakal dan mencubit pipinya.

Dia menatapku kesal dan menjitakku.

“tapi kenapa kau mabuk semalam taemin? Apa kau ke klub malam?” ujarnya. Aku tak menjawab pertanyaan nuna dan beranjak dari tempat tidur.

“taemin, jawab aku… apa kau di hasut oleh teman-teman..” perkataan nuna terhenti ketika aku membuka kaosku didepannya hingga menampakan punggungku yang telanjang dada didepannya.

Aku menoleh dan menatap muka merah nuna yang memalingkan tatapannya ke arah lain. Aku tersenyum dan geli sendiri melihat tingkah imut nuna.

“nuna bagaimana sih, klub malam kan tak ada yang buka dibawah jam 10malam…” ucapku masih dengan telanjang dada.

“ya~ lebih baik pakai saja dulu bajumu!” ujar nuna mencoba berlalu dari kamarku. Namun aku segera menarik tangan nuna, menahannya.

“nuna gak jadi marahin aku? Padahal aku siap looh..” ucapku manja dan meremas tangannya pelan. Dia semakin gugup.

“taemin lepaskan, aku harus menyiapkan sarapanmu…” ujarnya kini mulai terlihat lemah.

Dia membelakangiku, namun aku tetap tahu wajahnya yang memerah karena perlakuannku.

Entah keberanian darimana hingga tiba-tiba aku mulai memeluk nuna dari belakang. Tampak nuna sedikit terkejut dari reaksi badannya.

Namun nuna tetap diam, mungkin dia tak bisa berkutik.

“aku sayang nunaaa..” bisikku dikupingnya dan semakin mengeratkan pelukanku dari belakang. Nuna masih tetap diam. Kurasakan jantung nuna berdegup sangat kencang. Aku tersenyum senang.

“aku mencintaimu…” ucapku lagi dan mencium tengkuknya dengan bibirku.

“ya~ taemin. Apa yang kau lakukan..??” ujar nuna terkejut dan mencoba melepaskan diri dariku. Namun aku tetap memeluknya dan memutar badannya hingga menghadap kearahku.

TAEMIN POV END

NUNA POV

“kau masih mabuk ya taemin?” tanyaku takut dengan perlakuannya. Dia tetap menatapku serius. Tampak dewasa dan tak seperti taemin yang biasanya. Aku memang selalu takut jika sisi dewasa taemin tiba-tiba muncul.

Namun kini dengan kekanak-kanakan taemin menggelengkan kepalanya seraya menggebungkan mulutnya, tampak imut. “aku sudah tidak mabuk nuna..” ucapnya tersenyum manis seperti biasanya.

“tapi aku masih bisa merasakan bir di mulutku. Apa kau menciumnya juga nuna? Dari mulutku .. haaaaah ..” taemin menghembuskan nafasnya kehidungku.

“ya~ mulutmu bukan bau alkohol! Tapi bau sampah!” ucapku menutup hidung dan memukul dadanya. Aku hanya bercanda, tidak mungkin mulut adikku tersayang satu ini bau sampah -,-

“nunaaaaa jahat sekali, masa mulutku bau sampaaah?? Tapi dimulutku masih terasa alkohol loh nunaa.” Adunya sambil mengecap-ecapkan mulutnya.

“jeongmal?” jawabku menaikan alis.

“nae~! Mau bukti?” tanyanya tersenyum. Aku terdiam. Bukti bagaimana?

CUP

Tiba-tiba taemin mencium bibirku berbarengan dengan tangannya yang memelukku erat. Aku melototkan mata.

“hmmph~” ucapku masih dengan bibir yang menyentuh bibirnya. Kucoba melepaskan ciuman mendadaknya. Namun bodohnya taemin malah mengeratkan pelukannya dan menekan kepalaku dengan tangannya membuat bibirku dan bibirnya merekat kuat.

Taemin tampak memejamkan matanya, menikmati bibirku.

Aku luluh dengan mukanya yang terlewat manis dan tampan. Hingga akupun mulai memejamkan mataku mengikuti ciumannya. Lagian ciuman ini hanya menempel, tanpa adanya gerakan permainan.

EH aku terkejut ketika bibir tebal taemin mulai bergerak-gerak dibibirku. Ada keinginan kembali berontak didiriku.

Tapi aku tak bisa melakukan, yang ada aku hanya bisa terdiam ketika lidah taemin sudah mulai menggedor-gedor bibirku agar terbuka.

Akupun mengalah dan membuka mulutku. Dengan lincah lidahnya bermain-main rongga mulutku. Memainkan lidahku.

Mataku terpejam. Aku tidak tahu apa yang aku pikirkan sekarang. Sentuhan taemin tidak seperti biasanya. Apa ini memang karena pengaruh mabuk?

Tapi tidak mungkin ketika mabuk dia bisa menjadi diri dia sebenarnya, dengan melakukan hal-hal imut seperti tadi.

Argh ini membuatku gila.

Aku membuka mataku dan sadar dengan posisi ini. Taemin yang menindihku dikasur seraya menciumku.

“YA~ TAEMIN !” kudorong tubuhku kuat. Untung dengan mudah dia melepaskan ciuman dan pelukannya.

Dia menatapku sedikit takut. “nuna jangan hajar aku, habis nuna tadi manis banget. Akukan jadi gemes..” ucapnya kini tampak polos.

“aku tidak akan menghajarmu sebelum kau menjawabku! Kenapa aku menjadi seperti ini? Kenapa kau mabuk-mabukan??? Kenapa kau memerahkan rambutmu??? Kenapa kau tiba-tiba bisa menjadi berbeda?? Dan kenapa kau sekarang harus menyerangku pagi-pagi????” kutunjuk taemin dengan muka memerah malu.

Taemin terdiam melihat mukaku. Aku tahu dia pasti ingin tertawa tapi dia menahannya saja.

“aku tak mau jawab, pasti nuna akan menghajarku nanti.” Ucap taemin seraya menjulurkan lidahnya.

“ya taemin! Jawab aku sekarang!” hentakku berharap dia akan takut. Tapi percuma dia malah tesenyum menatapku.

“janji kalo aku jawab nanti dikasih ppopo~~” ucapnya menatapku. Aku terdiam.

“ya~!”

“yasudah aku tak mau jawab, biar nuna penasaran seumur hidup nuna kenapa aku seperti ini..” ucapku memalingkan muka dan menjulurkan lidah.

“eergh~ arra arra! Ppoppo untukmu! Jawab aku sekarang!”

Taemin menatapku

“satu jawaban satu popo..” ucapnya membuatku sangat terkejut.

Taemin tertawa. “artinya setuju kan???” taemin menyentuh kakiku dengan kakinya. Aku menatapnya kesal. Dia memang selalu menang!

“jawaban pertama, kenapa aku mabuk-mabukan? Ehhhm benar kata nuna, temanku menghasutku agar ikut mabuk-mabukan dibar. Padahal aku sudah menolak, tapi tawaran mereka terlalu menggoda. Nuna tahu sendirikan aku polosnya seperti apa??” taemin memasang tampang imutnya. Aku terdiam, menahan senyumku.

“pertanyaan kedua, kenapa aku memerahkan rambutku? Ehm.. kenapa ya? Mungkin karena ini tampak bisa menunjukan kalau taemin yang sekarang bukanlah taemin yang ‘dulu’ ..” kini dia mengedipkan matanya, tampak sexy, jauh dari kesan imutnya tadi.

Kuteguk ludahku. Anak sialan.

Pertanyaan ketiga, kenapa aku berbeda? Ehm~ diwakili jawaban nomor dua yah nuna..” ucap taemin lagi.

“pertanyaan keempat, mengapa aku menyerang nuna pagi-pagi?” taemin sebentar terdiam menatapku tersenyum manis.

“karena nuna sangat manis dan cantik. Aku jadi takut nuna direbut.” Ucapnya santai. Mukaku kembali memerah mendengar jawabannya.

“empat jawaban 4 popo!” taemin bersorak riang dan mendekat kearahku. Aku agak menjauhkan badanku jauh ketika wajahnya sangat dekat dengan wajahku.

“ah~ jawaban lain dari pertanyaan ke empat..” ucap taemin tetap menatapku dalam.

“saranghaeyo dan saengil chukkahamnida nunaaa..” taemin memelukku erat. Aku terdiam mendengar kata-katanya.

Ini hari ulang tahunku? Ah pantas tadi pesan di ponselku banyak sekali, mungkin itu ucapan dari teman-temanku. Tapi aku tak sempat membuka ponsel karena aku lebih memilih kekamar taemin dan menyergapnya.

Dan sekarang dia ingat ulang tahunku?

Taemin melepaskan pelukannya dan menatapku.

“dan jawaban kelima, kenapa nuna menjadi speerti ini …?” ucapnya lagi. Aku terdiam menatap nya.

“karena nuna juga mencintaiku ..” ucap taemin lagi tersenyum dan mempopo kilat bibirku 5 kali.

Mukaku memerah dengan perlakuannya.

“YA~ TAEMIN ! STOP MEMBUATKU GILAAA!” teriakku menutup muka. Dia hanya tertawa dan berlari keluar kamar menghindariku.

The end

selesai jugaaa~😀

ggimana eon? gimana reader??

so sweet kah??? ^^

aku bukan author sesungguhnya NUNA’S DIARY sih~ nah biar bisa lebih deg2an dan senyum sendiri liat tingkah romantis nuna sama taemin, bisa jadi pembaca setia NUNA’S DIARY

*gerakan mendukung nuna’s diary dibukukan!

About fanfictionside

just me

2 thoughts on “FF oneshoot/ NUNA’S DIARY my ver/ MY ANSWER FOR YOU/ TAEMIN SHINEE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s