FF NC/ SPECIAL BOYS/ EXO/ chap 4


Tittle: -SPECIAL BOYS- PART 1
Author: AlvianyHwang
CAST:
+ Nam Seo Rin
+ Kim Jong In (KAI)
+ Kim Xiu Min
+ Choi Min Ah
+ Park Chan Yeol
+ Baek Jae Ah
+ Bang Hyo Bung
+ Oh Se Hun
+ Cho Hye Rin
+ Kris Wu
+ park Joo Yi
+ Park Ri Young
+ Park Hyun Ra
+ Park Sung Tae
+ ALL EXO MEMBERS

GENRE: supranatural, life, romance, yadong, NC21

Author POV

Cinta itu tidak mengenal batas kan?
Cinta bisa datang kepada siapa saja kan?
namun mengapa kadang takdir tidak bisa mengatakan ‘iya’ pada pertanyaan itu?
Mengapa tetap ada kekalutan pada arti sebuah keagungan cinta?

Apa cinta itu hanya untuk orang yang layak untuk mendapatkannya?

**

Seorin masih mengingat setiap detik perkataan jae ah. Tentang kaum berbeda yang beberapa waktu ini meluluh lantakan perasaan takutnya. Kaum yang merasa mereka yang terbaik dan mengaggap rendah manusia.
“mereka itu kaum mutan yang mempunyai kekuatan lebih dari manusia seperti kita. Dan mereka menyebut diri mereka EXO. Atas dasarnya mereka berusaha untuk tidak ada manusia yang tahu jati diri mereka. jika ada manusia yang mengetahui tentang mereka, ingatan manusia tersebut akan mereka hilangkan.
Bahkan jika manusia tersebut bersifat kebal atau mati rasa pada hipnotis mereka, dan manusia itu masih mengingat semuanya~ mereka akan melenyapkan manusia tersebut.”

“mengapa mereka harus melenyapkannya?”

“aku sendiri tidak tahu. Mungkin mereka akan merasa gelisah dan takut manusia tersebut akan membocori tentang mereka yang sebenarnya. Mereka mengaggap manusia itu bejat dan licik.”

“bukannya mereka lebih bejat? Mereka membunuh manusia yang tidak bisa melakukan hal yang seperti mereka lakukan.”
Saat itu jae ah terdiam

“mereka hanya melakukan hal yang harus mereka lakukan tanpa berpikir. Aku tidak peduli apa mereka mutan ataupun EXO. Omong kosong, Selama wujud mereka masih sama seperti kita, mereka masih bagian dari kita. Mereka bukan makhluk lain, mereka manusia seperti kita kita. Mereka hanya tercipta dengan kekuatan lebih. Hanya itu, tidak lebih.”

Dan dapat seorin lihat wajah xiumin dan sehun yang menunduk seolah meresapi setiap perkataannya.
Saat itu juga seorin merasa bersalah dengan setiap perkataannya kepada xiumin sebelumnya. ia tersadar oleh perkataannya sendiri.
Mereka masih sama sepertinya dan manusia lainnya.

SEORIN POV

Aku menengadahkan kepala ku menghadap langit.
Rasanya damai dan seperti tidak terjadi apa-apa. Angin pun masih bertiup dengan damai dan sejuk, mengajakku untuk menari mengikuti irama hembusan mereka.
“seorin.”
Aku membuka mataku yang tadi sempat tertutup. Kutolehkan kepalaku menghadap arah suara itu. Tampak riyoung, gadis yang kuingat bisa membuat hati seorang luhan luluh dan tunduk.
Dia tersenyum dan berjalan maju menjajari tempatku berdiri.
Kutatap riyoung. Gadis ini manis dan mempunyai senyum yang cerah. Raut mukanya seperti menunjukan kelembutan dan, .. kerapuhan. Inikan yeoja yang bisa mengalahkan keegoan luhan?
Riyoung menatapku, senyumnya masih terangkai.
“gomawo.” Ucapnya lalu. Aku menatapnya bingung.
“gomawo? Untuk apa?” kukerutkan keningku. Riyoung semakin tersenyum lebar. Dia mengalihkan tatapannya ke arah langit.
“membuat luhan tersadar.” Ucapnya lagi. Aku tak bisa mengalihkan tatapanku ke arah lain. Aku mencari apa yang dimaksud oleh riyoung, dan kini aku menemukan jawabannya.
Dia berterimakasih karena aku telah membuat luhan tersadar dari semua yang telah ia lakukan. Aku ikut tersenyum.
“aku tidak menyadarkannya. Aku hanya membantu sedikit. Yang paling berperan penting adalah kau.” ucapku tersenyum.
Riyoung kembali menatapku. Namun aku bisa melihat semburat ragu diwajahnya. Kerapuhannya makin terlihat.
Perlahan dia menyentuh perutnya yang rata. Melepasnya lagi dan meremas pagar pembatas atap sekolah. Aku menatapnya seksama, mencari tahu lagi apa yang membuatnya tampak seperti ini?
“aku dan luhan itu memang bodoh.” Ucapnya pelan.
Aku menatapnya. Pertanyaan muncul di kepalaku.
“kita tahu apa yang seharusnya tak boleh kita dekati, namun kita malah mendekati hal itu dan melanggarnya.” Riyoung menatap ke arah langit.
“maksudmu?” tanyaku masih tetap menatapnya lamat.
Riyoung terdiam. Sedikit memberi jeda pada ucapannya. Aku dapat melihat airmatanya yang sudah mengembang dipelupuk mata indahnya.
“dulu aku itu sama seperti mu.” Riyoung mengalihkan tatapannya ke arahku. Mencoba tersenyum cerah sekarang. Meski aku masih melihat kesedihan dari garis wajahnya.
“menyadari ke anehan mereka. aku kalut dan memikirkan siapa mereka sebenarnya. Dipikiranku muncul beberapa pertanyaan yang membuatku semakin ragu dan takut. Hingga saat itu aku mencoba mencari tahu siapa mereka sebenarnya.” Ucapan riyoung terhenti. Dia menarik nafas panjang.
“sampai aku mengetahui semuanya. Tersontak dan tak bisa mempercayai semuanya. Dan juga luhan.” Riyoung menatap ku lagi.
“dia itu pacar ku sebelumnya.” Ucapan riyoung membuat kakiku lemas rasanya. Dan aku dapat melihat kehampaan dalam mata riyoung.
“aku tak bisa berpikir apa-apa lagi ketika mengetahui luhan adalah bagian dari mereka. luhan yang kukenal telah menghilang begitu saja saat itu. Hingga akhirnya seseorang yang tak kukenal menghilangkan ingatanku, seketika pandanganku menjadi gelap. Aku tahu aku tak sadarkan diri saat itu.”
Aku tak bisa meneguk ludahku secara lancar dan terus menatap riyoung.
“namun ketika aku terbangun. Itu mimpi buruk bagiku. Aku dapat mengingat semuanya. Semuanya, luhan yang tak kukenal dan mereka yang membuatku takut. Kekebalan dalam otakku membuat mimpi yang sangat buruk.”

Author pov

Flashback_

Riyoung melangkahkan kakinya secara hati-hati dan ragu dikoridor sekolah. Badannya tak bisa berhenti gemetar.
Dia terus mengigit bibirnya. Dia sangat takut sekali dan berharap ini adalah mimpi yang akan lenyap jika dia terbangun nanti.
Namun hal yang bisa dia jadikan penguat hatinya hanya lah satu.

Dia berjalan ke arah ruangan kosong disekolah. Hingga dia bisa melihat sosok namja manis yang tengah mendengarkan musik dari earphone yang selalu bertengger hias di lehernya. Riyoung masih ingat earphone itu adalah hadiah ulang tahunnya untuk luhan, namja yang berada di depannya sekarang.
Tanpa mengucapkan apapun luhan seperti tahu riyoung sudah ada berada didepannya. Dia membuka earphonenya. Menatap riyoung lamat.
Hingga tenggorokan berjakun luhan bergerak menandakan tegukan ludahnya yang terasa berat. Luhan berdiri dari duduknya dimatras yang ditumpuk tinggi.
Menatap riyoung yang masih tak berani luhan.
“jinjayo?” ucap luhan tiba-tiba pelan. Tangan riyoung meremas tegang. Mengapa luhan bisa mengetahui apa yang dia ingin katakan?
Luhan mengangkat dagu riyoung hingga beberapa detik kemudian riyoung bisa merasakan bibir luhan yang lembut. Luhan mencium bibir riyoung dengan lembut tanpa ada nafsu seperti sebelum-sebelumnya. Dada riyoung terasa sesak, apa itu arti perpisahan untuknya?

Luhan melepas pagutan bibirnya dan menatap riyoung. Raut wajah luhan tampak sedih dan tak mempercayai semuanya.
“wae~~?” ucap luhan terdengar parau dan serak. Mata luhan sudah berkaca-kaca.
“mengapa kau harus mengingat semuanya? Mengapa kau tidak melupakannya?” luhan menundukan kepalanya. riyong bisa melihat buliran air mata jatuh kelantai. Dadanya terasa semakin sesak. riyoung ingin memeluknya, namun apa ia pantas?
Luhan mengangkat wajahnya. Menatap yeoja yang ia cintai dengan sedih.
“lakukan apa yang harus kau lakukan, luhan.” Ucap seseorang dari arah belakang riyoung dan luhan. Mereka berdua menoleh dan bisa melihat sosok namja lain yang tengah berdiri di ambang pintu gudang.
Namja itu menggunakan eyeliner dan tampak dingin.
Luhan menatap namja itu dengan ragu. Badannya bergetar hebat. Ditatapnya lalu riyoung.

Riyoung masih bisa merasakannya. Ada yang aneh pada dirinya. Pada tubuhnya.
Ditatapnya luhan menatapnya, menahan rasa sakit dan bersalah pada dirinya. Menatap tubuh riyoung yang lebam dan bersimbah darah.
Darah terus mengucur dari arah paha riyoung. Melumurkan tubuhnya bagai seonggok bangkai yang siap dimusnahkan dalam sekali serang.
Riyoung menatap luhan dengan mata lemahnya. Airmatanya sudah bercampur darah. Luhan tak kuat menahan riyoung, dialihkan tatapannya. Riyoung tersenyum, dia bahagia.. setidaknya luhan masih punya rasa bersalah ketika melakukan ini padanya.
Riyoung menatap ke arah perutnya, mengelusnya. Tersenyum.
‘Setidaknya meskipun kau tidak membuahkan hasil terbaik, tapi kau bisa menjadi alasan kebahagiaanku nanti.’ Ucap riyoung pelan ke arah perutnya.
Namja itu berjalan mendekati tubuh riyoung yang terbujur lemah. Dia menatap riyoung dengan dingin.
“dia .. hamil.” Ucap namja itu menatap luhan. Luhan tersentak. Matanya melotot tubuhnya bergetar. Dia menatap tubuh lemah riyoung yang telah bersimbah darah akibat perbuatannya.
Dia terduduk lemah dilantai. Menatap darah yang tidak kian terhenti dari arah bagian vital riyoung.
“meskipun begitu, dia sudah keguguran cukup parah. Kenapa tidak kau habisi dia sekalian.” Namja bereyeliner itu menatap luhan dan menyilakan tangannya.
Tubuh luhan bergetar. Hingga pipinya terasa hangat. Airmatanya turun begitu saja. Dadanya terasa sesak. Teramat sesak.
“aku tidak bisa … aku tidak bisa melakukan itu …. jangan melakukan itu padanya … aku mohon .. aku mohon … tidak bisa … jangan .. dia ….” suara luhan terdengar parau dan lemah. Dia merengek untuk pertama kalinya …

Flashback end_

Jantung seorin terasa ingin berhenti berdetak mendengar setiap ucapan riyoung. Sepetik kisah memilukan yang pernah ia dengar sepanjang hidupnya.
“lalu apakah kau masih?” seorin melirik ke arah perut riyoung. Riyoung ikut menatap perutnya. Lalu tertawa renyah.
Riyoung mengelus perutnya.
“dia sudah tidak ada. Tapi…. aku masih bisa merasakan keberadaannya..” riyoung tersenyum sebaik mungkin. Hingga seorin tak bisa menahan semua rasa sesak didadanya.
Dipeluknya tubuh riyoung. Mencoba membuatnya lebih baik dari sebelumnya.

**

Hyerin POV

Aku berjalan lemah dengan tatapan kosong dikoridor sekolah. Keadaan sekolah masih seperti biasa. Meskipun kejadian kemarin telah merenggut hal berharga yang ada di diriku.
Untung xiumin dan yang lainnya berusaha untuk menutupi semuanya.
Namun rasa dendam masih membelengguku. Kesakitan untuk harga diriku membuatku buta akan apa yang lebih baik kulakukan.

Langkah ku terhenti.
Kris. Dia berjalan melewati koridor yang akan berpapasan denganku jika dia tidak menghentikan langkahnya juga sepertiku.
Aku mengira dia akan menatapku sinis dan tersenyum menang telah membuatku ‘kotor’ seperti apa yang telah dia katakan kemarin.
Namun kini kris tampak membuang muka tampannya dari ku. Raut mukanya seperti tak enak dan apa ini hanya perasaanku saja? Dia tampak merasa bersalah?
Bodoh. Tidak mungkin.
Aku melanjutkan berjalan dan memutuskan berhenti tepat didepannya. Akhirnya dia menatapku.
Mulutnya sedikit terangkat ke atas seakan ingin mengucapkan sesuatu.
PLAK!
Wajahnya menghadap samping ketika aku berhasil mendaratkan tamparanku tepat dipipi putihnya dengan keras. Dia terdiam dan tak bergerak.
“apa kau ingin membalas dendam lagi atas yang kulakukan sekarang?” ucapku penuh rasa benci dan dendam teramat dalam.
Kris menatap ku.
PLAK!
Kutampar pipinya sekali lagi lebih keras. “kau ingin membalasnya 2 kali kan sekarang? Aku telah mengotori pipi indah mu 2 kali!” ucapku lagi parau.
PLAK!
Kutampar pipinya lagi sangat kencang.
“kenapa kau tidak melawan? Kau takut ada yang melihat? Tenang. Kau bisa menghilangkan ingatan mereka seperti yang kau lakukan biasanya!” kutampar pipinya lagi. Dia sedikit terdorong mundur.
“KENAPA? KENAPA KAU TIDAK MELAWAN? DIMANA KEKUATAN ANEH MU WAKTU ITU??!!” kupukul-pukul tubuh kekarnya kencang.
Dia menatapku dengan tatapan dinginnya.
“apa xiumin mengembalikan ingatanmu lagi?” tanyanya menatapku. Aku tersenyum sinis, mendengus pelan.
“wae? Kau ingin menghajar xiumin? Kau tak mau aku mengingatnya? Apa kau kira aku mau terus menjadi lemah dan terdiam begitu saja ketika kau tertawa penuh kemenangan?” kucengkeram bajunya yang terlapis jaket olahraga.
Airmata sudah jadi melewati pipiku. Aku menatapnya dendam.
“jadi kau mau aku menghajarmu?” tanya kris lagi dingin. Aku menatapnya penuh benci.
“HYERIN!” terdengar suara seseorang berteriak. Aku menoleh. Tampak sosok seorin yang tengah berlari kencang ke arah ku dan kris. Dibelakangnya terdapat hyobung dan minah.
Aku baru ingin mengucapkan sesuatu hingga tangan kris menarikku kencang ke arah UKS dan mengunci pintu nya cepat.
**

Author pov

“HYERIN!!!! YA! KRIS BUKA PINTUNYA! AKU AKAN MEMBUNUHMU JIKA KAU MENYENTUH HYERIN LAGI!!!!!” teriak seorin menggedur-gedurkan pintu.
“HYERIN!! MEMBERONTAK! KAU HARUS MEMBERONTAK!!” minah dan hyobung berteriak-teriak juga.
“ada apa?” xiumin menatap ke arah seorin. Dia baru kembali dari bermain basket bersama sehun yang juga berada dibelakangnya.
“kris menyerang hyerin lagi didalam!” teriak seorin tak bisa menyembunyikan ketakutannya.
“MWO??!” xiumin dan sehun terkejut secara bersamaan. Mereka saling tatap.
“shit! Apa yang namja sialan itu mau??!! Minggir!” xiumin memberi aba-aba seorin untuk minggir.
Dia berhadapan dengan pintu UKS sekarang. Perlahan xiumin menaruh tangannya di pintu UKS.
‘ARGH!!”xiumin berteriak saking seraya mengibas-ngibaskan tangannya.
“pintunya panas! Kris memasang fire sign-nya di pintu UKS!” ucap xiumin masih tetap meringis.
“sehun! Gunakan kekuatanmu untuk membuka pintu ini!” pinta hyobung menatap sehun. Sehun tampak bingung.
“eh, tapi kekuatanku angin. Apa kau mau gedung sekolah ini juga ikut terbang?” tanya sehun menatap hyobung.
“LUPAKAN!” hyobung kembali memikirkan cara untuk membuka pintu UKS. Mereka tak mau hyerin mendapatkan perlakuan itu lagi, terlebih kris lagi yang melakukannya.
“ah! Kai!” sehun menunjuk ke arah seseorang. Mereka semua menoleh. Tampak kai yang berjalan ke arah mereka.
“kai kebetulan-“ ucapan sehun terhenti karena jitakan xiumin.
“kita tak memerlukan tenaganya!” xiumin melotot ke arah sehun dengan galak.
“tapikan kekuatan kai bisa berpindah tempat! Dia bisa masuk ke UKS dan membuka pintunya dari dalam!” terang sehun tak mau kalah. Seorin menyadari ucapan sehun. Dia menatap kai yang sepertinya juga tak peduli dengan keadaan mereka sekarang.
“kai! Bisakah kau menolong kami!” seorin menarik tangan kai membuat namja itu berhenti berjalan.
“mwo?” kai menatap seorin malas.
“tolong bantu kami membuka pintu itu dari dalam dengan kekuatan berpindah tempatmu!” seorin mengatupkan kedua tangannya. Kai menunjukan raut muka malas.
“ah ah! Tidak usah! Kami juga tidak membutuhkan pertolonganmu~ tidak berguna.” Sahut xiumin tiba-tiba sambil menarik tubuh seorin untuk menjauh dari kai. Kai menatap xiumin dengan dingin lalu melirik ke arah tangan xiumin yang mengeggam tangan seorin dengan erat.
“kau pergi saja.” Xiumin tak kalah menatap kai dengan sinis.
Kai melirik ke arah pintu UKS yang terkunci. “aku juga tidak mau melihat adegan porno didalam.” Ucap kai lagi enteng.
“adegan porno!? Kris benar-benar menyerang hyerin???!!! YA! BUKA PINTUNYAAA!!!???” seorin berteriak ke arah kai dengan kesal. Dia menarik kai dan mendorong kai untuk lebih dekat dari pintu UKS.
Kai mencoba memberontak namun dia tetap saja kalah dengan paksaan seorin.
“sst!” kai mengisyaratkan mereka untuk diam. Mereka seketika menutup mulut mereka.
“apa kau tidak merasa aneh?” bisik kai. Seorin menatap kai. Minah dan hyobung saling pandang. Xiumin menampakan muka kesalnya.
“tidak ada suara teriakan dari hyerin. Bukannya itu berarti tidak ada paksaan?” ujar kai lagi. Seorin menganga. Sehun tak bisa menahan tawanya, dia menutup mulutnya membuat tubuhnya bergetar menahan tawa yang alhasil disambut dengan toyolan xiumin.
“YA! Bisa saja kris membuat hyerin pingsan dulu dan lalu menyerang hyerin!” ujar seorin. Kai mengerutkan keningnya.
“kenapa kau jadi mencari alasan seakan-akan hyerin harus benar-benar dipaksa kris??” gerutu kai. Seorin menutup mulutnya. Dia membenarkan perkataan kai.
“lalu ottokeeeh? Apa yang harus kita lakukan??? Aku tetap tidak mau hyerin berada satu ruangan dengan monster satu itu! Dan lagi! HAH apa jangan-jangan dia mencoba merebut nyawa hyerin??!!” heboh seorin. Kai menggaruk rambutnya.
“bukan merebut nyawa. Tapi merebut hati hyerin.” Suara asing terdengar diantara mereka. serempak mereka menoleh ke asal suara itu.
Tampak namja ber-eyeliner yang menggunakan jaket olahraga seperti kris tengah berdiri bersandar ditembok dekat jendela. Tatapannya dingin.
Xiumin menyipitkan matanya.
“kau?” xiumin memperjelas ingatannya. Namja ber-eyeliner itu menatap xiumin dengan bete(?).
“sahabat macam apa yang melupakan teman lamanya begitu saja.” Gerutu namja ber-eyeliner itu. Image dinginnya seakan runtuh begitu saja.
“BYUN BAEKHYUUUUN!!!!!!!!!!!” teriak xiumin heboh menunjuk namja ber-eyeliner itu.

**

Hyerin menatap ke arah pintu UKS ketika mendengar suara teriakan xiumin dari arah luar.
“xiumin? Namja bodoh itu?”
Hyerin menatap ke arah kris yang sudah duduk dikasur UKS disampingnya. Hyerin tidak menjawab kris. Dia masih menunduk.
“sejujurnya ini juga tidak menunjukan kehamilan.” Ucap seseorang memakai pakaian dokter yang keluar dari balik pintu tempat rak obat-obatan. Namja berambut cepak namun berponi sedikit panjang.
Hyerin menatap namja itu dan menghela nafas lega. Tak lucu jika dia hamil anak kris begitu saja.
“lay, bisa kau meninggalkan kita berdua?” kris menatap lay-namja berpakaian dokter itu- seraya tersenyum simpul.
Lay mengerutkan keningnya dan memiringkan kepalanya.
“kris, aku baru pertama kalinya melihat senyumanmu yang seperti itu.” Ucap lay mengusap dagunya.
Kris menunjukan tatapan dinginnya kembali ke arah lay. Tanpa dikomando lagi lay pun dengan cepat melesat turun dari jendela UKS.
“AH!” hyerin tersentak mencoba berdiri memastikan ke adaan lay. Namun tangan kris menahan langkah hyerin.
“ini lantai 4!” hyerin menatap kris cemas. Kris menatap hyerin lamat.
“duduklah.” Kris mendudukan hyerin dikasur UKS. “tapi ..” hyerin melirik ke arah jendela. Hingga dia sadari kris sudah duduk berlutut didepannya.
Megenggam tangannya pelan. Tak ada remasan atau paksaan. Meskipun begitu, perasaan takut masih menghigapi hyerin. Trauma nya tak bisa ia hilangkan begitu saja.
“lay tidak akan terluka. Dia sama seperti ku.” Ucap kris tanpa melihat ke arah hyerin. Hyerin menatap kris.
“dia juga termaksud mutan sepertiku.” Jelas kris lagi. Hyerin mengerti sekarang. Mereka berdua terdiam. Detik jam terdengar jelas dan beberapa ucapan keras teman-temannya dari arah luar pintu UKS.
Jantung hyerin terpompa cepat ketika tiba-tiba kris mengecup lengan hyerin. Namun entah kenapa hyerin selalu tak bisa mengelak dari setiap perbuatan kris.
“apa kau tak menyadari hal yang aneh antara kita berdua?” kris menatap hyerin. Hyerin menatap kris penuh tanya.
“kau tidak bisa mengelak dari seranganku sekarang.” Ucap kris. “dan akupun seperti patung. Selalu tak bisa mengelak setiap kau menamparku.” Kris sedikit tersenyum. senyumnya tampak berbeda dari yang kemarin hyerin lihat.
Kris mendekatkan wajahnya ke wajah hyerin. Menahan wajahnya membuat wajahnya dan kris benar-benar dekat sekarang. Jantung hyerin berdebar keras.
Rasa takut? Bukan. Ini bukan rasa takut. Rasa ini berbeda. Hal ini membuat dada hyerin terasa ringan dan, bahagia?
Hingga wajah kris semakin mendekat dan hyerin dapat merasakan bibir lembut kris menjamah bibirnya.
Kenapa? Kenapa dirinya tidak mengelak ketika namja yang kemarin memperkosanya ini menciumnya?
Bibir kris mulai bergerak memainkan bibirnya.
Kris melepas ciumannya. Menatap hyerin dengan lembut.
“mianhae.” Ucapnya lagi pelan. Hyerin tidak mengatakan apa-apa. Hingga bibir kris mulai berpagut lagi melumat bibirnya.
Hyerin menutup matanya. Tiupan nafas kris membuatnya terlena. Rasanya hangat. Tak seperti api kris yang dulu ia rasakan.
Hyerin mulai berani mengalungkan tangannya dileher kris diikuti hisapan kencang kris dibibir bawahnya.
Kris pun mendorong tubuh hyerin pelan kekasur UKS dan melanjutkan lumatannya.

TBC

About these ads

46 thoughts on “FF NC/ SPECIAL BOYS/ EXO/ chap 4

  1. owh,..trnyata mreka mutan toh,.,kekuatannya beda2,.,kereeeeen,..tp siapa yg pling kuat yaah?????

    Kai pas liat seorin breng xiumin kya yg gak suka,..jangan jangaaaan,.,gkgkgkgk
    asyiiiik,.,kris tobat eung,.,wah wah wah adgan NCnya malah TBC,.,jd greget
    kai+seorin kpan nyusul?????hehehee ^^

  2. Paling demen kai ni, kocak dy d’sni polos & pintar, hhahaha!
    Ecieee~ xiumin cemburu ama kai, gegara seorin maksa” kai bwt bantuin

    Etapi thor, gw mulai bingung ketika semakin byk pemeran cwe’nya .____.v

    /goes to part 5/

  3. thor chap 13 nya kapaannnnnnn??!!eoh?
    jantungku uda kluar msuk nih(?)
    oh my God,Xiumin ~trharu bgt thor!T___T
    smpai sgitunya cinta sma Seorin,
    byangin wjah Xiumin yg mnangis tp smbil trsenyum…

    #mati

    Thor aku suka bgt karakter Xiumin yg thor bentuk di ff ini.Daebak.Jjang!!
    FF nya thor keren abis!!Smoga aj suatu saat nnti bs dbkin filmny dgn EXO Member aktornya.
    Sbnarnya,akan lbih bgus kalo NC nya dikurangi,jdi bkin thriller /angst krn feelnya uda dapet bgt.Itu aj mnurut saya thor.kalo bleh minta,Xiuminnya jgn mati dong.Itu aj dri saya thor.Trus berkaya dan berkencan dgn PC spya kami bs mnikmati trus FF buatanmu thor.Sekian.

    (pjg amat,mcem pdato pak SBY)
    heeheh

  4. akhirnya namja ber-eyeliner saya (ngaku-ngaku) muncul juga.. oohhh my Baekhyun akhirnya datang juga :D

    Xiu Min dan Sehun baik ya, Kai juga baik. tapi koq Xiu Min kga suka Kai ??
    Kai kn tidak melakukan apa”.. benarkan yeobo ? #tanya Kai
    reader menggila.. maaf

    weeww Kris secepat kilat jadi cinta sma Hyerin y.. suka suka suka XD

  5. Wkwkwk si kris jadi suka ama si hyerin xD (benci x cinta)
    kocak pas part kai-seorin debat tentang apa yg dilakuin di UKS. ^^
    Kapan nih kai-seorin jatuh cintanya thor?

  6. EONNIII… HUaaaaaaaa!! Kris gege udah baik *jadi makin suka ama kris gege* eonni, jadi tambah seru deh karna adegan romance nya hahahaaaXD ditambah lagi KAI IS COMING!!! Yang ditunggu tunggu akhirnya datang juga. Can’t wait for the next chapter eon^^ Hwaiting^^

  7. Huwaaaaa gak ngerti mau bikang apa saking keren nya.., kris nya huwaaaaa adegan nya keren eonnn lanjutttt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s